Fabio Quartararo: Waktu Saya Nggak Banyak, Bakal Pindah Jika Yamaha Tak Segera Kompetitif
Anindhya Danartikanya | 2 Juni 2025 11:36
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, sadar betul bahwa motor YZR-M1 telah mengalami kemajuan besar di MotoGP 2025. Namun, performa Yamaha belum cukup konsisten. Jika konsistensi performa dalam waktu dekat tidak segera tercapai, maka ia akan mempertimbangkan untuk hengkang ke pabrikan yang lebih kompetitif.
Sejak Quartararo menjuarai MotoGP 2021 dan jadi runner up pada 2022, performa M1 terjun bebas. Yamaha belum menang lagi sejak MotoGP Jerman 2022, dan kini memegang rekor paceklik kemenangan terpanjang dalam sejarah. Namun, sejak Max Bartolini jadi Direktur Teknis anyarnya pada 2023, Yamaha mulai menunjukkan tanda kebangkitan, terutama musim ini.
'El Diablo' memang belum menang, tetapi sudah sempat naik podium di Jerez, dan sempat memimpin balapan cukup lama di Silverstone sebelum terkena kendala ride height device. Meski kecewa atas hasil di Silverstone, Quartararo senang karena Yamaha mulai terbuka pada cara kerja 'Eropa' dan tidak terlalu fokus pada cara kerja 'Jepang'.
Bertahan di Yamaha Bukan Karena Gaji Selangit

Dalam program 'Pol Position' yang dipandu Pol Espargaro di DAZN, Quartararo menyatakan kombinasi cara kerja Eropa dan Jepang adalah salah satu alasannya memutuskan memperbarui kontrak dengan Yamaha tahun lalu. Ia pun dikabarkan mendapatkan gaji €12 juta per musim dari pabrikan Garpu Tala, tetapi membantah nilai gaji jadi alasan utamanya bertahan.
“Bagi saya, hal terpenting adalah proyeknya. Saya tak bohong, keputusan saya juga dipengaruhi aspek finansial. Namun, sedikit-sedikit kami kembali ke jalur yang benar. Yang kami butuhkan adalah menjalani banyak lap dengan ritme yang sangat baik. Itulah yang kami kerjakan: menemukan ritme tanpa harus memaksakan diri, dan tetap bisa bersaing dengan Ducati," ujarnya seperti yang dikutip GPOne, Kamis (29/5/2025).
"Ada banyak hal yang mendorong saya untuk bertahan dengan Yamaha. Ini adalah pabrikan yang selalu saya impikan saat menonton Valentino (Rossi). Ini pabrikan yang memberi saya kesempatan naik ke MotoGP. Apalagi proyek internal yang ada sekarang sangatlah besar. Secara pribadi, saya ingin kembali ke puncak bersama Yamaha," lanjutnya.
Pikirkan Pindah ke Pabrikan yang Lebih Siap
Kontrak Quartararo dengan Yamaha pun akan habis akhir tahun 2026, tetapi rider asal Prancis tersebut mengaku takkan mau memperpanjang kontraknya untuk musim 2027 jika Yamaha tak segera menunjukkan potensi untuk menang dalam waktu dekat. Ia tak memungkiri ketertarikannya untuk pindah ke pabrikan yang lebih kompetitif.
“Saya sangat percaya kepada proyek ini, tapi saya juga tahu bahwa jika tidak berhasil, maka saya akan pindah ke proyek yang sudah siap. Itu pasti. Waktu saya tidak banyak, saya ingin terlibat dalam proyek di mana motor sudah kompetitif sejak awal. Kalau saya harus pindah ke proyek lain, maka saya akan melakukannya," pungkasnya.
Sebelum menandatangani kontrak 2025 dan 2026 dengan Yamaha tahun lalu, Quartararo sempat dikabarkan menjalani negosiasi dengan Ducati dan Aprilia.
Sumber: DAZN, GPOne
Baca Juga:
Fabio Quartararo Tak Kuasa Tahan Tangis Usai Gagal Finis di MotoGP Inggris 2025, Tapi Senang Lihat Kemajuan Yamaha
Kemenangan Sempat di Depan Mata, Apa Penyebab Fabio Quartararo Gagal Finis di MotoGP Inggris 2025?
MotoGP Inggris 2025: Marco Bezzecchi Bawa Aprilia Menang Usai Drama Kendala Teknis Fabio Quartararo
Hasil Balapan MotoGP Inggris 2025: Marco Bezzecchi Menang, Fabio Quartararo Gagal Finis Usai Pimpin 11 Lap
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Ngaku Seorang Milanisti, Kylian Mbappe Tidak Sabar Hadapi Inter Milan
Liga Champions 8 September 2026, 09:02
-
Terungkap, MU Sempat Mau Angkut Bek Timnas Argentina Ini
Liga Inggris 8 September 2026, 08:50
-
Michael Carrick akui Pertahanan Manchester United Keropos, Perlu Lekas Dibenahi
Liga Inggris 8 September 2026, 08:41
-
Real Madrid Tim Kuat, Tapi Inter Milan Siap Hadirkan Kejutan di Bernabeu!
Liga Champions 8 September 2026, 08:27
-
Real Madrid vs Inter: Misi Menghapus Rekor Buruk Berusia 59 Tahun!
Liga Champions 8 September 2026, 06:30
-
Real Madrid vs Inter: Mourinho Janji Gak Baper Jumpa Mantan Klub dan Mantan Anak Buah!
Liga Champions 8 September 2026, 06:00
-
Jose Mourinho Targetkan Trofi Liga Champions di Periode Keduanya Bersama Real Madrid
Liga Champions 8 September 2026, 05:30
-
Kalah dari Arsenal, Chelsea Yakin Bakal Happy Ending di Akhir Musim 2026/2027
Liga Inggris 8 September 2026, 05:12
-
Debut Bersama Barcelona, Gabriel Jesus Girang Bukan Kepalang
Liga Spanyol 8 September 2026, 04:57
-
Moji dan Mosva Beri Bonus Rp120 Juta untuk Timnas Voli Putri Indonesia
Voli 8 September 2026, 03:03
-
Pengakuan Jujur Xabi Alonso: Bikin Kesalahan Soal Cedera Moises Caicedo
Liga Inggris 8 September 2026, 01:21
-
Christian Pulisic Tak Kunjung Dimainkan Ruben Amorim
Liga Italia 7 September 2026, 23:29
-
Kylian Mbappe Pede Raih Ballon d'Or 2026: Tahun yang Tepat untuk Jadi yang Terbaik
Liga Spanyol 7 September 2026, 21:15
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

