6 Alasan Jack Miller Layak Bela Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2021
Anindhya Danartikanya | 26 Mei 2020 16:10
Bola.net - Selama dua pekan belakangan, Jack Miller menjadi topik pembicaraan yang cukup panas di antara penghuni paddock MotoGP meski semua orang tengah menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Pasalnya, Miller dikabarkan telah menjalani proses negosiasi yang serius dengan Ducati Corse mengenai peluang membela tim pabrikan mereka pada 2021, menggantikan salah satu di antara Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.
Miller bahkan sejatinya sudah menjadi kandidat rider tim pabrikan Ducati sejak pertengahan 2019, namun isu ini selalu dibayangi oleh fakta bahwa Ducati juga sempat mengejar Maverick Vinales, Fabio Quartararo, dan Marc Marquez.
Setelah gagal mendapatkan ketiganya, kini Ducati pun benar-benar fokus pada dua rider muda yang mereka miliki di Pramac Racing, yakni Miller dan Francesco Bagnaia. Namun, Miller lebih diunggulkan karena lebih berpengalaman dan sukses kompetitif pada 2019.
Meski keputusan final belum diambil, menggaet Miller untuk diturunkan di tim pabrikan Ducati pada 2021 merupakan hal yang cukup masuk akal. Ada enam alasan utama yang bisa dipertimbangkan Ducati untuk menggandeng 'The Thriller'. Berikut ulasannya.
Gaya Balap yang Agresif

Sejak masih turun di GP125 dan Moto3, Miller dikenal dengan gaya balapnya yang agresif. Hal ini pun dikarenakan latar belakangnya sebagai pebalap motocross saat masih anak-anak. Gaya balap ini pun dikenal cocok dengan Ducati yang sangat bertenaga, sekaligus yang selama ini memang dikembangkan oleh banyak pebalap berlatar belakang motocross.
Masih Muda

Pada Januari lalu, Miller pun menginjak usia 25 tahun, sepantaran dengan kebanyakan rivalnya di MotoGP saat ini, seperti Maverick Vinales, Franco Morbidelli, Alex Rins, Miguel Oliveira, dan Brad Binder. Ia pun diyakini masih punya banyak waktu untuk berkembang lebih jauh, dan fakta ini membuat Miller cocok untuk dijadikan Ducati sebagai proyek jangka panjang.
Kompetitif Sepanjang 2019

Layak atau tidaknya Miller membela tim pabrikan Ducati Team juga bisa dinilai dari performanya sepanjang 2019. Ia sukses meraih lima podium, dan tampil kompetitif di banyak sirkuit. Ia juga tak jarang mengasapi Petrucci, meski rider Italia itu sukses menang di Mugello, Italia.
Tunjukkan Sikap Setia

Memberikan tempat di tim pabrikan juga bisa menjadi langkah yang tepat bagi Ducati untuk membayar kesetiaan Miller pada mereka. Perlu diingat, Miller sempat nyaris terdepak dari Pramac Racing pada 2020, ketika pada pertengahan tahun lalu Jorge Lorenzo diketahui ingin kembali ke Ducati.
Miller pun sempat mendapatkan tawaran untuk membela Red Bull KTM Factory Racing dengan bayaran yang tinggi. Meski begitu, walau merasa sakit hati pada Ducati, Miller menolak tawaran dari KTM dan memutuskan bertahan di Pramac, dengan target membela tim pabrikan Ducati pada 2021 mendatang.
Penerus Casey Stoner

Miller, satu-satunya wakil Australia di MotoGP saat ini, sudah sejak lama diekspektasikan menjadi penerus Casey Stoner pada 2012, yakni saat ia masih turun di Moto3 sekaligus ketika Stoner secara menghebohkan mengumumkan keputusannya pensiun.
Latar belakang Miller dan Stoner yang sama-sama eks rider motocross, juga pernah membela KTM dan Honda pada masa-masa junior, membuat orang yakin mereka punya jalur karier serupa. Atas alasan ini, Miller juga diharapkan bisa menjuarai MotoGP seperti Stoner, satu-satunya rider yang mampu mempersembahkan gelar kepada Ducati (2007).
Berpeluang Cetak Kisah Bersejarah

Jika Miller dan Ducati berhasil mewujudkan harapan besar tersebut, maka mereka berpeluang mencetak kisah bersejarah. Salah satunya adalah kembalinya trofi juara dunia ke Borgo Panigale, Bologna, Italia.
Lainnya, Miller bisa menjadi pebalap pertama yang mampu menjuarai MotoGP setelah melompat langsung dari kelas teringan (GP125/Moto3), tanpa pernah turun di kelas intermediate (GP250/Moto2).
Video: Marc Marquez Optimistis MotoGP 2020 Dimulai Pertengahan Juli
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








