Ayah Marco Simoncelli Tuduh Liberty Media Bikin Kacau MotoGP dan Pandang Rendah Moto3 dan Moto2
Anindhya Danartikanya | 18 Desember 2025 11:41
Bola.net - Ayah mendiang Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, menuduh pemilik mayoritas saham Dorna Sports, Liberty Media, bertekad mengacaukan sejarah MotoGP dengan memandang rendah kelas Moto3 dan Moto2. Simoncelli sendiri memiliki tim di kelas Moto3, yakni Sic58 Squadra Corse.
Tim ini dibentuk Simoncelli pada awal 2013, tak sampai dua tahun setelah SuperSic meninggal dunia akibat kecelakaan di MotoGP Malaysia 2011. Hal ini ia lakukan demi menghormati sang putra, yang merupakan juara dunia GP250 2008 dan mantan rider MotoGP.
Liberty sendiri resmi membeli 84% saham Dorna pada 3 Juli 2025, setelah membeli 100% saham Formula 1 pada 2017 dan membuat ajang balap mobil terakbar itu menjadi olahraga yang populer secara global. Liberty bertekad membuat MotoGP mengikuti jejak F1 dalam waktu dekat.
Liberty Media Bikin Paolo Simoncelli Patah Hati

Beberapa gagasan Liberty mulai terdengar pada paruh kedua 2025, dan sebagian diprotes pembalap, tim, dan fans. Yang paling kontroversial adalah keinginan perusahaan media asal Amerika Serikat itu menghapus statistik kelas-kelas ringan: GP50, GP80, GP125, GP250, GP350, Moto3, dan Moto2.
Simoncelli, yang kini berusia 75 tahun, mensinyalir bahwa kehadiran Liberty di MotoGP membuatnya memikirkan kans pensiun sebagai pemilik tim. "Saya tak merasa hari itu (pensiun) masih jauh. Orang-orang Amerika ini bikin saya patah hati. Mereka ingin mengubah segalanya," ujarnya via Corriere della Sera, Rabu (17/12/2025).
Menurut pria Italia ini, Liberty mengacak-acak warisan dan sejarah Grand Prix balap motor yang sudah digoreskan oleh para pembalap dan tim peserta dari berbagai kelas. Ia juga tak terima gelar dunia sang putra, beserta legenda balap motor lainnya, dihapus begitu saja dari sejarah demi mempopulerkan kelas MotoGP saja.
Sebut Liberty Media Ingin Hapus Sejarah Grand Prix Balap Motor
"Tampaknya tak ada yang berjalan baik dari apa yang sudah kami bangun. Mereka ingin menghapus perhitungan resmi gelar dunia di kategori yang lebih ringan, dan hanya memperhitungkan MotoGP. Jadi, (prestasi) anak saya Marco, (Fausto) Gresini, atau (Angel) Nieto akan hilang," ungkap Simoncelli.
"Mereka ingin menghapus sejarah. Mereka bikin kami merasa tak berguna. Bagi orang-orang Amerika dari Liberty, balap motor tidaklah ada. Mereka hanya menginginkan hiburan, mereka bikin sirkus. Bagi mereka, solusinya sederhana: setiap tim MotoGP harus punya tim di Moto3 dan Moto2," pungkasnya.
Sejak Liberty membeli mayoritas saham Dorna, MotoGP juga mewajibkan para pembalap berbaris di depan garis start/finis sebelum balapan digelar demi mendengarkan lagu kebangsaan negara tuan rumah. Format yang sudah lama dipakai F1 ini diprotes oleh para rider, yang dijatuhi denda 2000 euro jika menolak hadir.
Sumber: Corriere della Sera
Baca Juga:
Kode Dapat Restu Daniel Ricciardo, Max Verstappen Resmi Putuskan Pakai Nomor 3 di Formula 1 2026
Daftar Tanggal Launching 11 Tim MotoGP Jelang Musim 2026, Siapa yang Pamer Corak Motor di Indonesia?
Diogo Moreira Diklaim Bisa Lebih Cepat dari Marc Marquez di MotoGP, Begini Tanggapan Bos LCR Honda
Motorsport Indonesia Berduka, Pembalap Awhin Sanjaya Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Balapan Sumatera Cup Prix Jambi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Susunan Pemain Brighton vs Arsenal: Saka dan Odegaard Kembali Starter
Liga Inggris 19 September 2026, 16:00
-
Raphinha Ingin Perpanjang Kontrak dan Pensiun di Barcelona
Liga Spanyol 19 September 2026, 00:15
-
MU Terpuruk, Michael Carrick Tegaskan Tak Pikirkan Masa Depannya
Liga Inggris 18 September 2026, 23:25
-
Mikel Arteta Bicara Kontrak Baru di Arsenal: Tidak Perlu Khawatir
Liga Inggris 18 September 2026, 22:50
LATEST UPDATE
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

