
Bola.net - Juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, blak-blakan mengaku kecewa Ducati tak memperlakukan Andrea Dovizioso dengan baik, dan tak mendengar masukannya dalam mengatasi permasalahan terbesar pada Desmosedici yang telah terjadi selama satu dekade: kurang lincah di tikungan.
Ducati boleh jadi merupakan salah satu motor paling bertenaga di grid, namun mereka tertinggal di tikungan dari Yamaha dan Suzuki. Dovizioso pun telah meminta permasalahan ini menjadi fokus perbaikan Ducati sejak ia bergabung pada 2013 lalu, namun selalu diabaikan sampai sekarang.
Hal ini berujung pada cekcok antara Dovizioso dan insinyur utama sekaligus General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna. Lagi-lagi tak melihat sinyal Ducati ingin melakukan perubahan, 'Dovi' pun mengumumkan keputusan hengkang pada akhir musim ini akibat ketidakcocokan pada prinsip kerja dengan Ducati.
Tak Belajar, Ducati Justru Bebal

"Saya kecewa pada Ducati. Usai bertahun-tahun harusnya mereka belajar untuk benar-benar memperlakukan para rider seperti para rider memperlakukan mereka. Andrea telah melakukan segalanya, seperti saya dulu, dan ini adalah alasan terbesar yang bikin saya meninggalkan Ducati sebagai test rider," ujar Stoner via podcast 'In the Fast Lane', Selasa (8/9/2020).
Stoner pernah membela Ducati pada 2007-2010, dan hengkang ke Repsol Honda pada 2011 karena masukannya soal Desmosedici tak didengar oleh insinyur utama Ducati kala itu, Filippo Preziosi. Pada 2016, ia pun kembali ke Tim Merah sebagai test rider, namun hengkang pada akhir 2018 dengan alasan yang sama.
"Kami sungguh tak bisa menyampaikan pikiran kami kepada Ducati, demi mendorong mereka melakukan perubahan demi pembalap. Jika mereka tidak melihatnya pada data, mereka pikir pikiran kami tidak relevan. Padahal, segala hal soal motor adalah soal perasaan pembalap," kisah Stoner.
Ducati Nyaris Fantastis, Tapi Selalu Punya Satu Kekurangan

Stoner pun memperingatkan Ducati bahwa MotoGP bukanlah ajang balap mobil, yang menurutnya hanya ditentukan oleh tiga elemen utama, yakni setir, rem, dan gas. Ia merasa motor punya lebih banyak aspek yang harus dipertimbangkan, dan salah satu yang paling penting adalah perasaan pembalapnya ketika berkendara.
"MotoGP bukan balap mobil, di mana Anda duduk dan Anda hanya punya beberapa elemen tertentu seperti setir, rem, dan gas. Motor berbeda, posisi rider bisa berubah setiap kali motornya bergerak. Jadi, jika mereka punya rider yang sangat baik menyediakan info macam itu seperti Andrea, harusnya mereka mendengarkannya," ungkapnya.
"Ini hal besar yang bikin Andrea tak senang. Bertahun-tahun mereka hanya memikirkan data, semua hanya soal mesin dan aerodinamika. Semua diputuskan oleh satu pihak. Ducati sangat dekat dengan kata 'fantastis', tapi selalu kehilangan satu hal fundamental, dan itu adalah performa menikung. Padahal itu hanya bisa didapatkan dari rider dan performa sasis," pungkas Stoner.
Sumber: Podcast 'In the Fast Lane'
Video: Kegembiraan Brad Binder Usai Menangi MotoGP Ceko
Baca Juga:
Advertisement
Berita Terkait
-
Otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 19:45Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
-
Bola Indonesia 31 Oktober 2026 17:44Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
BERITA LAINNYA
-
otomotif 31 Oktober 2026 14:43Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
Ducati Berpeluang 'Team Order' di MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Kirim Sinyal Tentang Alex Marquez
Aspal Sirkuit Sepang Hancur Jelang MotoGP Malaysia 2026, Pembalap Mengeluh Sebut Lintasan Mirip Arena Motocross!
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
MotoGP Petronas Grand Prix of Malaysia 2026: Marquez Ingin Menjauh, Aprilia Menolak Menyerah
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
