Demi Kesejahteraan Pembalap, MotoGP Ingin Tetapkan Upah Minimum Mulai 2027
Anindhya Danartikanya | 26 Februari 2026 10:55
Bola.net - Demi kesejahteraan hidup pembalap, MotoGP bertekad menetapkan upah minimum untuk pertama kalinya dalam sejarah. Aturan ini kabarnya akan diterapkan pada 2027 dan sedang dibicarakan dengan semua tim peserta.
Sejak digelar pertama kali pada 1949, Grand Prix balap motor merupakan salah satu ajang olahraga berlevel dunia yang tak memiliki aturan upah minimum untuk para atlet yang berpartisipasi di dalamnya.
Saat ini, Marc Marquez dan Fabio Quartararo memiliki gaji pokok tertinggi di MotoGP dengan nilai lebih dari €10 juta per musim. Namun, para rider satelit, terutama para rookie, gosipnya hanya digaji €100-350 ribu per musim.
Belum Termasuk Bonus Pembalap

Gaji rendah tentunya dinilai tak sepadan dengan berbagai risiko dan bahaya yang dihadapi para pembalap di lintasan. Atas alasan ini, MotoGP Sports Entertainment Group (MotoGP SEG) bertekad mengubah situasi ini.
Menurut Motorsport.com, Selasa (24/2/2026), MotoGP SEG akan menetapkan upah minimum €500.000 per musim di kelas MotoGP. Meski begitu, belum diketahui apakah aturan serupa akan diberlakukan di Moto2 dan Moto3.
MotoGP SEG juga rumornya menegaskan bahwa upah minimum ini merupakan gaji pokok, sehingga belum termasuk bonus yang biasanya diraih pembalap dari pole position, podium, kemenangan, dan gelar dunia.
Gagasan Para Rider MotoGP pada 2022
Aturan upah minimum ini sedang didiskusikan dengan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) dan Asosiasi Tim Balap MotoGP (IRTA), dan telah memasuki tahap akhir. Hal ini dibahas dalam negosiasi perpanjangan kontrak semua tim dengan MotoGP SEG untuk periode 2027-2031.
Gagasan upah minimum sudah pernah diajukan oleh para pembalap MotoGP pada 2022, untuk menanggapi kontroversi beberapa tim Moto2 dan Moto3 yang kerap memutus kontrak pembalap di tengah musim tanpa alasan yang jelas.
Saat itu pula, beberapa pembalap mengusulkan dibentuknya serikat untuk para pembalap, seperti Grand Prix Drivers Association (GPDA) di Formula 1. Kala itu, Sylvain Guintoli diusulkan menjadi juru bicaranya. Sayangnya, hingga kini serikat itu juga belum terbentuk.
Sumber: Motorsportcom
Baca Juga:
- Bintang Baru Red Bull Muncul, Helmut Marko Prediksi Rocco Coronel Jadi Penerus Max Verstappen di Formula 1
- Diogo Moreira Ingin Jadi Rookie of The Year MotoGP 2026, Ogah Remehkan Toprak Razgatlioglu
- 6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
- Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Spill Fabrizio Romano: Bruno Fernandes Bakal Bertahan di MU Musim Depan!
Liga Inggris 12 April 2026, 18:45
-
Live Streaming Como vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 12 April 2026, 18:45
-
Link Streaming Persib vs Bali United: Tayang di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 12 April 2026, 18:30
-
Nonton Siaran Langsung Persib Bandung vs Bali United di BRI Super League
Bola Indonesia 12 April 2026, 17:50
-
Link Live Streaming BRI Super League: Persib vs Bali United
Bola Indonesia 12 April 2026, 17:41
-
Alasan Barcelona Wajib Mempertahankan Jules Kounde
Liga Spanyol 12 April 2026, 17:38
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45










