Ducati Tak Takut Kemungkinan Dovizioso-Lorenzo Cekcok
Anindhya Danartikanya | 18 Januari 2018 12:15
Bola.net - - Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tak takut menghadapi kemungkinan adanya cekcok antara Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo di MotoGP musim ini. Kepada Motomatters, Ciabatti menyebut kedua ridernya cukup dewasa dan mudah diatur hingga tak perlu ada yang kelewat dikhawatirkan.
Cekcok di antara dua rider Ducati sejatinya sudah pernah terjadi, yakni saat Dovizioso bertandem dengan Andrea Iannone pada 2015-2016. Selain sering mengalami pertarungan sengit dan senggolan di dalam lintasan, keduanya juga tak pernah akur. Ciabatti sendiri mengakui bahwa karakter Iannone merupakan salah satu faktor utama masalah tersebut.
Situasi Andrea dan Dovi berbeda dikarenakan karakter Andrea. Ia berbeda dengan Jorge. Kami sangat suka Andrea. Saat datang ke tim kami, ia datang dengan ambisi menantang rider lain, yang langsung menciptakan perselisihan. Jorge dan Dovi saling kenal karena sudah bertahun-tahun ada di MotoGP. Jelas mereka ingin saling mengalahkan, tapi ini wajar. Setiap tandem adalah musuh terbesar, ujarnya.
Lorenzo juga tak asing pada perselisihan dengan tandemnya. Ia pernah setim dengan Valentino Rossi di Movistar Yamaha selama tujuh tahun, dan keduanya kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan. Di sisi lain, Lorenzo dan Dovizioso juga merupakan rival bebuyutan saat masih turun di GP125 dan GP250, di mana mereka sengit memperebutkan gelar dunia.
Saya tak takut. Saya tak cemas cekcok antara Dovi dan Jorge terjadi. Jelas ada kemungkinan perselisihan bisa menguat karena apapun bisa terjadi di lintasan. Saya rasa keduanya saling menghormati. Mereka tak suka melakukan hal-hal gila di lintasan. Jika para rider saling menghormati, itu karena mereka sudah saling kenal sejak lama. Jadi saya rasa 90% tugas kami sudah beres, tutur Ciabatti.
Pria Italia ini juga menyatakan bahwa baik Dovizioso dan Lorenzo cukup mampu berkepala dingin dalam menghadapi masalah. Kita tak hidup di dunia ideal. Mungkin memang ada 'momen', tapi mudah membuat mereka duduk dan menjelaskan masalahnya sejak awal, dan membuat mereka mengatakan alasannya masing-masing, apakah ada kesalahpahaman, agar tak berlarut-larut, tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









