Iba pada Foggia dan Binder, Para Rider MotoGP Pro Kontra soal Super License
Anindhya Danartikanya | 9 November 2021 11:23
Bola.net - Para pembalap MotoGP punya tanggapan pro kontra soal insiden kontroversial antara Dennis Foggia dan Darryn Binder dalam Moto3 Algarve di Portimao, Portugal, Minggu (7/11/2021). Kebanyakan merasa iba baik pada Foggia maupun Binder. Ada pula yang yakin Binder harus dihukum, dan berpendapat MotoGP harus memberlakukan super license seperti Formula 1.
Seperti yang diketahui, Foggia kala itu sedang berebut gelar dunia dengan Pedro Acosta. Tiba di Algarve, Foggia tertinggal 21 poin. Sama kuat berduel demi kemenangan, ada kans perebutan gelar berlanjut di Seri Valencia. Namun, kontroversi terjadi pada awal lap terakhir, di mana Acosta memimpin sementara Foggia ada di posisi kedua.
Binder hendak menyalip Sergio Garcia yang ada di posisi ketiga dari jalur dalam, namun justru menabrak bagian belakang motor Foggia. Foggia dan Garcia jatuh dan gagal finis, sementara Acosta menang dan mengunci gelar. Binder yang melewati garis finis di posisi keempat akhirnya didiskualifikasi oleh FIM Stewards.
Usai balap, Binder segera pergi ke garasi Leopard Racing untuk minta maaf. Sesampainya di sana, ia diusir anggota tim sekaligus Foggia. Binder juga dapat hujatan dari warganet di berbagai media sosial, apalagi tahun depan ia akan melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP dengan WithU Yamaha RNF MotoGP Team.
Bagnaia Usul Super License, Mir Usul Penalti Berat
Namun, para rider MotoGP justru iba kepada kedua rider. Pecco Bagnaia mengusulkan MotoGP mulai menyediakan super license (lisensi super). Sistem ini sudah diberlakukan di F1, di mana para pembalap yang hendak turun di ajang tersebut harus mengumpulkan sejumlah poin tertentu dari prestasi mereka di kelas-kelas yang lebih ringan.
"Seperti di kejuaraan mobil, kita butuh lisensi super. Anda hanya boleh naik level hanya jika sudah melakukan hal baik di kejuaraan Anda. Yang kita lihat sejatinya adalah hal normal, karena kita sudah sering lihat kecelakaan macam ini dari Binder. Tak layak bicara begini soal seorang rider, namun tahun depan dia akan balapan bersama kami," ungkap Bagnaia dalam jumpa pers usai balap.
Joan Mir merasa lisensi super agak sulit diberlakukan di balap motor. Namun, ia sepakat dengan Bagnaia soal manuver Binder yang dikenal agresif dan kerap menabrak rider lain. Juara dunia Moto3 2017 dan MotoGP 2020 ini lebih sreg jika rider-rider yang memicu kecelakaan macam ini dijatuhi penalti berat, seperti halnya Deniz Oncu usai insiden kontroversial di Moto3 Austin.
"Ini bukan pertama kali Binder melakukannya. Yang penting, Anda harus menjatuhkan penalti atas manuver jenis ini. Penalti tak untuk balapan ini saja, melainkan skors satu balapan atau semacamnya, atau lebih. Jika tidak, insiden macam ini bakal terjadi lagi. Hal macam ini bisa terjadi ketika rider masih muda. Entah soal lisensi super. Ini sulit, tapi bukan ide buruk," ujar rider Suzuki ini.
Miller Sebut Insiden Ini Tak Baik untuk Foggia, Binder, dan Acosta

Namun, Mir juga iba pada Binder, yang ia rasa memikul beban besar. Ia yakin Binder berusaha membuktikan diri sebelum naik ke MotoGP. "Saya rasa tak semuanya salah Darryn. Beban Darryn saat ini luar biasa besar, karena ia harus menunjukkan mengapa ia ke MotoGP tahun depan. Beban ini tak membantunya mengambil keputusan baik. Di bawah tekanan, kita bisa melakukan kesalahan," ujarnya.
Jack Miller, yang juga melompat dari Moto3 ke MotoGP pada 2015, mengaku iba pada Foggia. Namun, ia juga bisa berempati pada Binder. Miller kurang sreg dengan lisensi super, namun Bagnaia dan Mir menegaskan bahwa situasi Miller jauh berbeda dari Binder, karena rider Australia tersebut merupakan runner up Moto3 pada 2014, apalagi hanya kalah 2 poin dari Alex Marquez.
"Aku tahu, tapi kesalahan bisa terjadi. Insiden bisa terjadi. Sudah berapa kali kita saling tabrak tahun ini?" ujar Miller pada Mir, yang segera mengingatkan bahwa tabrakan mereka tak pernah menyebabkan kecelakaan. "Senggolan adalah hal berbeda, dan aku memahaminya. Jelas harus ada margin, dan aku 100% sepakat denganmu."
"Saya merasa apa yang terjadi hari ini, tidak baik di segala sisi. Foggia jadi kehilangan kans juara, dan insiden itu jadi menutupi apa yang sudah Pedro lakukan musim ini sebagai debutan, menunjukkan musim gemilang yang sudah ia lakukan. Tapi apakah saya gugup dan cemas soal Binder balapan di MotoGP? Saya rasa tidak," lanjut Miller.
Miller-Morbidelli: Binder Bisa Saja Berubah di MotoGP

Miller bahkan yakin Binder akan banyak belajar dari insiden ini. Ia juga berpendapat MotoGP adalah ajang yang sangat berbeda hingga gaya balap Binder pasti akan mengalami perubahan besar. "MotoGP sungguh berbeda, levelnya tak sama. Tak seharusnya kami cemas, karena mungkin 'Daz' bakal memeriksakan penglihatannya," gurau rider Ducati ini.
Pendapat senada juga diutarakan Franco Morbidelli. Ia merasa iba pada Foggia, namun juga meyakini bahwa Moto3 merupakan ajang yang 'gila', di mana beberapa rider sangat nekat dan bahkan kerap melakukan manuver tak masuk akal. Di lain sisi, ia juga tak terlalu yakin lisensi super bisa diterapkan di balap motor.
"Lisensi super bisa jadi ide bagus. Untuk naik ke MotoGP, Anda harus setidaknya meraih hasil baik atau mencapai level tertentu. Itu jelas gagasan yang baik dan sudut pandang yang positif. Saya sepakat. Jadi, mengapa tidak? Namun, kadang ada beberapa rider yang secara statistik tak punya level baik atau tak pernah di papan atas, ternyata bisa tampil kompetitif di MotoGP.
"Kita lihat Fabio (Quartararo) contohnya. Ia tak tampil gemilang ketika berada di Moto3 dan Moto2, namun ia kemudian naik ke MotoGP dan tampil sangat baik. Jadi, saya takkan sungguh-sungguh berkata bahwa Darryn akan menjadi rider yang sama seperti di Moto3 sekarang ketika ia naik ke MotoGP nanti. Saya jelas tak mau memastikannya," tutup Morbidelli.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Valentino Rossi Soal MotoGP Masa Kini: Bahkan Rider Terbuncit pun Rider Hebat!
- Jadwal Siaran Langsung Formula 1 GP Brasil 2021 di Sao Paulo
- Jadwal Siaran Langsung MotoGP, Moto2, dan Moto3 Valencia 2021
- Leopard Racing Jelaskan Alasan Usir Darryn Binder dari Garasi di Moto3 Algarve
- Hampir Podium di Algarve, Alex Marquez: Saya Selalu Percaya Proyek Honda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST UPDATE
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
-
Link Live Streaming Proliga 2026 Matchweek 3 di Vidio Pekan Ini
Voli 20 Januari 2026, 13:43
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







