Ducati yang Tertukar: Dovizioso-Petrucci Justru Belajar dari Bagnaia-Miller
Anindhya Danartikanya | 29 Juli 2020 12:30
Bola.net - Dua seri pertama MotoGP 2020 telah sukses digelar di Sirkuit Jerez. Meski begitu, Ducati memunculkan tanda tanya usai performa yang seolah terbalik dari kewajaran. Duet Pramac Racing, Francesco Bagnaia dan Jack Miller, justru lebih konsisten di depan ketimbang rider Ducati Team yang berstatus pabrikan, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci.
Dovizioso boleh jadi finis ketiga dan naik podium di MotoGP Spanyol pada 17-19 Juli, namun ia dan Petrucci kerap diasapi Miller dan Bagnaia pada sesi latihan dan kualifikasi. Hal yang sama pun terjadi di MotoGP Andalusia pada 24-26 Juli di trek yang sama. Lagi-lagi Bagnaia dan Miller mengasapi 'Dovi' dan 'Petrux'.
Miller cukup cepat sepanjang pekan balap Seri Andalusia, namun gagal finis usai jatuh dari posisi 5 pada Lap 9. Bagnaia punya ritme yang baik dan sempat ada di posisi 2 sebelum mesin motornya rusak. Di lain sisi, Petrucci jatuh dari di posisi 9, dan Dovizioso harus puas finis di posisi 6 usai start ke-14 dan terbantu banyak rider yang gagal finis.
Punya Gaya Balap yang Berbeda

"Pecco punya ritme yang sangat baik, terbaik dari semua rider Ducati. Pasti ada alasan di balik itu. Kami akan memeriksa datanya, seperti yang dilakukan semua orang, karena pada masa sekarang di MotoGP, semua orang bisa melihat dan mempelajari data semua rider yang bernaung di pabrikan yang sama," ujar Dovizioso via Speedweek.
"Pecco berkendara dengan cara yang lebih baik karena ia memakai rem belakang dengan cara berbeda dan menggelincirkan ban belakangnya dengan cara berbeda. Kami jelas akan melakukan analisa pada datanya, tapi kami sudah pernah melakukannya," lanjutnya.
Meski Miller gagal finis, rider Italia ini tetap yakin datanya juga harus dipelajari. "Jack juga ada di depan, tapi saya rasa ia berkendara pada limitnya, dan itulah alasan ia terjatuh. Tapi tentu ada banyak hal menarik yang harus kami analisa agar kami bisa siap di Brno," tutur 'Dovi'.
Petrucci pun melontarkan komentar senada. "Pecco jauh lebih cepat dari kami, dan kami harus bertarung memperebutkan podium seperti dia. Ia benar-benar berkendara lebih baik. Ia juga menikung lebih baik. Ini sesuatu yang tak bisa saya dan Andrea lakukan," ungkapnya.
Hanya Fokus Perbaiki Pengereman dan Ritme

Bagnaia sendiri tak mau terlarut terlalu jauh dalam kekecewaan akibat gagal finis. Ia tetap memetik hal positif, dan yakin performa ini membuatnya semakin percaya diri dalam MotoGP Brno, Ceko, 7-9 Agustus. Ia menyatakan bahwa pada pekan balap di Andalusia, ia hanya berusaha fokus memperbaiki area pengereman.
"Salah satu masalah saya tahun lalu adalah pengereman. Saya pun bekerja keras memperbaikinya. Saya kuat pada balapan pertama, tapi masih tertinggal. Kami pun bekerja lebih keras akhir pekan ini dan saya bisa mengerem lebih baik. Saya juga coba menghindari spin ban belakang ketika berakselerasi," kisahnya.
"Akhir pekan ini semuanya berjalan lebih mudah bagi saya ketimbang sepekan lalu, karena kami lebih fokus pada ritme berkendara. Saya lihat rider Ducati lain kesulitan, jadi saya tak kaget bisa lebih kuat dari mereka dalam balapan. Tapi pekan balap macam ini pasti juga bisa membantu rider Ducati lainnya. Saya yakin Dovi, Petrux, dan Jack bisa cepat juga di Brno," pungkasnya.
Video: Tiga Rider Yamaha Kuasai MotoGP Andalusia, Fabio Quartararo Menang Lagi
Baca Juga:
Petronas: 2 Kemenangan MotoGP Bukti Fabio Quartararo Bukan Lagi Medioker
Para Rider MotoGP Jengkel Race Direction Diam Soal Insiden Pecco Bagnaia
Murid VR46 Bikin Ulah Saat Selebrasi, Valentino Rossi Beri Peringatan
Marc Marquez: Saya Absen atau Tidak, Juara MotoGP 2020 Tetap Valid
Video: Gelar 2 Balapan MotoGP, Jerez Panen 10 Kecelakaan Hebat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





