Ben Spies Beberkan Alasannya Hengkang dari Yamaha
Editor Bolanet | 3 Januari 2013 17:00
- Ben Spies akhirnya angkat bicara lebih detil mengenai alasannya hengkang dari Yamaha pada akhir 2012. Ia akan membela tim Pramac Ducati di MotoGP 2013 dan bertandem dengan rookie Andrea Iannone.
Spies telah menjadi pebalap Yamaha sejak pindah dari AMA Superbike ke World Superbike (WSBK) pada awal 2009. Pada tahun yang sama, ia segera mendapatkan gelar dunia. Ia masuk ke MotoGP pada tahun berikutnya dan sukses meraih kemenangan pertamanya di seri Belanda 2011.
Pada tahun 2012, pebalap Amerika Serikat itu mengalami nasib buruk. Ia beberapa kali mengalami kesalahan teknis dan bahkan gagal finis. Pada pertengahan musim, ia mengumumkan tidak akan membela Yamaha lagi pada 2013. Keputusannya ini membuat banyak pihak terkejut.
Saya keracunan makanan di Mugello, bahkan tak seharusnya mengikuti balapan. Saat memakai helm, saya merasa mual. Tubuh saya juga gemetaran tak terkendali, ujar Spies kepada CycleWorld.com. Keesokan harinya, Yamaha melakukan uji coba, tapi saya absen. Saya tidak bisa berkendara. Saya tak bisa bergerak. Saya tak bisa melakukan apapun.
Menurut Spies, perkataan salah satu pegawai senior di Yamaha lah yang membuatnya semakin yakin untuk hengkang dari tim Garpu Tala. Seorang pegawai senior Yamaha berkata, 'Kami telah menginvestasikan banyak uang untukmu. Jangan datang ke Laguna Seca (seri selanjutnya) jika kamu tidak 100 persen,' lanjut Spies. Ia pun menambahkan, 'Kami sudah kehilangan kepercayaan padamu.'
Tiga kali juara AMA Superbike ini juga menyatakan kehilangan rasa hormat kepada pegawai senior tersebut. Saat itulah saya memutuskan tidak akan membela Yamaha pada tahun 2013, tambahnya. Saya memiliki banyak teman baik di Yamaha, namun ketika seseorang berkata pada anda seperti itu, maka anda kehilangan rasa hormat untuknya.
Kini posisi Spies akan digantikan oleh rekan setim Jorge Lorenzo yang terdahulu, Valentino Rossi. Pebalap berjuluk Texas Terror dan Elbowz ini pun mengaku sempat terpikir untuk kembali ke WSBK bersama BMW, namun memutuskan untuk bertahan di MotoGP. Meski sempat tertarik atas tawaran Honda, Spies lebih memilih Pramac Ducati. Walau berstatus sebagai tim satelit, tim tersebut akan mendapatkan suplai dari pabrikan seperti tim Ducati.
Yamaha merupakan motor yang hebat, namun mereka sangat menyukai kecepatan di tikungan. Jika melaju, maka ban akan keluar jalur dan sulit dikendalikan, komentar Spies tentang YZR-M1. Sementara itu, motor Honda dan Ducati sepertinya bisa dikendarai dengan cara yang lebih 'liar'.
Spies kini masih menjalani masa penyembuhan cedera bahu yang ia dapat setelah mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Malaysia lalu. Ia sempat absen melakukan uji coba dengan Ducati di Valencia, namun akan kembali turun lintasan di Malaysia awal Februari mendatang. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
Spies telah menjadi pebalap Yamaha sejak pindah dari AMA Superbike ke World Superbike (WSBK) pada awal 2009. Pada tahun yang sama, ia segera mendapatkan gelar dunia. Ia masuk ke MotoGP pada tahun berikutnya dan sukses meraih kemenangan pertamanya di seri Belanda 2011.
Pada tahun 2012, pebalap Amerika Serikat itu mengalami nasib buruk. Ia beberapa kali mengalami kesalahan teknis dan bahkan gagal finis. Pada pertengahan musim, ia mengumumkan tidak akan membela Yamaha lagi pada 2013. Keputusannya ini membuat banyak pihak terkejut.
Saya keracunan makanan di Mugello, bahkan tak seharusnya mengikuti balapan. Saat memakai helm, saya merasa mual. Tubuh saya juga gemetaran tak terkendali, ujar Spies kepada CycleWorld.com. Keesokan harinya, Yamaha melakukan uji coba, tapi saya absen. Saya tidak bisa berkendara. Saya tak bisa bergerak. Saya tak bisa melakukan apapun.
Menurut Spies, perkataan salah satu pegawai senior di Yamaha lah yang membuatnya semakin yakin untuk hengkang dari tim Garpu Tala. Seorang pegawai senior Yamaha berkata, 'Kami telah menginvestasikan banyak uang untukmu. Jangan datang ke Laguna Seca (seri selanjutnya) jika kamu tidak 100 persen,' lanjut Spies. Ia pun menambahkan, 'Kami sudah kehilangan kepercayaan padamu.'
Tiga kali juara AMA Superbike ini juga menyatakan kehilangan rasa hormat kepada pegawai senior tersebut. Saat itulah saya memutuskan tidak akan membela Yamaha pada tahun 2013, tambahnya. Saya memiliki banyak teman baik di Yamaha, namun ketika seseorang berkata pada anda seperti itu, maka anda kehilangan rasa hormat untuknya.
Kini posisi Spies akan digantikan oleh rekan setim Jorge Lorenzo yang terdahulu, Valentino Rossi. Pebalap berjuluk Texas Terror dan Elbowz ini pun mengaku sempat terpikir untuk kembali ke WSBK bersama BMW, namun memutuskan untuk bertahan di MotoGP. Meski sempat tertarik atas tawaran Honda, Spies lebih memilih Pramac Ducati. Walau berstatus sebagai tim satelit, tim tersebut akan mendapatkan suplai dari pabrikan seperti tim Ducati.
Yamaha merupakan motor yang hebat, namun mereka sangat menyukai kecepatan di tikungan. Jika melaju, maka ban akan keluar jalur dan sulit dikendalikan, komentar Spies tentang YZR-M1. Sementara itu, motor Honda dan Ducati sepertinya bisa dikendarai dengan cara yang lebih 'liar'.
Spies kini masih menjalani masa penyembuhan cedera bahu yang ia dapat setelah mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Malaysia lalu. Ia sempat absen melakukan uji coba dengan Ducati di Valencia, namun akan kembali turun lintasan di Malaysia awal Februari mendatang. [initial]
Source: Crash.net (cn/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Skuad Valentino Rossi Ingin Gabungkan Pembalap Senior dan Junior di MotoGP 2027
Otomotif 17 Maret 2026, 11:53
-
Valentino Rossi Tegas Tak Mau Tes Motor MotoGP: Saya Nggak Kangen!
Otomotif 13 Maret 2026, 10:52
LATEST UPDATE
-
Como Bergerak di Bursa Transfer: Kaiki Mendekat, Sergi Roberto Pergi
Liga Italia 20 Juni 2026, 05:12
-
Man of the Match Amerika Serikat vs Australia: Folarin Balogun
Piala Dunia 20 Juni 2026, 04:30
-
Skenario Kelolosan Kanada ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 23:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Selandia Baru vs Mesir 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:53
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Uruguay vs Cape Verde 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 22:38
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia vs Iran 22 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Arab Saudi 21 Juni 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 21:15
-
Dengan Peran Lebih Tepat, Cristiano Ronaldo Masih Bisa Sangat Berbahaya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 20:56
-
Amerika Serikat vs Australia: 5 Kunci Penentu Laga Krusial
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:58
-
Julen Lopetegui Murka Usai Qatar Dibantai Kanada 0-6, Ini Penyebabnya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:25
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









