Fabio Quartararo Tadinya Tak Anggap Serius Enea Bastianini: Kini Supercepat, Sangat Pede
Anindhya Danartikanya | 22 April 2022 12:56
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, tadinya tak mengira Enea Bastianini akan menjadi rider Ducati terbaik dalam empat seri pertama MotoGP 2022. El Diablo mengakui talenta dan kecepatan Bestia, namun tak menyangka rider Gresini Racing itu bakal meraih dua kemenangan dan memimpin klasemen.
Hal ini disampaikan Quartararo kepada Crash.net pada Kamis (21/4/2022) jelang Seri Portugal di Sirkuit Algarve, Portimao, di mana Bastianini kembali dijagokan menang. Bastianini memang sekadar mengendarai Desmosedici GP21 yang setahun lebih tua dari motor-motor tim pabrikan Ducati, namun ia menang di Qatar dan Austin.
Quartararo sadar betul pada kecepatan Bastianini, mengingat musim lalu rider Italia itu sukses naik podium dua kali di Misano meski mengendarai hanya Desmosedici GP19 yang kala itu berusia dua tahun. Namun, menurut Quartararo, Bastianini musim ini lebih garang karena kualifikasinya jauh lebih mengesankan.
Gaya Balap Enea Bastianini Beda dari Rider Ducati Lain

"Saya menganggap serius Enea dalam perebutan gelar. Pasalnya, tahun lalu ia supercepat namun kualifikasinya buruk. Tahun ini, kualifikasinya bagus dan ritmenya juga supercepat. Ia satu-satunya rider Ducati yang berkendara dengan cara itu. Ia pakai ban lunak dan jelas motornya banyak bergerak, namun ia menyukainya," ujar Quartararo.
Pembalap Prancis berusia 23 tahun ini menilai bahwa Bastianini memiliki gaya balap yang berbeda dari para rider Ducati lainnya. Ia berkaca dari pengalamannya kerap berduel dengan Pecco Bagnaia, Jack Miller, Johann Zarco, dan juga Jorge Martin sepanjang 2021. Menurut Quartararo, gaya Bastianini juga terasa spesial.
"Gaya balapnya berbeda dari pembalap lainnya, namun kami harus menganggapnya serius, karena caranya berkendara sungguh menakjubkan. Bagi saya, Enea bukanlah kejutan besar, karena tahun lalu yang jadi kelemahannya hanyalah kurang konsisten, dan bagi seorang debutan itu wajar saja," ungkapnya.
Reputasi Enea Bastianini di Kalangan Rider

Quartararo juga sangat takjub pada cara Bastianini menghemat ban. Hal ini terbukti dalam MotoGP Austin, di mana ia sangat tenang dalam mengendalikan usia ban, sebelum akhirnya menyerang Miller yang tadinya memimpin balapan selama 15 lap. Para rival pun kini mulai mewaspadai Bastianini dalam balapan.
"Enea punya reputasi sebagai rider yang mampu mengatur bannya dan selalu mengakhiri balapan dengan supercepat. Tadinya saya tak mengira ia bakal jadi rider Ducati terbaik, tapi ia mengalami kemajuan besar. Di Austin, saya tahu ia bakal menang karena Anda bisa lihat kepercayaan dirinya. Saya terkejut, tapi hanya setengah," pungkasnya.
Saat ini, Bastianini ada di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 61 poin. Quartararo sendiri ada di peringkat kelima dengan 44 poin. Sejauh ini, sang juara dunia bertahan baru meraih satu podium, yakni usai finis kedua di Mandalika.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Jadwal Siaran Langsung WorldSBK Belanda di Trans7 dan MNC Sports, 22-24 April 2022
- MotoGP Makin Tak Terduga, Marc Marquez: Kini Rider Tak Bisa Punya Target Jelas
- Marc Marquez Minta Maaf Harus Rahasiakan Kendala Honda di Austin
- Jadwal Lengkap MotoGP Portimao, 22-24 April 2022
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP Portimao di Trans7 dan MNC Sports, 22-24 April 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


