Formula 1 Ingin Tetap Balapan di Singapura Meski Ada Polusi Udara
Anindhya Danartikanya | 18 September 2019 10:52
Bola.net - Meski sempat dilanda kekhawatiran pembatalan balapan akibat kabut asap kebakaran hutan di Indonesia, Formula 1 tetap berharap bisa menggelar balapan di sirkuit jalanan Marina Bay, Singapura, akhir pekan ini. Pihak-pihak berwenang setempat pun tengah berusaha mewujudkan keinginan F1 ini.
Kualitas udara di Singapura memang sempat membuat F1 cemas karena cukup berbahaya akibat kebakaran hutan yang melanda Riau, Sumatera sepekan belakangan. Pada Selasa (17/9/2019), Badan Lingkungan Nasional (NEA) Singapura bahkan merilis peringatan bahwa kualitas udara bisa memburuk dalam 24 jam dan meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Situasi yang membahayakan ini pun membuat penyelenggara sekaligus peserta F1 cukup cemas, tak hanya untuk para penonton, melainkan juga untuk para pebalap dan anggota tim, walau pebalap McLaren F1 Team, Lando Norris telah berada di Singapura sejak sepekan lalu.
Tetap Ingin Gelar Balapan
Pekan balap di Marina Bay memang dikenal sebagai salah satu yang tersulit dan terberat dalam kalender balap F1. Selain cuacanya yang panas dan lembap, trek tersebut sangat teknis dan sempit, membuat pebalap harus bekerja lebih keras demi meraih hasil baik. Ditambah polusi udara, situasi ini jelas tak membantu. Meski begitu pihak penyelenggara F1 berharap bisa tetap menggelar balapan di sirkuit itu.
"Penyelenggara balapan di Singapura telah coba mengatasi masalah kualitas udara demi rencana gelaran Grand Prix tahun ini bersama pihak-pihak terkait, badan pemerintahan, dan komunitas F1. Mereka tak melakukan perhitungan, termasuk informasi publik di sirkuit, dan telah mengukur pengurangan dampak asap selama pekan balap," ujar juru bicara F1 lewat Independent.
Kualitas Udara Tak Bisa Diprediksi
Pengelola sirkuit sekaligus penyelenggara balapan di Marina Bay juga mencemaskan situasi ini, mengingat kualitas udara Singapura yang naik turun tak terprediksi. Meski begitu, mereka berjanji untuk terus memantau situasi demi keberlangsungan balapan pada 20-22 September nanti.
"Situasi asap sangat bisa berubah, tak hanya dari hari ke hari, melainkan dari jam ke jam. Atas alasan tersebut, saat ini tak memungkinkan untuk memprediksi level PSI yang bisa tercapai selama pekan balap. Kami akan terus bekerja keras dengan pihak pemerintahan terkait demi mendapatkan perkiraan terbaik saat tersedia," ungkap juru bicara GP Singapura.
Menyambut akhir pekan ini, pebalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton masih memuncaki klasemen pebalap dengan 284 poin. Pebalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, berhasil memenangi dua seri terakhir, yakni Spa-Francorchamps, Belgia, dan Monza, Italia.
Sumber: Independent
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Ceko 2026 di Vidio, 15-17 Mei 2026
Otomotif 11 Mei 2026, 17:07
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Catalunya 2026 di Vidio, 15-17 Mei 2026
Otomotif 11 Mei 2026, 17:01
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Live Streaming Man City vs Crystal Palace 14 Mei 2026
Liga Inggris 13 Mei 2026, 21:42
-
Link Nonton Live Streaming Alaves vs Barcelona 14 Mei 2026
Liga Spanyol 13 Mei 2026, 21:35
-
Link Streaming Final Coppa Italia 2026: Lazio vs Inter Milan
Liga Italia 13 Mei 2026, 21:29
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24












