Danilo Petrucci Yakin Marc Marquez Takkan Diteriaki Penonton Kalau Balapan di WorldSBK
Anindhya Danartikanya | 19 September 2024 11:40
Bola.net - Pembalap Barni Spark Racing Team WorldSBK yang juga eks rider MotoGP, Danilo Petrucci, menyatakan Marc Marquez takkan diteriaki fans mana pun, termasuk fans Italia, andai balapan di WorldSBK. Menurutnya, fans WorldSBK lebih fokus menghargai pembalap dibandingkan dengan fans MotoGP.
Sejak berselisih dengan Valentino Rossi di Sepang, Malaysia, pada 2015, Marquez memang menjelma menjadi musuh publik Italia. Ia tidak disambut hangat setiap kali berlaga di Sirkuit Mugello dan Misano, dan bahkan kerap diteriaki penonton ketika naik podium dan menang.
Marquez sendiri tak pernah mempedulikan teriakan-teriakan ini, dan bahkan kerap memberikan ciuman jauh setiap bertemu para pembencinya. Peristiwa ini terulang di Misano dua pekan lalu. Ketika Marquez dipanggil untuk naik podium, tifosi segera meneriakinya dan Marquez memberi mereka ciuman jauh.
Cuma Terjadi di Italia, Tak Pernah Terjadi di Negara Lain

Lewat MOW Magazine, Selasa (17/9/2024), Petrucci mengaku heran melihat kelakuan buruk fans Italia ini. Pasalnya, ia tak melihat kelakuan macam ini di negara-negara lain. Ia pun menghargai gestur Pecco Bagnaia, yang juga berada di podium bersama Marquez, meminta penonton untuk berhenti meneriaki Marquez.
"Ini hanya terjadi di Italia. Di tempat lain, fans tidak meneriaki para rider. Tidak pernah. Saya pun mengapresiasi gestur Pecco, dan saya harap ini kejadian terakhir. Mereka pikir bisa mengintimidasi Marc dengan teriakan. Mereka tak paham bahwa mereka justru memberinya tambahan energi. Mereka membuatnya melaju lebih cepat dengan cara meneriakinya," ujar Petrucci.
Usai 10 tahun berlaga di MotoGP, Petrucci pun menyatakan bahwa para penggemar WorldSBK punya kelakuan yang lebih baik daripada penggemar MotoGP. Menurutnya, fans WorldSBK benar-benar merupakan orang-orang pencinta motor, sehingga mereka menghargai segala usaha dan talenta para pembalap yang mengendarainya.
Fans WorldSBK Fokus Dukung Motor, Takkan Sibuk Benci Pembalap
"Yang mengikuti superbike adalah orang-orang yang sungguh antusias soal motor. Di semua kejuaraan motor produksi massal, protagonisnya adalah motor. Para rider lebih dari sekadar karakter. Saya tak berusaha beropini kontroversial. MotoGP telah menjadi dunia saya begitu lama, jadi mengapa saya harus menciptakan kontroversi?" tutur 'Petrux'.
Atas alasan inilah rider Italia berusia 34 tahun ini yakin bahwa Marquez takkan diteriaki jika berlaga di WorldSBK, dan justru bakal lebih diapresiasi. Ia yakin, para penggemar WorldSBK tetap akan menjagokan pembalap-pembalap tertentu, tetapi juga tak akan ada pembalap yang benar-benar dibenci oleh mereka.
"Tidak, mereka takkan meneriakinya. Saya sudah bilang, fans superbike terbuat dari hal-hal yang berbeda, meski ajang ini tetap kejuaraan dunia dan statistik masih penting. Jika Marc datang dan balapan di superbike, bisa saja dia akan dapat beberapa teriakan juga, tapi saya rasa justru tidak akan," tutup Petrucci.
Sumber: MOW Magazine
Baca Juga:
- Sebut Kelakuan Fans Italia Buruk, Danilo Petrucci Pernah Minta Maaf ke Marc Marquez Karena Malu
- Bantuan Hosting Fee Berdatangan, ITDC Pastikan MotoGP Mandalika 2024 Tetap Digelar
- Daftar Rookie MotoGP 2025: Ada 3 Rider, Siapa yang Bakal Jadi Debutan Terbaik?
- Daftar Pembalap Moto3 dan Moto2 2025: Lulus dari Rookies Cup, Valentin Perrone Gabung KTM Tech 3
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






