Ducati Sebut Layangan Protes Para Rival Bersifat Politik
Anindhya Danartikanya | 12 Maret 2019 12:35
Bola.net - - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti, yakin protes yang dilayangkan Aprilia, Honda, KTM, dan Suzuki mengenai perangkat aerodinamika terbaru mereka bersifat politik dan tak ada kaitannya dengan kesehatan persaingan teknologi. Hal ini disampaikan Ciabatti kepada Motorsport.com usai Andrea Dovizioso meraih kemenangan di MotoGP Qatar.
Keempat pabrikan ini meragukan legalitas perangkat aerodinamika berbentuk winglet pada bagian belakang tiga motor Desmosedici GP19, yang dikendarai Dovizioso, Danilo Petrucci, dan Jack Miller selama di Qatar. Perangkat ini dinyatakan Ducati berfungsi mendinginkan suhu ban belakang, namun para pemrotes yakin perangkat tersebut punya fungsi lebih, yakni menghasilkan downforce tambahan.
Protes ini mereka layangkan kepada FIM MotoGP Stewards, yang usai balapan mengumumkan penolakan mereka dengan dalih perangkat tersebut masih sesuai dengan pedoman regulasi teknis yang ada. Kini, keempat pabrikan tersebut telah mengajukan banding kepada Pengadilan Banding MotoGP.
Yakin Telah Ikuti Aturan

Ciabatti pun menyatakan bahwa pihaknya tetap tenang menyikapi peristiwa ini. Ia menyebut Ducati yakin bahwa perangkat ini bersifat legal berdasar informasi teknis yang diberikan Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge kepada seluruh tim usai uji coba pramusim Qatar pada akhir Februari lalu.
"Kami tenang karena kami yakin telah mengikuti regulasi teknis. Ada surat edaran yang dibagikan kepada semua tim pada 2 Maret lalu, yang menjelaskan secara spesifik bagaimana kami bisa memakai tipe deflektor ini pada bagian belakang motor. Jika kami merasa elemen ini bisa menimbulkan risiko hukuman, kami takkan memakainya. Tapi situasinya tidak begitu," ujarnya.
Ciabatti juga menyebut bahwa Yamaha, satu-satunya pabrikan lawan yang tak ikut melayangkan protes, juga sempat memakai perangkat serupa. "Yamaha juga telah memakai deflektor yang sangat mirip di Valencia tahun lalu, untuk menghindarkan air dari ban. Bagaimanapun, klasifikasinya bersifat sementara sampai ada resolusi," tuturnya.
Seperti Deja vu MotoGP 2015-2016
Ciabatti juga menyatakan bahwa peristiwa ini cukup mirip dengan protes dan kritik tajam yang dilontarkan para rival pada tahun 2015 dan 2016 mengenai terobosan winglet atau sayap aerodinamika yang mereka pasang pada fairing Desmosedici. Penggunaan winglet yang dinilai membahayakan ini akhirnya dilarang, dan diganti oleh pemakaian wing fairing yang kini 'menghiasi' semua motor yang ada di MotoGP.
"Saya yakin protes ini cenderung mengarah pada alasan politik ketimbang alasan olahraga. Kita sudah lihat sebelumnya, bagaimana para rival mencoba menghalangi inovasi teknis aerodinamika yang diperkenalkan Ducati di MotoGP. Toh kami sudah bilang berkali-kali, bahwa dari sudut pandang kami, tindakan macam itu takkan memberikan efek positif bagi kejuaraan ini," pungkas Ciabatti.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
-
Chivu Buka Peluang Rotasi Kiper Inter Milan untuk Final Coppa Italia
Liga Italia 22 April 2026, 18:21
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














