Iker Lecuona: Kalau Valentino Rossi Saja Masih Mau Belajar, Saya Juga Harus!
Anindhya Danartikanya | 15 Februari 2021 15:57
Bola.net - Pembalap Tech 3 KTM Factory Racing, Iker Lecuona, akan menjalani tahun keduanya di MotoGP dan sangat diharapkan bisa tampil jauh lebih baik dari 2020. Disebut-sebut punya talenta besar, Lecuona pun sangat ingin mengasah kemampuannya dan menjadikan Valentino Rossi sebagai inspirasi dalam prosesnya ini.
Lecuona digaet oleh Tech 3 dan KTM untuk diturunkan di MotoGP tahun lalu. Ia berulang kali menunjukkan kecepatan yang menjanjikan, namun kerap dirundung masalah kebugaran dan sempat positif Covid-19. Selain itu, rider berusia 20 tahun ini juga masih minim pengalaman hingga kerap mengalami kecelakaan.
Lecuona sadar betul ekspektasi terhadap dirinya kini jauh lebih tinggi, namun ia tak mau terlalu kepikiran saat dapat tekanan ekstra. Ia yakin, jika bekerja lebih tenang, maka hasil baik akan datang dengan sendirinya. Tahun lalu, ia memang sempat terbebani, namun sekalinya mengubah mentalitas, secara bertahap ia makin kompetitif.
"Tekanan memang lebih besar jika Anda berpengalaman. Tentu tim akan meminta Anda berbuat lebih, tapi tahun lalu kami sadar, jika tertekan, maka performa saya turun. Kami berusaha mengubahnya dan bersama tim, saya bisa mengatasinya. Beban akan lebih besar, namun saya tahu, jika tenang, maka hasil akan datang," ujarnya via Marca, Jumat (12/2/2021).
Target Konsisten Masuk 10 Besar
Musim lalu, Lecuona sempat menyajikan gebrakan di MotoGP Emilia Romagna, di mana ia bertarung sengit di posisi keenam. Meski akhirnya gagal finis akibat kecelakaan, momen itu bagaikan titik balik bagi Lecuona, karena merupakan bukti bahwa ia punya potensi yang menjanjikan.
Atas alasan ini, Lecuona bertekad bekerja lebih keras dan fokus demi mampu konsisten bertarung di posisi 10 besar tahun ini. "Target saya adalah mendekati atau masuk 10 besar di semua balapan. Tapi saya juga harus jujur bahwa level persaingan di MotoGP kini jauh lebih tinggi," ujar pembalap asal Spanyol ini.
"Tahun lalu, 15 rider terdepan hanya terpisah 0,5 detik. Ini berarti bukan hanya Moto3 yang ketat, tapi kesetaraan di MotoGP juga tinggi. Perubahan sekecil apa pun, konsekuensinya besar. Saya pun tak mau membebani diri sendiri. Jika hasil baik datang, itu karena kami bekerja keras," lanjutnya.
Valentino Rossi Saja Masih Mau Belajar
Lecuona juga menegaskan dirinya ogah cepat puas sekalinya targetnya itu terwujud, karena pasti akan ada target yang lebih besar lagi di masa depan. Dengan usia yang masih sangat belia, ia pun menjadikan kegigihan Rossi untuk tampil kompetitif sebagai panutan.
Pada 16 Februari, rider Italia itu akan menginjak usia 42 tahun, namun masih punya kemauan besar belajar untuk memperbaiki diri. "Selama Anda belum jadi juara dunia, Anda takkan bisa santai. Anda harus terus memperbaiki diri. Bahkan jika Anda sudah juara pun, seperti Vale," tutur Lecuona.
"Vale merupakan sembilan kali juara dunia, tapi sampai kini masih terus coba belajar dan memperbaiki diri. Jadi, saya juga harus memperbaiki semuanya: gaya balap, pengereman, posisi berkendara... semuanya! Kini level performa semua orang sungguh setara, jadi Anda harus konsisten," tutupnya.
Sumber: Marca
Video: Kebakaran Besar di Sirkuit MotoGP Argentina
Baca Juga:
Miguel Oliveira: MotoGP 2021 Bisa Disebut Sukses Kalau Saya Rebut Gelar Dunia
Jack Miller: Rebut Gelar Dunia untuk Ducati Itu Tanggung Jawab Besar
'Marc Marquez Bisa Jadi Pahlawan, Tapi Kenekatannya Adalah Kesalahan Besar'
Andrea Dovizioso: Masa-Masa di Yamaha Momen Paling Menyebalkan
Francesca Sofia Novello Bantah Nikah dengan Valentino Rossi: Belum Kepikiran!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Pede Raih Ballon d'Or 2026: Tahun yang Tepat untuk Jadi yang Terbaik
Liga Spanyol 7 September 2026, 21:15
-
Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan
Liga Champions 7 September 2026, 20:45
-
Arda Guler Absen Lawan Inter Milan, Momen Yan Diomande untuk Unjuk Gigi!
Liga Champions 7 September 2026, 20:18
-
Sudah Kebobolan 6 Gol, Pertahanan Manchester United Punya Masalah Serius?
Liga Inggris 7 September 2026, 19:48
-
Daftar Lengkap 16 Negara Peserta Piala Asia U-20 2027
Tim Nasional 7 September 2026, 18:56
-
Debut Memukau Dion Markx Bersama Persita: Langsung Jadi Man of the Match
Bola Indonesia 7 September 2026, 18:50
-
Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:44
-
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:14
-
Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:46
-
Prediksi Dortmund vs Villarreal 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:28
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





