Honda: Mau Terus Belajar, Bukti Marc Marquez Rendah Hati
Anindhya Danartikanya | 18 Desember 2018 09:15
Bola.net - - Selama ini, Alberto Puig dikenal sebagai mentor Dani Pedrosa, namun tahun ini ia berkesempatan bekerja dengan Marc Marquez, usai ditunjuk sebagai manajer tim Repsol Honda. Meski baru satu musim bekerja sama, Puig dibuat takjub oleh Marquez, tak hanya soal talenta dan performanya, melainkan juga kerendahan hatinya.
Puig tak memungkiri fakta bahwa Marquez merupakan pebalap yang sangat agresif di lintasan, namun menyebut rider 25 tahun tersebut memiliki kemauan untuk berubah. Ia menyatakan bahwa Marquez sangat terbuka dalam menerima saran dan nasihat orang-orang di sekitarnya, dan menurutnya, ini bukti bahwa Marquez tidak sok bintang.
"Marc muda sungguh liar di atas motor, tapi kini ia lebih dewasa dan berpengalaman. Marc bukan superstar, tak pernah berpura-pura menjadi orang lain. Ia punya kerendahan hati dan rasa penasaran untuk mendengar, belajar dan menghormati. Di atas motor, ia adalah 'pembunuh nyata', tapi begitulah seharusnya," ujar Puig kepada La Vanguardia.
Bukan Sekadar Keberuntungan

Puig juga menyatakan bahwa kemauan Marquez untuk belajar telah terbukti nyata dari aksi-aksi 'save' menakjubkan yang ia lakukan selama beberapa tahun terakhir, di mana sang tujuh kali juara dunia berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan, menahan tubuh dan motornya dengan siku dan lututnya.
"Ia seperti mesin yang diprogram untuk tampil habis-habisan. Ia belajar menyelamatkan diri dari kecelakaan dengan siku dan lututnya, mengambil risiko lebih besar dibanding yang lain, jadi saya tak yakin itu sekadar keberuntungan. Ia mencoba memahami apa yang harus dilakukan di setiap momen, itulah alasan ia merupakan yang terbaik," tutur Puig.
Sulit Tanpa Marquez
Puig pun meyakini bahwa keberhasilan Honda meraih gelar 'Triple Crown' musim ini bukanlah berkat kepemimpinannya, melainkan berkat Marquez yang bertalenta dan mau bekerja keras, serta anggota tim Repsol Honda yang kompak dan berkompeten.
"Saya melihat seorang rider fenomenal meraih gelar, dibantu sekelompok orang yang tak melakukan kesalahan apa pun. Tapi jika Anda tak punya pebalap seperti Marc, situasinya bakal sangat rumit. Kinerja kami cukup mudah, tepat, transparan dan dinamis," pungkas Puig.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jamu Ipswich Town, Menang Harga Mati untuk MU!
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 16:30
-
Rafael Leao Pamit Pergi dari AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 16:00
-
Wow! Enzo Fernandez Selangkah Lebih Dekat Gabung Manchester City
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 15:30
-
Manchester City Intip Peluang Pulangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 14:00
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Agustus 2026, 13:32
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 29 Agustus 2026, 13:30
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 13:28
-
Erling Haaland Kembali Jadi Mimpi Buruk Crystal Palace
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 12:10
-
Ruben Amorim Puji Goncalo Ramos Usai Cetak Gol Perdana untuk AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 11:09
-
Menang atas Venezia, Ruben Amorim Akui AC Milan Masih Punya Banyak Pekerjaan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 10:29
-
Rapor Pemain Manchester City vs Crystal Palace: Cherki dan Haaland Menggila
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 09:03
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51









