Galeri: Perjalanan Marc Marquez Pulihkan Cedera Bahu
Anindhya Danartikanya | 2 Februari 2019 13:00
Bola.net - - Sepanjang kariernya di arena Grand Prix, Marc Marquez diketahui hanya dua kali mengalami cedera yang cukup parah. Pertama, adalah cedera penglihatan yang ia alami di Moto2 2011, yang membuatnya absen di seri-seri terakhir dan merelakan gelar dunia jatuh ke tangan Stefan Bradl. Cedera ini bahkan nyaris menghentikan kariernya dalam usia 18 tahun.
Kedua, adalah cedera dislokasi bahu kiri berkepanjangan yang ia alami selama empat tahun belakangan. Cedera ini ia dapatkan usai mengalami kecelakaan hebat di sesi latihan MotoGP Inggris 2014, di mana ia merebut pole dan kemenangan. Uniknya, cedera inilah yang justru membuktikan betapa besar talenta Marquez.
Berikut fakta-fakta sekaligus kisah perjalanan Marquez dalam memulihkan cedera bahu kirinya.
Tak Dapat Perawatan yang Layak

Cedera yang dialami Marquez ini ternyata tak pernah mendapatkan perawatan medis yang layak. Selama empat tahun, tulang bahunya terus-terusan keluar dari persendian, dan Marquez hanya menganggapnya sebagai angin lalu. Padahal, tanpa sepengetahuan khalayak ramai, cedera ini ternyata semakin memburuk.
Heboh Gara-Gara Redding

Cedera ini pun kembali ramai diperbincangkan publik saat ia mengunci gelar dunia MotoGP 2018 di Motegi, Jepang, pada Oktober lalu. Saat hendak melakukan selebrasi dengan sang adik, Alex Marquez di tepi trek, Marquez dihampiri oleh rival sekaligus kawan dekatnya, Scott Redding yang hendak memberikan tepukan selamat di bahunya.
Usai mendapat tepukan bahu dari Redding, secara mengejutkan Marquez segera memegangi bahu kirinya dan berbaring di atas aspal. Alex Marquez pun tampak kalut dan segera membantu sang kakak mengembalikan tulang bahunya ke tempat semula.
Makin Parah Sepanjang 2018

Usai selebrasi gelar, Marquez mengaku kepada awak media bahwa belakangan bahunya memang semakin sering mengalami dislokasi. Hal ini kembali terbukti saat ia mengalami kecelakaan pada sesi latihan di MotoGP Valencia, November lalu. Menyadari kondisi bahunya semakin parah, operasi pun dijadwalkan pada 4 Desember 2018.
Bikin Dokter Terheran-heran

Dilaksanakan di Universitario Dexeus Hospital, Barcelona, operasi ini dipimpin oleh Dr. Xavier Mir, yang menyebut bahwa operasi Marquez kali ini sungguh rumit dari dugaan disebabkan kerusakan ligamen yang cukup parah.
"Operasinya lebih rumit. Bahunya bisa lepas dengan sangat mudah. Ia tak bisa terus seperti itu. Saya nyaris tak memahami bagaimana bisa ia meraih gelar dunia dengan kondisi seperti itu. Tapi begitulah adanya, dan hal ini menunjukkan kehebatannya," ujar dr. Mir dalam wawancaranya dengan MotoGP.com.
Musim Dingin yang Membosankan

Saking rumit dan parahnya cedera ini, Marquez sempat tak ingin pulang dari rumah sakit pascaoperasi. Selain itu, berkat kewajiban menjalani fisioterapi dan latihan fisik di gym secara intensif selama dua bulan, ia merasa jengkel karena sama sekali tak diperbolehkan menjalani latihan motocross dan dirt-track di rumah.
"Musim dingin paling membosankan dalam hidup saya! Tapi saya memang harus mengorbankan liburan demi pulih. Saya pernah dapat banyak cedera menyakitkan, dan saya harus pulih. Tapi pada dua pekan pertama (usai operasi), rasanya sungguh menyakitkan. Saya bahkan menolak pulang dan ingin tetap di rumah sakit selama beberapa hari. Saya tak yakin bisa istirahat di rumah," ungkapnya kepada Crash.net.
Hadiri Peresmian Tim Usai Lari Gunung

Meski belum pulih benar, Marquez sempat menghadiri peresmian tim Repsol Honda di Madrid, Spanyol pada 23 Januari lalu, yakni setelah ia diperbolehkan menguji kekuatan fisik dengan mengikuti ajang lari gunung di Cervera bersama Alex Marquez. Dalam ajang itu, ia harus puas finis keempat dan kalah dari Alex yang finis ketiga.
Dalam acara peresmian tim, Marquez mengaku bertekad mempercepat proses pemulihannya demi maksimal membantu timnya mengembangkan RC213V, mengingat sang tandem, Jorge Lorenzo juga mengalami cedera patah tulang scaphoid tangan kiri dan dipastikan absen dalam uji coba pramusim Malaysia, 6-8 Februari.
Senang Akhirnya Boleh Kendarai Minibike

Setelah dua bulan tak menyentuh motor jenis apa pun, Marquez pun akhirnya diperbolehkan menguji kondisi bahunya dengan menjalani latihan minibike di Sirkuit Alcarras pada Selasa (29/1) lalu. Meski sekadar mengendarai minibike, rider 25 tahun ini pun mengaku senang bukan kepalang bisa kembali mengaspal.
"Saya butuh ini! Saya bisa menempelkan sikut saya ke aspal! Para pebalap harus punya pikiran yang jernih. Setidaknya, dalam perjalanan 14 jam menuju Malaysia, saya bisa berpikir bahwa saya bisa berkendara, mengerem, membuka gas dan mengatur kopling. Kami menjalani beberapa lap dan ini membantu saya melihat situasi," ujarnya lewat rilis resmi tim.
Takkan 100% Sampai Seri Pembuka

Setelah merasa lebih kuat dalam mengendarai minibike, Marquez dipastikan bakal hadir dalam uji coba pramusim di Malaysia, dan 'reuni' dengan timnya. Ia mengaku kondisi fisiknya hanya akan mencapai 70% dalam menjalani uji coba tersebut, namun akan berusaha pulih 100% saat menjalani seri pembuka di Losail, Qatar pada 8-10 Maret mendatang.
"Saya akan mempersiapkan diri dengan baik, karena biasanya Anda menjalani 60-70 lap sehari. Uji coba nanti digelar selama tiga hari dan kami akan menjajal semua perangkat. Saya sendiri belum siap menjalani banyak lap. Mungkin saya akan melakukan sedikit lap, tapi kualitasnya harus bagus," tuturnya lewat Mundo Deportivo.
Apakah Marquez bakal tetap gahar meski kondisi fisiknya tak 100%? Kita nantikan aksinya di lintasan ya, Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









