Bastianini-Marini: Semua Sama Kuat, Rivalitas Ikonik di MotoGP Nyaris Punah
Anindhya Danartikanya | 8 Februari 2021 09:50
Bola.net - Melihat level performa motor, tim, dan pembalap yang kian setara di MotoGP selama beberapa tahun terakhir, Enea Bastianini dan Luca Marini sama-sama yakin bakal sulit melihat rivalitas sengit antara 2-3 pembalap saja seperti era yang dulu-dulu. Hal ini mereka sampaikan kepada Autosport pada Minggu (7/2/2021).
MotoGP memang dikenal memiliki banyak rivalitas sengit bersejarah, contohnya Kevin Schwantz dan Wayne Rainey, serta Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo atau Casey Stoner. Namun, Bastianini dan Marini yakin hal ini terjadi karena dulu, pembalap yang benar-benar kuat hanya bisa dihitung dengan jari. Kini, semua sudah berubah.
Selama enam tahun terakhir, terutama sejak Michelin jadi suplier tunggal ban MotoGP dan ada penyeragaman elektronik pada 2016, level performa para peserta makin setara. Rivalitas tak lagi terjadi di antara 2-3 rider, melainkan bisa sampai 15 rider. Apalagi, kini tiap pabrikan tak malu-malu lagi memberi dukungan tinggi ke tim satelit.
Level Kian Setara, Semua Sama Kuat

"Jika rivalitas sengit macam itu terjadi, maka itu karena kami membuat perbedaan. Tapi tak bisa dipastikan apakah rivalitas semacam itu bisa selalu terbentuk. Beberapa tahun terakhir, semua ada di level yang sama, dari motor, tim, sampai pembalap. Saya ingin jadi protagonis juga, tapi pasti banyak rider yang juga begitu," tutur Bastianini.
Marini, yang mengaku punya hubungan 'sempurna' dengan Bastianini, tak memungkiri dirinya ingin punya rivalitas sengit dengan tandemnya tersebut, karena berarti keduanya sama-sama punya potensi besar. Namun, ia juga menyadari rival berat yang harus ia hadapi tak hanya Bestia, melainkan juga banyak rider kuat lainnya.
"Saya berharap rivalitas macam itu bisa terjadi, karena itu berarti kami memang sama-sama kuat. Tapi rider kuat lain juga banyak di MotoGP, jadi rivalitas macam itu tak lagi ada. Kini, Anda harus melawan 12 rider sekaligus demi menang, tak hanya 2-3 rider seperti dulu," ungkap pembalap berjuluk Marinovich ini.
Rivalitas Bersejarah Kini Bakal Sulit Dilihat
Di lain sisi, Marini juga tak bisa memastikan, level performa yang setara di antara para peserta MotoGP ini bisa jadi keuntungan atau justru jadi kerugian. Pasalnya, semua pembalap kini punya kans yang sama nyata dalam meraih hasil baik, namun persaingan juga jadi lebih sulit ditembus.
"Entah apakah ini bikin perjuangan lebih sulit atau lebih mudah, karena semua orang nyaris tak membuat perbedaan dan sangat berdekatan. Namun, saya rasa pada era ini, bakal sulit melihat rivalitas bersejarah seperti dulu. Tapi mungkin saja di masa depan hanya saya dan Enea yang kuat. Pasti bakal menyenangkan," tutupnya.
Bastianini dan Marini, bersama Jorge Martin (Pramac Racing), akan menjalani uji coba shakedown, yakni uji coba khusus debutan dan test rider, di Losail, Qatar, pada 5 Maret. Setelahnya, mereka akan menjalani uji coba pramusim dengan para pembalap senior pada 6-7 dan 10-12 Maret.
Sumber: Autosport
Video: Maverick Vinales Jatuhkan Diri dalam Kecepatan Tinggi di MotoGP Styria
Baca Juga:
- Franco Morbidelli Petik Pelajaran Berharga Tiap Kali Latihan Bareng Valentino Rossi
- Franco Morbidelli: Persaingan Sengit, MotoGP Bagai Hutan Penuh Hewan Buas
- 'Cuma Dapat Ducati GP19, Enea Bastianini-Luca Marini Takkan Rugi-Rugi Amat'
- Gaet Bastianini-Marini, Esponsorama Yakin Bentuk 'Dream Team' di MotoGP
- Maverick Vinales Diam-Diam Menikah di Sela Persiapan Jelang MotoGP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








