Ducati Turun di MotoE, Gigi Dall'Igna: Moto3 Sejatinya Lebih Penting
Anindhya Danartikanya | 21 Desember 2021 11:52
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, mendukung penuh perusahaannya untuk mengembangkan motor elektrik dan menjadi suplier tunggal motor MotoE pada 2023 mendatang. Namun, lewat Tuttosport, ia yakin bahwa terlibat di Moto3 merupakan hal yang lebih penting bagi masa depan Ducati.
Seperti yang diketahui, MotoE digulirkan pertama kali pada 2019 dan Energica menjadi suplier tunggal motornya. Namun, pada Oktober, Energica mengumumkan 2022 akan jadi musim terakhir mereka di MotoE. Tak lama, Ducati diumumkan Dorna Sports sebagai suplier motor baru MotoE mulai 2023.
CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, mengaku sudah lama tertarik mengembangkan motor elektrik, dan menyebut MotoE bisa jadi 'laboratorium' terbaik mereka untuk proyek ini. Di sisi lain, selama lima tahun terakhir, Dall'Igna juga kerap menyuarakan keinginannya agar Ducati melebarkan sayap ke Moto3.
Akui MotoE Proyek Menarik, Tapi...
Seperti yang dikutip MowMag pada Jumat (17/12/2021), Dall'Igna mengakui bahwa mengembangkan motor elektrik bakal bermanfaat bagi progres pengembangan Ducati. "Saya rasa ini adalah proyek yang menarik, dan MotoE merupakan kesempatan yang penting demi mengembangkan motor itu," ungkapnya.
"MotoE mewakili tantangan teknologi yang rumit, bahkan lebih rumit dari MotoGP jika melihat apa saja yang harus dilakukan agar motor itu bekerja baik. Saya memikirkan pemulihan energi dan aspek manajemennya. Singkatnya, proyek ini menyediakan ruang bagi imajinasi manusia untuk membuat hal-hal baru," lanjut Dall'Igna.
Namun, pria berusia 55 tahun ini yakin bahwa Ducati juga harus mengejar ketertinggalan dari KTM dan Honda yang belakangan kian gencar mengembangkan program junior mereka di banyak ajang, termasuk Moto3. Empat pembalap KTM di MotoGP 2022 bahkan seluruhnya hasil didikan program rider muda mereka di kelas-kelas ringan.
Jalin Kerja Sama dengan Rider Muda Terbukti Jitu

"Itu hal tercerdas yang harus dilakukan sebuah pabrikan. Berpartisipasi di kelas-kelas lebih ringan membuat para pembalap bisa berkembang dan mengasah kepercayaan diri. Contohnya KTM, yang punya program (junior) berantai, begitu pula Honda. Mereka punya privilese, dan ini bakal sangat penting bagi Ducati," tutur Dall'Igna.
Dall'Igna bahkan mengingatkan hubungan erat yang ia jalin dengan Jorge Lorenzo dan Alvaro Bautista sejak mereka masih di GP125. Menurutnya, menggaet talenta-talenta muda sejak mereka masih di kelas teringan Grand Prix bakal sangat efektif bagi Ducati dalam membentuk karakter pembalap yang mereka inginkan untuk MotoGP.
"Saya rasa, bahkan ketimbang Moto2, Moto3 justru merupakan kunci pentingnya. Di sanalah para pembalap bisa dipahami dengan lebih baik. Hubungan yang saya miliki dengan Lorenzo, Bautista, dan pembalap-pembalap lainnya, selalu saya bentuk sejak awal, dan setelahnya terbukti produktif," pungkas Dall'Igna.
Sebagai catatan, Dall'Igna merupakan eks Direktur Teknis Aprilia Racing, menjuarai GP125 2006 bersama Bautista dan GP250 2006-2007 dengan Lorenzo. Percaya pada Dall'Igna, Lorenzo pun membela Ducati di MotoGP 2017-2018. Bautista juga bertahun-tahun jadi penggawa Ducati, dan usai pindah ke Honda selama dua musim, kini ia kembali ke Tim Merah di WorldSBK 2022.
Sumber: Tuttosport, MowMag
Baca Juga:
- Fabio Quartararo Minta Yamaha Naikkan Gaji Jadi 20 Juta Euro di MotoGP 2023?
- Ducati Resmi Pamerkan Motor MotoE, Sudah Dijajal di Misano
- Mengenal Red Bull KTM Ajo, Skuad Bertangan Dingin Pengorbit Nama-Nama Besar di MotoGP
- Bimbing Marquez-Fernandez-Acosta, Aki Ajo: Jangan Suka Banding-bandingkan Pembalap
- 'Kontrak Baru Pecco Bagnaia? Keputusan Tak Sepenuhnya di Tangan Ducati'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






