Danilo Petrucci: Ducati Selalu Salahkan Rider Kalau Hasilnya Buruk
Anindhya Danartikanya | 19 Januari 2021 12:21
Bola.net - Pembalap baru Tech 3 KTM Factory Racing MotoGP, Danilo Petrucci, tak memungkiri punya hubungan personal yang baik dengan para anggota tim Ducati Team. Meski begitu, ia tak segan-segan menyatakan mentalitas kerja Ducati Corse tak biasa. Menurutnya, jika mereka meraih hasil buruk, maka itu akibat kesalahan para ridernya.
Petrucci mengaku dirinya merasa sangat senang mengendarai motor Desmosedici spek pabrikan saat masih bernaung di bawah Pramac Racing, yakni tim satelit dengan atmosfer yang lebih rileks. Namun, sekalinya ia pindah ke Ducati Team pada 2019, atmosfer berbeda ia temukan dan semuanya lebih menegangkan.
Ia pun sangat senang bisa sukses meraih kemenangan di Mugello pada 2019 dan Le Mans pada 2020, namun rider Italia ini menyatakan hasil tersebut tak pernah memuaskan bagi Ducati, dan hal ini pula yang dirasakan Andrea Dovizioso belakangan ini. Hal ini ia nyatakan via program 'Girglia di Partenza' di kanal YouTube TelenovaMSP.
Ducati Kurang Manusiawi dalam Perlakukan Ridernya

"Pendekatan kaku bisa saja dilakukan, tapi sistem macam itu tak selalu cocok untuk semua rider. Saya sendiri tak pernah dipertimbangkan sebagai rider yang bisa dipakai bertaruh, bahkan saat melaju cepat. Saya punya beberapa kemampuan yang sama dengan Andrea, namun kami yang dianggap bermasalah," ujar Petrucci seperti yang dikutip Corsedimoto, Sabtu (16/1/2021).
"Kalau saya tampil baik, Andrea dianggap tak bisa tampil sebaik saya. Ducati akan selalu menunjukkan kepada Anda betapa membanggakannya mengendarai motor mereka, sementara menurut saya, pembalap butuh perlakukan pribadi di level manusiawi. Itulah yang tak mereka lakukan," ungkap rider berusia 30 tahun ini.
Petrucci juga menyatakan Ducati punya ego tinggi, selalu percaya motor mereka punya performa terbaik. Jika hasil yang diraih tak sesuai harapan, maka mereka menganggap si pengendara lah yang tak mampu mengeluarkan potensi terbaiknya. Hal ini bahkan dikatakan sendiri oleh sang CEO, Claudio Domenicali, kepada Jorge Lorenzo pada 2018, sebelum akhirnya mereka berpisah.
Bela Ducati Team Tiada Ampun bagi Pembalap
"Ducati memiliki prinsip engineering-nya sendiri. Jika ada yang salah, mereka akan menggantinya. Mereka percaya bahwa motor mereka selalu merupakan yang terbaik, dan jika tidak, maka itu salah si pembalap. Namun, itu bukan lagi jadi masalah saya," ujar Petrucci, yang akan menjalani debutnya bersama KTM dalam uji coba Qatar pada Maret mendatang.
Petrucci juga menyatakan membela tim pabrikan Ducati sungguh tiada ampun bagi pembalap, apalagi jika si rider finis di belakang rider tim satelit. Tak hanya itu, Petrucci juga menyatakan Ducati telah bersikap tak adil kepada Tito Rabat, juara dunia Moto2 2014 yang selalu dapat dukungan teknis terendah selama di Esponsorama Racing.
"Saat Anda membela tim pabrikan, Anda harus ada di depan dan Anda nyaris dipaksa menang, tak ada alasan jika Anda ada di belakang tim satelit karena motor kami semua sama dan punya dukungan yang sama. Tito tidak punya dukungan yang layak. Ia rider yang sangat cepat, tapi diperlakukan dengan buruk," pungkasnya.
Sumber: TelenovaMSP, Corsedimoto
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
Fabio Quartararo Akhirnya Kunjungi Markas Yamaha untuk Pertama Kali
Resmi Pensiun, Leon Camier Jadi Manajer Team HRC di WorldSBK 2021
Pol Espargaro: Honda Tak Mau Punya Satu Rider Cepat
Pol Espargaro: Hubungan dengan Marc Marquez Jauh Lebih Baik Ketimbang Dulu
Joan Mir Ingin Duel Sengit dengan Fabio Quartararo di MotoGP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

