Balas Intimidasi Rasial Suporter Atletico, Pemain Levante Memantik Kericuhan
Editor Bolanet | 5 Mei 2014 11:54
- Sebuah insiden yang kurang simpatik terjadi di akhir laga antara tuan rumah kontra Atletico Madrid semalam (04/05). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah tersebut, gelandang Levante, Pape Diop mendapatkan intimidasi rasial dari suporter tamu.
Kesal dengan perlakuan tersebut, pemain asal Senegal ini lantas menunjukkan gestur menantang kepada fans Atletico begitu laga berakhir. Aksi ini sempat menimbulkan salah paham di antara pemain kedua kubu.
Para penggawa Los Rojiblancos naik pitam karena menganggap Diop menghina suporter mereka. Kericuhan antara pemain Levante dan Atletico sempat meletup di lapangan, sebelum akhirnya Diop mampu ditenangkan dan dibawa menjauh oleh striker Atletico, Diego Costa.
Usai laga, pemain 28 tahun tersebut menceritakan mengapa ia melakukan reaksi provokatif kepada suporter lawan.
Mereka memanggil saya monyet, lalu saya berbalik dan menirukan gerakan seekor monyet. Saya lelah menghadapi rasialisme di sepakbola, sudah terlalu sering terjadi, ungkap Diop seperti dilansir Marca.
Saya sengaja menari seperti monyet agar hal ini diketahui orang banyak. Saya tak tahu apakah ini merupakan tindakan rasial atau hanya tak punya respek, namun mereka harus berhenti memanggil monyet kepada orang-orang tertentu.[initial]
(mrc/mri)
Kesal dengan perlakuan tersebut, pemain asal Senegal ini lantas menunjukkan gestur menantang kepada fans Atletico begitu laga berakhir. Aksi ini sempat menimbulkan salah paham di antara pemain kedua kubu.
Para penggawa Los Rojiblancos naik pitam karena menganggap Diop menghina suporter mereka. Kericuhan antara pemain Levante dan Atletico sempat meletup di lapangan, sebelum akhirnya Diop mampu ditenangkan dan dibawa menjauh oleh striker Atletico, Diego Costa.
Usai laga, pemain 28 tahun tersebut menceritakan mengapa ia melakukan reaksi provokatif kepada suporter lawan.
Mereka memanggil saya monyet, lalu saya berbalik dan menirukan gerakan seekor monyet. Saya lelah menghadapi rasialisme di sepakbola, sudah terlalu sering terjadi, ungkap Diop seperti dilansir Marca.
Saya sengaja menari seperti monyet agar hal ini diketahui orang banyak. Saya tak tahu apakah ini merupakan tindakan rasial atau hanya tak punya respek, namun mereka harus berhenti memanggil monyet kepada orang-orang tertentu.[initial]
Baca Juga
Mengenang Ayrton Senna, Corinthians Masuki Lapangan Dengan Helm Balap
Kebablasan, Pemain Ini Tackling Polisi Sampai Terjatuh
Valencia dan Chicharito Adu Akurasi Tendangan Sudut, Siapa Unggul?
Flashback: Gol Bersejarah Tito Vilanova ke Gawang Barcelona
Video: Susaeta Cetak 'Gol Olimpico' Spektakuler ke Gawang Sevilla
Video: Presiden Obama Bermain Umpan Bersama Robot Jepang
Duplikat Golazo Gareth Bale dari Liga Thailand
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jude Bellingham ke Liverpool? Legenda The Reds Beri Isyarat Menarik
Liga Inggris 4 Juni 2026, 18:29
-
Ketika 'Godzilla' Mengancam Serang Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:53
-
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:02
-
Prediksi Paraguay vs Nikaragua 6 Juni 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 17:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













