Bos Ducati: Saya Nyaris Gila Lihat Hasil Awal Musim
Anindhya Danartikanya | 12 Mei 2017 14:00
Bola.net - - General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna mengaku frustrasi melihat hasil empat seri pertama MotoGP musim ini. Usai tampil begitu garang di paruh kedua musim lalu, Ducati justru melempem awal musim ini, baru meraih dua podium masing-masing lewat Andrea Dovizioso di Qatar dan Jorge Lorenzo di Jerez, Spanyol.
Podium yang diraih Dovizioso sejatinya cukup bisa diprediksi karena Losail dikenal bersahabat dengan Ducati, namun podium Lorenzo datang tak disangka-sangka, karena Lorenzo belum menjalani proses adaptasi dengan optimal dan Jerez dikenal sebagai salah satu 'musuh' Ducati di kalender balap MotoGP.
Jujur, rasanya saya gila melihat hasil empat seri pertama. Saya berharap lebih dan saya tak puas. Tapi kami telah menganalisis segalanya, dan hasil baik mulai datang. Jorge dan Dovi sangat sensitif, tahu apa yang dibutuhkan agar melaju cepat. Informasi mereka sangat vital bagi pengembangan kami, ujar Dall'Igna kepada GPOne.
Motor Desmosedici memang dikenal sebagai mesin paling kuat di MotoGP karena memiliki tenaga yang begitu besar. Lorenzo pun yakin Ducati harus mulai beralih fokus pada sasis, seperti yang dilakukan Yamaha, namun Dall'Igna membantah pihaknya kelewat fokus pada performa mesin.
Saya rasa kami tak fokus pada hal tertentu. Kami mengerjakan semuanya, termasuk elektronik, aerodinamika dan sasis. Tapi kami tak berencana menurunkan sasis baru. Kami bisa bekerja dengan baik lewat sasis kami sekarang, hanya saja motor kami belum seimbang bila menggunakan sasis ini tanpa winglet, tuturnya.
Sayang, winglet kini telah dilarang penggunaannya. Setiap pabrikan diperbolehkan mencari solusi aerodinamika melalui fairing, namun hanya diizinkan memakai dua model terhomologasi sepanjang musim. Sebagai pelopor winglet dalam dua tahun sebelumnya, Ducati justru jadi satu-satunya pabrikan yang belum memperkenalkan fairing baru.
Kami punya beban yang baik di area depan motor, namun kami tertinggal di top speed. Kami jelas tengah mengatasinya, namun dengan hanya dua fairing yang diperbolehkan sepanjang musim, saya memilih menunggu untuk benar-benar tahu keuntungannya. Saya tidak cemas, regulasi berubah dan kami memang harus mencari solusinya, pungkasnya.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Arema FC 24 April 2026
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:17
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs PSBS Biak 24 April 2026
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:12
-
Nonton Live Streaming BRI Super League: Malut United vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 23 April 2026, 18:01
-
Hasil PSM vs Persik: Juku Eja Menjauh dari Zona Degradasi
Bola Indonesia 23 April 2026, 17:35
-
Pergerakan Liverpool Dekati Randal Kolo Muani Bikin Juventus Agak Panik
Liga Italia 23 April 2026, 17:00
-
Revolusi Lini Tengah MU: Dimulai dari Transfer Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 23 April 2026, 16:42
-
Popsivo Polwan Kunci Peringkat Tiga Proliga 2026 Usai Tumbangkan Electric PLN
Voli 23 April 2026, 16:29
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














