Jurus Mabuk PSSI: Copot Indra Sjafri, Ganti dengan Bima Sakti
Haris Suhud | 24 November 2017 16:14
Bola.net - - Sangat mengejutkan ketika Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, menunjuk Bima Sakti dan Cristian Gonzales untuk menggantikan Indra Sjafri sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia U-19.
Apa maksud dari penunjukan tersebut?
Indra Sjafri adalah pelatih yang sudah terbukti bekerja dengan baik bersama Timnas U-19. Pada tahun 2013 lalu, pelatih pemegang lisensi A AFC tersebut sukses membawa anak asuhnya menjuarai Piala AFF U-18.
Di Piala AFF U-18 tahun ini, Indra Sjafri memang gagal mengantarkan timnya menjadi juara. Hanya mampu menjadi juara tiga. Namun di sisi lain, ia selalu sukses menyita perhatian masyarakat Indonesia dengan permainan indah timnya.
Yang tak kalah penting dari sosok Indra Sjafri ini adalah kemampuannya dalam mengorbitkan pemain muda. Pada tahun 2013, ia membuat nama Evan Dimas kian populer karena kemampuan tekniknya mengolah bola. Lalu tahun ini, ia kembali mengenalkan pada kita sosok Egy Maulana Vikri yang kemudian disebut-sebut permainannya mirip Lionel Messi. Dan Egy ini adalah top skor di ajang AFF U-18 di Myanmar kemarin.
Selain dua nama tersebut di atas masih terdapat sejumlah nama besutan Indra Sjafri yang kemudian menjadi pemain bintang. Sebut saja Muhamad Rafli Mursalin atau Muhammad Luthfi Kamal.
Melepas Indra Sjafri memang tidak ada salahnya. Ia punya target ketika ditunjuk sebagai pelatih oleh PSSI. Ketika target tersebut gagal, maka pencopotan menjadi risikonya. Kontrak Indra Sjafri sendiri bersama Timnas U-19 hanya sampai pada bulan Desember mendatang.
Baca Juga: Melepas Indra Sjafri dari Timnas Indonesia U-19 dengan Ikhlas
Sekali lagi tidak ada salahnya mengganti Indra Sjafri yang sudah mengukir prestasi bersama Indonesia dengan pelatih lain. Namun tentu saja, harapannya, PSSI bisa mencarikan ganti pelatih yang lebih baik.
Tapi kemudian hal yang mengejutkan adalah ketika Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang tahun depan akan maju sebagai Calon Gubernur di Sumatera Utara menyampaikan bahwa pengganti Indra Sjafri adalah Bima Sakti dan Cristian Gonzales.
Sementara kami gunakan Bima Sakti dan Gonzales. Bima Sakti sementara menangani usia U-19 dibantu oleh Gonzales, ucapnya.
Pengalaman Bima Sakti
Baiklah! Bicara soal Bima Sakti, mengenang kariernya sebagai pemain sepakbola, memang sangat signifikan. Ia menjalani karier sepakbola profesionalnya sejak 1994, ia pernah membela sejumlah klub di Indonesia. Tentu saja ia sudah hampir khatam tentang seluk-belum sepakbola nusantara.
Namun jika melihat kariernya sebagai pelatih masih seumur jagung. Ia belum pernah menjadi kepala pelatih dalam sebuah klub profesional sebelumnya. Pada tahun 2016, ia tercatat sebagai asisten pelatih di Persiba Balikpapan. Lalu dalam satu tahun terakhir, ia membantu pekerjaan Luis Milla sebagai asisten pelatih di Timnas U-23 dan Senior. Ia mengantongi lisensi B AFC sejak tahun 2015 dan rencananya akan mengambil lisensi A AFC tahun ini.
Tak perlu berburuk sangka dengan kemampuan Bima Sakti ketika menangani Egy Maulana Vikri dkk. Tentu saja ia punya peluang sukses melebihi Indra Sjafri. Sejarah yang akan membuktikan. Ia akan menunjukkan itu di atas lapangan bersama dengan anak-anak yang akan menjadi tanggungjawabnya. Piala Asia U-19 tahun depan akan menjadi pembuktian dirinya.
Tapi yang aneh adalah ketika Bima Sakti disebut sebagai pengganti Indra Sjafri, namun yang bersangkutan justru mengaku tidak tahu. Tak lama setelah namanya disebut PSSI untuk pengganti Indra Sjafri, ia malah mengatakan baru tahu setelah dimintai konfirmasi.
Wah, saya belum tahu nih [soal penunjukan sebagai pelatih Timnas U-19), Mas. Saya malah baru dengar nih, ucapnya.
Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa PSSI tampak tidak melakukan koordinasi dengan orang yang direncanakan akan menjadi pelatih Timnas U-19. Tidak kompak!
Cristian Gonzales Tak Punya Pengalaman Melatih
Lalu yang lebih membingungkan lagi adalah soal pengangkatan Gonzales sebagai asisten. Ia yang akan membantu Bima Sakti mengasuh Timnas U-19. Pemain 41 tahun ini diketahui belum memiliki lisensi kepelatihan. Sementara itu syarat wajib menjadi pelatih tim muda minimal adalah memiliki lisensi B AFC.
Kemudian pihak Gonzales, hampir sama dengan Bima Sakti, tak tahu ketika namanya disebut akan menjadi pelatih di Timnas U-19. Istri Gonzales, Eva Nurida Siregar, mengungkapkan tidak mendapat pemberitahuan dari PSSI.
Saya tidak bisa jawab apa-apa ya, karena dari PSSI belum memberitahu apa-apa, ucap Eva.
Ini aneh.
Lebih jauh lagi, pemain yang masih aktif di Arema FC ini memang mengatakan belum tertarik jadi pelatih. Jika demikian, ia sepertinya memang benar belum punya lisensi sebagai pelatih meskipun juga tersiar kabar bahwa ia sudah punya lisensi B AFC.
Kalau pun saya nanti pensiun belum tentu juga saya jadi pelatih, saya rasa sulit mendapatkan lisensi di Indonesia, mungkin saya akan ambil di Uruguay, ucap Gonzales pada awal bulan November ini.
Semua fakta ini yang membuat banyak orang bingung dengan keputusan PSSI. Gonzales tidak punya pengalaman melatih dan ia juga tak punya lisensi melatih.
Lalu ia akan langsung terjun di dunia kepelatihan menangani tim nasional Indonesia?
“Bisa dijelaskan pertimbangannya apa? Sesuaikah dengan prosedur atau ada pertimbangan lain? Apa tanpa lisensi dibolehkan jadi asisten pelatih? pertanyaan dari mantan pemain Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, ini perlu mendapat jawaban.
Jurus Mabuk PSSI
Pada akhirnya, apapun yang terjadi, kita tak perlu pesimis dengan masa depan sepakbola Indonesia. Di atas kertas, Indra Sjafri memang lebih berkualitas daripada Bima Sakti dan Cristian Gonzales. Tapi bukan berarti Timnas U-19 akan selalu gagal ke depannya pasca pergantian yang ganjal ini. Bahkan Bima Sakti mungkin bisa lebih baik dan menggondol juara di Piala Asia U-19 yang akan berlangsung tahun depan.
Ini mungkin hanyalah sebuah jurus mabuk PSSI untuk menghadirkan kejayaan sepakbola Indonesia menuju Piala Dunia 2034, seperti peta besar PSSI yang kerap didengungkan. Karena mabuk terkadang menjadi jurus paling jitu ketika menghadapi kebuntuan.
Dulu terdapat sebuah film dengan judul ‘Drunken Master’ yang dibintangi oleh Jackie Chan. Dalam film tersebut, Jackie Chan yang berperan sebagai Wong Fei Hung harus belajar pada seorang pemabuk untuk mengalahkan lawan-lawannya. Sehingga jurus tersebut kemudian disebut ‘jurus mabuk’. Mungkin ini yang menjadi inspirasi PSSI untuk memajukan sepakbola Indonesia. Mabuk!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:00
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-10 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:45
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51







