6 Cedera yang Perburuk Karier Jorge Lorenzo di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 14 November 2019 23:40
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari MotoGP dalam usia 32 tahun akhir pekan ini, setelah 18 tahun berkarier di arena Grand Prix dan mengoleksi lima gelar dunia.
Keputusan Lorenzo ini pun diambil berdasarkan cedera parah yang ia alami pada punggungnya, yang tak kunjung pulih sejak kecelakaan di Assen, Belanda pada Juni lalu. Pada kenyataannya, Lorenzo sejatinya tak pernah 100% bugar sejak kecelakaan di Aragon, Spanyol pada 2018 lalu.
"Saya bukan rider yang sering jatuh, tapi sekalinya jatuh, cedera saya paling parah," ungkap Lorenzo dalam wawancaranya dengan Moto.it di gelaran EICMA, Milan, Italia pekan lalu.
Cedera apa saja yang sejatinya memperburuk perjalanan karier Lorenzo selama setahun terakhir? Berikut rangkumannya.
Keretakan Tulang Ibu Jari Kaki

Lorenzo mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 1 pada lap pertama balapan MotoGP Aragon, Spanyol pada 23 September 2019. Start dari pole, ia melaju di jalur luar tikungan pertama, namun harus mengerem mendadak ketika Marc Marquez yang melaju di depannya melambat.
Lorenzo pun terlempar dari motor Desmosedici GP18 miliknya, dan mengalami dislokasi tulang ibu jari kaki kanan. Terus-terusan merasa sakit, cedera ini baru bisa dioperasi pada 3 Desember 2018.
Patah Tulang Pergelangan Tangan
Dua pekan setelah kecelakaan di Aragon, yakni dalam kondisi kaki yang masih cedera, Lorenzo kembali mengalami kecelakaan hebat. Ia terlempar dari motornya di Tikungan 3 pada sesi latihan bebas kedua (FP2) di MotoGP Buriram, Thailand, pada 5 Oktober 2018. Kecelakaan itu mengakibatkan keretakan tulang pergelangan tangan kirinya hingga harus absen balapan.
Untuk mengalami pemulihan lebih efektif, ia pun bertahan di Thailand selama dua pekan untuk menjalani fisioterapi secara intensif. Kabar buruk pun ia terima ketika tiba di Motegi, Jepang, pada 18 Oktober 2018. Usai menjalani scan MRI, keretakan tulangnya justru makin merenggang, membuatnya harus absen di Motegi dan Australia.
Patah Tulang Scaphoid

Usai operasi kaki pada awal Desember, dan masih dalam tahap penyembuhan patah pergelangan tangan kiri, tangan yang sama cedera lagi pada awal tahun 2019. Pada 19 Januari, ia mengalami kecelakaan saat berlatih dirt track di Verona, Italia.
Kecelakaan ini pun menyebabkan patah tulang scaphoid yang harus dioperasi dua hari kemudian. Cedera inilah yang membuat Lorenzo tak maksimal menjalani uji coba pramusim di Sepang, Malaysia, dan Losail, Qatar pada bulan Februari.
Retak Tulang Rusuk
Lorenzo mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 6 dalam sesi latihan bebas ketiga (FP3) MotoGP Qatar di Sirkuit Losail pada 9 Maret lalu. Akibat kecelakaan ini, Lorenzo mengalami keretakan tulang rusuk kanan pertama. Cedera ini pun tak pulih sampai bulan Mei, saat ia turun di Jerez, Spanyol.
Retak Tulang Belakang - Bagian 1
Masa yang lebih kelam bagi Lorenzo dimulai dalam uji coba pascabalap di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol pada 17 Juni pagi. Ia mengalami kecelakaan hebat di Tikungan 8, dan menabrak dinding pembatas.
Usai kecelakaan, Lorenzo dilarikan ke rumah sakit dan ia mengaku 'secara ajaib tak mengalami keretakan tulang apa pun', meski mengaku merasakan rasa sakit pada punggungnya. Padahal, dalam kecelakaan itu, Lorenzo sudah mulai mengalami keretakan pada tulang belakangnya.
Retak Tulang Belakang - Bagian 2

Cedera yang dialami Lorenzo di Catalunya pun diperparah oleh kecelakaan hebat dua pekan setelahnya, yakni di Assen, Belanda, pada 28 Juni. Ia berguling-guling di gravel setelah terjatuh keras dari motor Honda RCV di Tikungan 7 pada sesi latihan bebas pertama (FP1).
Usai kecelakaan, ia tampak linglung, dan segera dilarikan ke Medical Center. Usai menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di Rumah Sakit Assen, Lorenzo diketahui mengalami keretakan tulang belakang T6 dan T8, yang membuatnya terpaksa absen di Assen, Jerman, Ceko, dan Austria.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
LATEST UPDATE
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Prediksi Crystal Palace vs Hoffenheim 6 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 18:40
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





