Fabio Quartararo Tertekan Saat Disama-samakan dengan Marc Marquez
Anindhya Danartikanya | 11 Mei 2021 11:41
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP, Fabio Quartararo, menyebut periode di mana banyak orang kerap membanding-bandingkannya dengan Marc Marquez, yakni saat ia masih turun di Moto3 2015, adalah masa-masa terkelam dalam kariernya. Lewat Podcast In The Fast Lane pada Kamis (29/4/2021), ia mengaku sempat tertekan.
Quartararo dijuluki 'The Next Marc Marquez' usai secara spesial dua kali menjuarai FIM CEV Moto3 (kini Moto3 Junior World Championship) 2013 dan 2014. Hasil ini bikin FIM dan Dorna Sports meluncurkan 'Quartararo Rule' yang membolehkan El Diablo menjalani debut Grand Prix Moto3 2015 meski baru akan menginjak usia 16 tahun pada April.
Quartararo pun mengaku perasaannya campur aduk kala itu. Ia merasa tersanjung, tapi juga merasa tertekan. Pasalnya, usai gemilang di CEV, ia tak terlalu kompetitif dalam musim debutnya di Moto3. Ia mengoleksi dua pole dan dua podium, dan sempat dirundung cedera kaki berkepanjangan. Kondisi mentalnya pun jadi terjun bebas.
Perbedaan CEV dan Grand Prix Terlalu Besar

"Dalam usia semuda itu, Anda pasti hanya berpikir, 'Wah, aku tampil baik' dan merasa senang dibandingkan dengan Marc. Namun, ketika mengendarai motor, saya tak merasa 'bebas'. Saat di CEV, saya berlatih keras dan hanya menjalani rapat-rapat kecil, dan setelahnya saya main bola dengan teman-teman," kisah rider asal Prancis ini.
"Namun, saat di Grand Prix, orang membandingkan saya dengan Marc. Saya menghadiri jumpa pers bersama Marc dan Jorge Lorenzo, dan transisinya sangat masif. Media massa menekan saya. Perbedaannya terlalu besar. Dalam usia 15 tahun, saya menganggapnya motivasi, tapi ini juga tekanan besar," lanjutnya.
Berkat hasilnya yang tak mentereng itu, Quartararo pindah ke Leopard Racing pada 2016, dan hasilnya lebih buruk lagi: paceklik podium. Alhasil, akibat tubuhnya yang bongsor, ia naik ke Moto2 lebih awal pada 2017 bersama Pons Racing. Quartararo kembali 'tenggelam' dan tak kompetitif, sampai akhirnya digaet oleh Speed Up Racing.
Tak Malu Punya Masa Lalu yang Kelam

Bersama Speed Up, ia meraih beberapa podium, dan kemenangannya di Catalunya jadi kunci yang memikat Petronas Yamaha SRT untuk menggaetnya di MotoGP 2019. Quartararo pun tak malu punya masa lalu yang kelam, dan justru yakin masa-masa berat itu adalah hal yang membuatnya tangguh.
"Musim 2015 sungguh tak mudah. Saya mengalami cedera kaki, absen pada paruh kedua musim, dan harus pindah tim. Tapi momen-momen berat itu, meski kala itu saya masih sangat muda, selalu saya ingat dan selalu membantu saya untuk semakin kuat," ungkap pembalap berusia 22 tahun ini.
Kini, pada musim ketiganya di MotoGP, Quartararo telah mengoleksi 12 podium dan lima kemenangan. "Bisa dibilang hasil saya di Moto3 dan Moto2 memang tidak oke, namun ini semua membantu saya untuk membangun kesuksesan di MotoGP. Ini adalah proses yang harus saya lalu demi turun di MotoGP," pungkasnya.
Sumber: Podcast In The Fast Lane
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- 'Marc Marquez Masih Butuh Waktu Adaptasi, Siap Hadapi Semua Rintangan'
- Cemas, Kevin Schwantz Tak Suka Lihat Valentino Rossi Balapan di Belakang
- Pecco Bagnaia: Kalau Mau Taruhan di Moto3, Pilih Pedro Acosta!
- Johann Zarco: Berkat Saya dan Fabio Quartararo, MotoGP Menggeliat di Prancis
- Buru Gelar MotoGP, Johann Zarco Ingin 'Curi' Keunggulan Pecco Bagnaia-Jack Miller
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








