Franco Morbidelli Sebut Kurangnya Dukungan Yamaha Bagai 'Lingkaran Setan'
Anindhya Danartikanya | 15 Juni 2021 09:43
Bola.net - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Franco Morbidelli, sudah berusaha keras tetap optimistis dan berpikir positif soal paket motornya yang tertinggal jauh dari paket para rider Yamaha lainnya di MotoGP 2021. Namun, ia juga tak memungkiri kurangnya dukungan Yamaha dan rendahnya performa YZR-M1 miliknya jadi berimbas ke mana-mana.
Seperti diketahui, 2021 adalah musim ketiga Morbidelli di Yamaha. Uniknya, meski ia sukses merebut gelar runner up dan jadi rider Yamaha terbaik pada 2020, ia masih saja mengendarai M1 versi 2019 sampai kini. Bagi sebagian pihak, hal ini tentu tak bisa diterima. Morbidelli sendiri kecewa, namun ia tak mau berpikir negatif.
"2020 memberi saya suntikan kepercayaan diri, tapi saya tak tahu apa ekspektasi saya untuk musim ini. Saya hanya berharap setidaknya situasi saya bisa sama dengan 2020, namun sejatinya saya tak tahu. Kami dapat tamparan keras di Qatar (finis ke-18). Kami sangat syok," kisah rider Italia berdarah Brasil ini via MotoGP.com, Senin (14/6/2021).
Top Speed Yamaha Jadi Masalah Genting

Tamparan jauh lebih keras pun diterima Morbidelli dan kru di Mugello, Italia, di mana ia finis ke-16, ketiga kalinya gagal meraih poin. Menurutnya, Mugello adalah balapan terberatnya pada 2021. Ia sulit bertarung akibat trek lurus Mugello yang sangat panjang, disertai rendahnya tenaga mesin Yamaha, terutama M1 miliknya sendiri yang 'jadul' dibanding tiga M1 lainnya.
"Ini adalah masalah utama, dan lebih genting dari yang biasa kita lihat di MotoGP. Perbedaan saya di trek lurus sangatlah besar dibandingkan dengan tak hanya pabrikan lain, namun juga rider-rider yang sepabrikan dengan saya," tutur Morbidelli, yang mengakui bahwa kendala ini memaksanya mengubah gaya balap.
Alhasil, ia jadi tak terbiasa, hingga masalah lainnya pun muncul. "Perbedaannya sungguh masif, kadang sampai memengaruhi tak hanya performa di trek lurus, melainkan juga gaya balap saya hingga selalu ngotot dan tak bisa berkendara sehalus biasanya. Kadang ini adalah lingkaran setan yang terus bergulir turun," lanjutnya.
Masih Punya Firasat Baik
Juara dunia Moto2 2017 ini pun tak memungkiri bahwa berlaga di MotoGP adalah tantangan besar, dan ia juga tak menyembunyikan kekecewaannya karena Yamaha menolak memberinya M1 spek terbaru. Namun, anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini pantang menyerah dan yakin hal-hal baik akan datang padanya musim ini.
"Ini tantangan berat, namun saya punya firasat bahwa tahun ini akan menyajikan hal lebih hebat pada saya. Ini bukan sekadar pertarungan dengan orang lain, melainkan juga pertarungan dengan diri saya sendiri. Tentu saya tak bisa puas atas dukungan teknis yang saya dapat, namun saya senang atas dukungan (moral) yang diberikan orang-orang Yamaha kepada saya," pungkasnya.
Menjelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring pada 18-20 Juni nanti, Morbidelli telah mengoleksi satu podium musim ini, usai finis ketiga di Jerez, Spanyol. Rider berusia 26 tahun ini tengah berada di peringkat 10 pada klasemen pembalap, tertinggal 70 poin dari rider Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, di puncak.
Sumber: MotoGP
Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia
Baca Juga:
- Sang Ayah: Usai Pensiun, Valentino Rossi Bakal Tidur, Balapan Mobil, dan Urus VR46
- Johann Zarco-Miguel Oliveira Prediksi Remy Gardner Langsung Cepat di Tech 3 KTM
- Fabio Quartararo Yakin Miguel Oliveira Kandidat Juara Dunia MotoGP 2021
- KTM Pede Raul Fernandez Takkan Gantikan Valentino Rossi di Petronas
- 6 Merek Baju Balap Rider MotoGP, Siapa yang Paling Banyak Pengguna?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Main di Kandang, Bandung BJB Tandamata Target Sapu Bersih demi ke Final Four Proliga 2026
Voli 22 Januari 2026, 09:34
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 22 Januari 2026, 09:16
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 22 Januari 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:41
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Pekan Ketiga Putaran I di Bandung, 22-25 Januari 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 22 Januari 2026, 08:31
-
Rapor Pemain Juventus: McKennie Menyala, Benfica Pulang Tertunduk
Bola Indonesia 22 Januari 2026, 08:23
-
Daftar Lengkap Tim Lolos Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 22 Januari 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Liverpool vs Marseille: Dominik Szoboszlai Cetak Gol Free Kick Cerdik
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:39
-
Man of the Match Juventus vs Benfica: Khephren Thuram
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:31
-
Man of the Match Bayern Munchen vs Union Saint-Gilloise: Harry Kane
Liga Champions 22 Januari 2026, 07:10
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







