Ikuti Jejak Idola: Pol Espargaro Beber Alasan Ngefans Berat pada Alex Barros
Anindhya Danartikanya | 30 Desember 2021 15:05
Bola.net - Ketika kebanyakan pembalap MotoGP mengidolakan Kevin Schwantz, Mick Doohan, Valentino Rossi, Casey Stoner, dan juara-juara dunia lainnya, Pol Espargaro justru mengidolakan Alex Barros, eks pembalap Grand Prix asal Brasil. Kepada Motorsport Total, Rabu (29/12/2021), rider Repsol Honda ini pun membeberkan alasannya.
Meski tak pernah merebut gelar dunia, Barros memang salah satu rider yang disegani pada masanya. Bahkan Rossi menyebut Barros sebagai acuan utamanya dalam mempelajari pengereman di kelas para raja. Espargaro pun mengaku bahwa sejak kecil dirinya sudah mengikuti kiprah Barros bersama sang kakak, Aleix Espargaro.
"Saya ingat nonton balapan MotoGP di rumah bersama ayah dan kakak ketika tak latihan. Kenangan saya adalah Alex mengendarai motor kuning untuk tim Sito Pons. Kala itu, ia sangat cepat dan memperebutkan kemenangan. Namun, ia sangat sering jatuh. Dia seperti saya. Ketika saya jatuh, ayah dan kakak saya bilang, 'Lihat, dia jatuh lagi'," kisah Espargaro.
Sama-Sama Pernah Bela Pons Racing dan Repsol Honda
Espargaro pun menyatakan dirinya memakai nomor balap 44 juga karena Barros pakai nomor 4. Uniknya lagi, rider Spanyol ini juga mengikuti jejak Barros dengan membela tim Sito Pons, Pons Racing, saat balapan di Moto2. Ia bahkan sukses merebut gelar dunia pada 2013.
Tak hanya itu, Espargaro juga mengikuti jejak Barros yang membela Repsol Honda pada 2004 lalu. "Saya mencoba membangun identitas saya sendiri lewat nomor 4. Itu nomor Alex. Saya ingat, saya coba memakai nomor itu, tapi tak tersedia. Itulah alasan saya memilih nomor 44," tutur Polyccio.
Kenangan manis lain yang dimiliki Espargaro dari Barros adalah fakta bahwa mereka pernah berjumpa di MotoGP Catalunya saat Espargaro masih kecil. Barros pun mengundangnya ke motorhome, bahkan memberikan tur kecil-kecilan di garasi tim untuk melihat motornya.
Punya Gaya Balap 'Old School'

Momen berharga itulah yang membuat Espargaro kini juga senang mengundang anak-anak kecil untuk mengamati garasinya. "Alex sangat ramah, dan ia mengundang saya ke motorhome-nya. Itu adalah hal yang kini makin saya syukuri. Itu gestur yang sangat baik," tuturnya.
Yang lebih spesial, Espargaro juga punya gaya balap agresif seperti Barros dan para rider masa lalu lainnya. "Saya tak bisa ingat secara spesifik balapan yang dijalani Alex. Namun, saya tahu ia punya gaya balap yang tak biasa yang bikin saya terkesan. Gaya balapnya salah satu gaya 'old school', seperti Kevin Schwantz," ujar Espargaro.
"Dia adalah idola saya. Rasanya aneh karena saya tak punya helmnya, sarung tangannya, atau tanda tangannya. Tapi saya memang bukan orang yang terikat dengan materi. Saya hanya ingat memori-memori darinya. Suatu saat nanti, saya ingin jadi hebat, agar bisa jadi inspirasi bagi rider lain seperti Alex bagi saya," tutupnya.
Sumber: Motorsport Total
Baca Juga:
- Dari Rossi Sampai Oettl: 8 Duet Ayah-Anak yang Mampu Menang di MotoGP
- Pecco Bagnaia Diminta Ulang Gelar Casey Stoner: Kami Berbeda, Tapi Ambisinya Sama
- Nama Valentino Rossi Bakal Diabadikan Sebagai Nama Trofi di MotoGP
- Raul Fernandez Ogah Muluk Ulang Sukses Debut Fabio Quartararo di MotoGP
- MotoGP Berduka: Ayah Nicky Hayden Meninggal Dunia Akibat Kanker
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








