Felipe Massa Siap Kasuskan Kontroversi F1 2008, Lewis Hamilton Bisa Kehilangan Satu Gelar
Anindhya Danartikanya | 5 April 2023 09:28
Bola.net - Eks pembalap Formula 1, Felipe Massa, bertekad mencari jalur legal untuk menyeret kontroversi penentuan gelar dunia 2008 di Grand Prix Singapura ke meja hijau. Hal ini ia nyatakan usai mantan bos F1, Bernie Ecclestone, mengaku tahu segala intrik di balik insiden yang terjadi.
Balapan di sirkuit jalanan Marina Bay kala itu, dikenal menyajikan drama kecelakaan Nelson Piquet jr yang saat itu membela Renault. Insiden itu memaksa masuknya Safety Car ke trek, yang membantu sang tandem, Fernando Alonso, meraih kemenangan.
Tak hanya membantu Alonso menang, insiden tersebut juga sangat memengaruhi arah penentuan juara, yakni status yang diperebutkan oleh Massa, yang kala itu membela Scuderia Ferrari, dan pembalap McLaren-Mercedes saat itu, Lewis Hamilton, yang kini telah mengoleksi tujuh gelar dunia.
Pada periode Safety Car, Massa melakukan pit stop, di mana ia kembali masuk ke trek di posisi 13 dan harus puas finis di posisi tersebut, sementara Hamilton finis ketiga dan naik podium. Pada akhir musim, tepatnya di GP Brasil, Hamilton mengunci gelar dengan keunggulan satu poin atas Massa.
Pengakuan Bernie Ecclestone Soal Aturan FIA

Kesengajaan Piquet jr menabrakkan mobilnya ke dinding pembatas terkuak pada 2009, membuat Renault diskors dua tahun dari F1. Massa pun meminta FIA menghapus hasil balap GP Singapura 2008, tetapi regulasi menyatakan klasemen tiap musim ditetapkan Kode Olahraga Internasional usai penyelenggaraan FIA Awards.
Namun, 14 tahun kemudian, Massa bertekad untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum setelah Ecclestone menyatakan kepada F1-Insider, bahwa ia dan Presiden FIA kala itu, Max Mosley, memahami adanya pelanggaran dalam penentuan hasil balap GP Singapura.
"Kami memutuskan untuk tak melakukan apa pun. Kami ingin melindungi olahraga ini dan menyelamatkannya dari skandal besar. Itulah alasan saya memakai 'lidah malaikat' untuk meminta eks pembalap saya, Nelson Piquet, untuk tetap tenang sementara waktu," ungkap pria asal Inggris tersebut.
"Kala itu, kami punya cukup informasi untuk menginvestigasi situasi tepat waktu... Menurut statuta, kami harus membatalkan [hasil] balapan di Singapura di bawah kondisi itu. Itu berarti hasilnya seharusnya tak memengaruhi klasemen. Setelahnya, Felipe Massa menjadi juara dunia, bukan Lewis Hamilton," lanjutnya.
Felipe Massa Merasa Sangat Sedih
Lewat Autosport, Massa mengaku sangat kecewa usai mendengarkan pernyataan Ecclestone. Ia pun akan mencoba mencari jalur hukum untuk memperkarakan kontroversi ini. Ia merasa kansnya memenangkan kasus ini cukup tipis, tetapi tegas menyatakan bahwa hal ini takkan mengecilkan hatinya dalam mencari kebenaran.
"Ini sungguh menyedihkan, mengetahui bahwa hasil dari balapan itu seharusnya dibatalkan dan saya seharusnya dapat gelar dunia. Pada akhirnya, sayalah yang paling kehilangan akibat hasil ini. Jadi, kami akan mengurusnya untuk memahami segalanya," ungkap Massa.
Massa juga menyatakan bahwa keputusannya untuk menyeret kasus ini ke ranah hukum tidak didasari oleh kebutuhan finansial. Ia juga menyatakan bahwa, andai ia memenangkan kasus ini, kemungkinan hasilnya tetap takkan berubah.
"Kita sudah lihat situasi lain terjadi di dunia olahraga, seperti Lance Armstrong [pembalap sepeda], yang terbukti memakai doping dan ia kehilangan semua gelarnya. Apa bedanya?" pungkas Massa, yang pensiun dari F1 pada akhir 2017 lalu.
Sumber: Autosport
Baca juga:
- MotoGP dan Formula 1 Godok Rencana Balapan di Trek dan Hari yang Sama
- Takaaki Nakagami Lagi-Lagi Kebal Hukuman, Fabio Quartararo Kecam FIM Stewards
- 8 Rekor Baru Alex Marquez dari Argentina, Selalu Podium di MotoGP Saat Kakak Cedera
- Terinspirasi Marco Bezzecchi, Johann Zarco Ingin Segera Dapat Giliran Menang
- Mendadak Ungguli Fabio Quartararo di Argentina, Franco Morbidelli Senang Hampir Naik Podium
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






