Beda Visi dan Kerap Bertengkar, Alasan Andrea Dovizioso Tinggalkan Ducati
Anindhya Danartikanya | 9 September 2020 13:57
Bola.net - Meski setia membela Ducati selama delapan tahun terakhir di MotoGP, Andrea Dovizioso tak memungkiri dirinya dan para petinggi Tim Merah kerap bertengkar selama beberapa musim terakhir akibat beda gagasan soal pengembangan performa Desmosedici. Hal ini ia sampaikan via MotoGP.com, Selasa (8/9/2020).
Dovizioso, yang membela Ducati sejak 2013 dan menjadi ujung tombak pengembangan motornya, secara mengejutkan memutuskan hengkang dari pabrikan tersebut pada akhir musim nanti. Dovizioso masih belum mau bicara detail, namun menyatakan bahwa langkah ini ia ambil karena perbedaan prinsip.
Ducati boleh jadi merupakan salah satu motor paling bertenaga di grid, namun mereka tertinggal di tikungan dari Yamaha dan Suzuki. Dovizioso telah meminta permasalahan ini menjadi fokus perbaikan Ducati sejak ia bergabung, namun selalu diabaikan sampai sekarang.
Sudah Lama Pertimbangkan Hengkang

Hal ini berujung pada cekcok antara Dovizioso dan insinyur utama sekaligus General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna. Hubungan yang retak ini terlihat jelas dalam film dokumenter 'Undaunted' yang dirilis Red Bull pada Februari lalu. Lagi-lagi tak melihat sinyal Ducati mau melakukan perubahan, 'Dovi' pun memilih pergi.
"Mengambil keputusan ini memang sulit, tapi tak parah-parah amat, atas berbagai alasan. Bukan bagi saya, tapi ini wajar-wajar saja. Baik di dunia balap maupun olahraga lain, kondisi seperti ini memang bisa terjadi. Anda memang harus mengikuti aliran situasi yang ada," ungkap tiga kali runner up MotoGP ini.
"Pada akhirnya, keputusan ini tak saya ambil berdasar pertimbangan dalam sehari saja, tapi jauh lebih lama lagi. Dalam delapan tahun kerja sama kami, ada banyak hal terjadi. Awalnya memang sangat sulit dan berat, tapi kami berkembang bersama, dan ini pengalaman yang sangat penting," lanjutnya.
Ducati Punya Banyak Orang Cerdas, Tapi...

Sejak Dovizioso bergabung, ditambah kehadiran Dall'Igna pada 2014, Ducati memang secara bertahap bangkit dari keterpurukan. Sempat paceklik kemenangan selama enam tahun, kini mereka kembali menjadi kandidat juara dunia setiap tahun walau belum bisa menggulingkan dominasi Marc Marquez dan Honda.
"Di dalam Ducati, banyak orang yang sangat berkualitas dan sangat cerdas. Tapi di lain sisi, pendekatan orang Italia tidaklah biasa, dan tak mudah selalu sepakat dalam banyak hal. Kami pun sering bertengkar beberapa tahun terakhir karena tak punya gagasan yang sama dalam bekerja," kisah Dovizioso.
Meski begitu, rider 34 tahun ini merasa bersyukur pernah bergabung dengan pabrikan asal Bologna ini. "Kinerja saya bersama orang-orang Italia sangatlah positif dan menyenangkan, karena kami bisa mendapatkan kemajuan, dan mewujudkan hal-hal yang tadinya nyaris mustahil terjadi," pungkasnya.
Sumber: MotoGP
Video: Gaya Rambut Valentino Rossi dari Masa ke Masa
Baca Juga:
Casey Stoner: Dovizioso-Vinales Paling Wajib Juarai MotoGP 2020
Fans Datang, Franco Morbidelli Girang Sambut MotoGP San Marino
Casey Stoner Berat Lihat Valentino Rossi Tak Ikut Rebut Kemenangan
Fabio Quartararo: Wajib Hukumnya Naik Podium Lagi di Misano
Casey Stoner Bela Andrea Dovizioso, Sebut Ducati Hobi Abaikan Masukan Rider
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 31 Mei 2026, 18:37
-
Hasil Race 2 WorldSPB Aragon 2026: Xavi Artigas Kalahkan Carter Thompson
Otomotif 31 Mei 2026, 18:33
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Italia di Mugello
Otomotif 31 Mei 2026, 18:03
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















