Ayah Jorge Lorenzo Sebut Valentino Rossi Kerap Bikin Onar Lewat 'Psy War'
Anindhya Danartikanya | 5 Oktober 2020 12:07
Bola.net - Ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, secara menggemparkan menyebut Valentino Rossi sebagai 'si jago perang', karena menurutnya The Doctor merupakan pembalap MotoGP yang tak sportif. Hal ini ia sampaikan kepada Corsedimoto pada Minggu (4/10/2020).
Pada era modern MotoGP, Marc Marquez dan Johann Zarco kerap dianggap sebagai dua rider paling agresif dan berbahaya karena sering terlibat insiden dengan rider lain. Namun, Chicho juga mengingat beberapa momen agresif lainnya dari kisah masa lalu.
Salah satunya adalah saat Loris Capirossi yang mengunci gelar dunia GP250 1998 usai melakukan manuver yang sangat agresif pada Tetsuya Harada saat memperebutkan posisi kedua dalam lap pemungkas di Argentina. Namun, Menurut Chicho, semua ini tak ada apa-apanya dibandingkan Rossi.
Insiden Jerez 2005 dan Laguna Seca 2008

Chicho menyatakan bahwa Rossi memang bukan rider agresif di lintasan, namun ia suka melemparkan perang psikis atau 'psy war' kepada rivalnya, salah satunya dengan rival bebuyutannya, Max Biaggi.
Menurut Chicho, 'psy war' Rossi ini terbukti lewat insiden kontroversial di tikungan terakhir Jerez, Spanyol, pada 2005 dengan Sete Gibernau, dan juga duel sengit dengan Casey Stoner di Laguna Seca, Amerika Serikat pada 2008.
"Sete orang pertama yang harus mengalami perilaku tidak fair Vale di trek. Vale membuatnya melebar dan terus mengganggunya di podium. Dengan Max nyaris sama, Vale selalu menerapkan strategi serupa. Di Laguna Seca, ia menyalip Casey di Corkscrew, dan terus mengganggunya sampai pikiran Casey kacau dan terjatuh," ujarnya.
Sebut Rossi Ubah Perilaku Sejak Simoncelli Tewas

Chico juga mengaku ingat saat Rossi memenangi balapan di Sepang, Malaysia, dan melakukan selebrasi di podium dengan membawa kursi. Rossi membantah selebrasinya itu untuk mencemooh Dani Pedrosa yang sedang cedera lutut dan finis ketiga. Namun Chicho punya opini lain.
"Vale naik podium sambil bawa kursi. Ia melakukannya untuk mencemooh Dani. Ia juga menyerang John Hopkins yang mematahkan giginya dalam kecelakaan dan Vale mencemoohnya. Saat Jorge jadi rivalnya, ia melakukan semua strategi ini tapi tak berhasil," ungkapnya.
Uniknya, Chicho yakin bahwa Rossi sudah meninggalkan teknik 'psy war'-nya usai sang sahabat, Marco Simoncelli meninggal akibat kecelakaan tragis di Sepang. "Bisa dibilang bahwa sejak 23 Oktober 2011 (tanggal tewasnya Simoncelli), perilaku Vale telah berubah. Mungkin ia sudah paham dalam olahraga ini Anda bisa kehilangan nyawa," tutupnya.
Uniknya, kini Rossi dan Lorenzo sendiri sudah tak lagi bermusuhan. Keduanya justru bekerja sama karena Lorenzo tengah menjabat sebagai test rider Yamaha. Rossi sendiri mengakui bahwa ia lah yang mendorong Yamaha untuk menggaet Lorenzo.
Sumber: Corsedimoto
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
Tegas Tak Menyesal, Pol Espargaro Pede Bisa Garang di Honda Seperti di KTM
Fabio Quartararo: Rival Saya Banyak, Tak Hanya Maverick Vinales
Jadwal Siaran Langsung: Formula 1 GP Nurburgring, Eifel 2020
Jadwal Siaran Langsung: MotoGP Le Mans, Prancis 2020
Klasemen Sementara WorldSBK 2020 Usai Seri Magny-Cours, Prancis
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Siaran Piala Dunia 2026: Inggris vs Argentina
Piala Dunia 15 Juli 2026, 22:47
-
Denis Kolinger, Tembok Udara Persija dengan Tinggi 199 Cm
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 20:33
-
DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
Piala Dunia 15 Juli 2026, 20:12
-
Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:43
-
Misi Perdana Shin Tae-yong di Persija: Bangun Fondasi Fisik
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:19
-
Jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di SEA V Cup 2026
Voli 15 Juli 2026, 13:29
-
Sedikit Hiburan buat Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
Piala Dunia 15 Juli 2026, 10:22
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














