115 Kali Menang, Valentino Rossi Beber Alasan Hanya 3 yang Dilabeli 'Terbaik'
Anindhya Danartikanya | 6 Agustus 2021 08:15
Bola.net - Valentino Rossi resmi mengumumkan dirinya akan pensiun dari MotoGP akhir musim ini, yakni dalam usia 42 tahun, usai 26 musim berlaga di ajang Grand Prix. Selama berkarier, rider Petronas Yamaha SRT ini diketahui mengoleksi 235 podium, yang 115 di antaranya merupakan kemenangan.
Lewat BT Sport pada April 2020, Rossi mengaku ada tiga kemenangan yang ia yakini sebagai kemenangan terbaik, karena ia jalani dengan pertarungan yang sangat sengit dan dijalani dengan para rival bebuyutan. Mereka adalah MotoGP Welkom, Afrika Selatan pada 2004, MotoGP Laguna Seca, Amerika Serikat pada 2008, dan MotoGP Catalunya, Spanyol, pada 2009.
"Dalam peringkat personal terkait kemenangan di karier saya, ada tiga kemenangan yang terhebat, yakni Welkom 2004, kemenangan perdana saya dengan Yamaha; Laguna Seca 2008, pertarungan Casey Stoner; dan Barcelona 2009, pertarungan sampai tikungan terakhir dengan Jorge Lorenzo. Inilah tiga kemenangan terbaik saya," ujarnya seperti yang dikutip Crash.net.
Mengapa sih Rossi bisa menganggap tiga kemenangan ini begitu lekat di hatinya sampai-sampai menyebutnya sebagai tiga kemenangan terbaik? Berikut ulasannya.
MotoGP Afrika Selatan 2004

MotoGP Afrika Selatan 2004 di Sirkuit Welkom, menandai balapan pertama Rossi sebagai pebalap Yamaha Factory Racing, mengingat empat tahun sebelumnya ia membela Honda dan meraih tiga gelar dunia di kelas tertinggi.
Kepindahan Rossi ke Yamaha kala itu memang sangat menghebohkan karena ia sedang jaya-jayanya dengan Repsol Honda, namun justru pindah ke pabrikan yang sama sekali belum pernah meraih gelar dunia di kelas tertinggi sejak GP500 1992 lewat Wayne Rainey.
Banyak yang meyakini bahwa langkah Rossi tersebut merupakan blunder besar, dan banyak pihak ragu ia bahkan bisa menang di atas YZR-M1. Kenyataannya, Rossi malah langsung menang di Welkom, yang kebetulan juga merupakan seri perdana musim 2004.
Tak hanya itu, kemenangan ini makin memuaskan setelah Rossi berhasil mengalahkan salah satu musuh bebuyutannya, Max Biaggi, yang kala itu membela Camel Honda dan tadinya lebih diunggulkan. Pada akhir musim, Rossi bahkan sukses meraih gelar dunia dengan Yamaha.
MotoGP Amerika Serikat 2008

Menjelang MotoGP Amerika Serikat yang digelar di Sirkuit Laguna Seca pada 2008, Casey Stoner yang membela Ducati Team dan merupakan juara dunia bertahan, dijagokan karena sukses meraih kemenangan di gelaran setahun sebelumnya.
Tenaga kuat mesin Desmosedici pun membuat banyak pihak memprediksi Stoner akan kembali berjaya di trek tersebut, namun Rossi, yang saat sesi latihan tertinggal lumayan jauh tak mau tinggal diam, apalagi ia belum pernah menang di Laguna Seca.
Semalam sebelum balapan, Rossi dan timnya pun putar otak untuk mencari cara agar bisa menyaingi Stoner. Mengingat mesin YZR-M1 tak terlalu bertenaga, maka Rossi mengakalinya dengan cara melakukan manuver-manuver agresif di banyak tikungan.
Salah satu bukti agresinya bisa dilihat saat ia menyalip Stoner di Tikungan Corkscrew pada pertengahan balap, di mana ia berambisi menyalip Stoner dari jalur dalam tikungan, hingga akhirnya melewati gravel dan nyaris menabrak Stoner saat kembali ke area aspal.
Keduanya pun terus menjalani aksi saling salip, sampai akhirnya Stoner terjatuh di tikungan terakhir beberapa lap menjelang finis akibat tertekan oleh Rossi. Rossi sendiri akhirnya meraih kemenangan perdana, sekaligus satu-satunya, di Laguna Seca.
MotoGP Catalunya 2009

Tahun 2009 menandai tahun kedua Rossi bertandem dengan Jorge Lorenzo di Yamaha Factory Racing. Sejak awal, keduanya kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan, namun balapan di Sirkuit Catalunya, Spanyol, pada musim itu mempertegas rivalitas di antara keduanya.
Lorenzo yang merupakan rider tuan rumah, tentu ingin meraih kemenangan di kandang. Di lain sisi, Rossi tercatat sebagai rider tersukses di Catalunya, kala itu mengantongi 8 kemenangan, dan tentu ia ingin menambah koleksinya. Persaingan pun makin panas karena keduanya membela tim yang sama.
Sejak awal balapan, mereka pun bersaing sengit hingga akhirnya berduel sendiri, meninggalkan rider-rider lain di belakang. Tapi bukan hanya fakta keduanya berduel sengit sampai finis yang diingat oleh banyak orang, melainkan peristiwa yang terjadi tepat di lap pemungkas.
Manuver menyalip yang tak terduga pun dilakukan Rossi kepada Lorenzo tepat di tikungan terakhir, yakni tikungan yang dianggap banyak pengamat dan pebalap lain sebagai tempat yang mustahil untuk menyalip. Rossi pun meraih kemenangan, sementara Lorenzo harus puas finis kedua.
Sumber: BT Sport, Crashnet
Video: Momen-Momen Menarik di MotoGP Catalunya 2021
Baca Juga:
8 Rival Paling Sengit yang Pernah Dihadapi Valentino Rossi di MotoGP
Valentino Rossi Tegas Banting Setir ke Balap Mobil, Belum Pilih Kejuaraan untuk Digeluti
Tak Punya Penyesalan, Valentino Rossi: Bahkan dengan Ducati Sekalipun!
Valentino Rossi Sempat Serius Ingin Bela VR46 Team di MotoGP 2022
Valentino Rossi Ucap Terima Kasih pada Fans, Masih Sering Kaget Didukung Mati-matian
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Ceko 2026 di Vidio, 19-21 Juni 2026
Otomotif 15 Juni 2026, 11:22
LATEST UPDATE
-
Klasemen Piala Dunia 2026 Grup L Setelah Inggris vs Kroasia Berakhir 4-2
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:20
-
Man of the Match Inggris vs Kroasia: Harry Kane
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:14
-
Hasil Inggris vs Kroasia: Kane Cetak Dua Gol, The Three Lions Menang 4-2
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:06
-
Tempat Menonton Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 05:00
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Uzbekistan vs Kolombia, 18 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 04:45
-
Man of the Match Portugal vs RD Kongo: Joao Neves
Piala Dunia 18 Juni 2026, 02:22
-
Tempat Menonton Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, 17 Juni 2026
Piala Dunia 18 Juni 2026, 02:00
-
Alasan Banyak Pemain Memakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:57
-
Bruno Fernandes dan Alasan Namanya Diucapkan Berbeda di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:49
-
Piala Dunia 2026: Suporter Skotlandia Jadi yang Paling Menonjol
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:03
-
Tempat Menonton Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026
Piala Dunia 17 Juni 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









