Ingin Damai dengan Rossi, Marquez Akui Tak Suka Teriakan Penonton
Anindhya Danartikanya | 6 September 2018 10:45
- Sebelum peristiwa 'Sepang Clash' pada 2015 lalu, Marc Marquez dan Valentino Rossi bagaikan sahabat. Marquez mengidolakan Rossi sejak anak-anak, dan Rossi menganggapnya sebagai penerus. Meski begitu, semua berubah sejak peristiwa kontroversial itu.
'Sepang Clash' adalah peristiwa di mana Rossi menuduh Marquez berkhianat dengan bersekongkol dengan Jorge Lorenzo untuk menjegal langkah The Doctor merebut gelar dunia, dan di sana pula Rossi dan Marquez bersenggolan di Tikungan 14 dalam sesi balap.
Sejak peristiwa itu, Rossi dan Marquez tak saling bicara, namun sempat berbaikan usai tewasnya rider Moto2, Luis Salom di Catalunya, Spanyol pada 2016. Sayangnya, keduanya kembali berselisih usai Marquez menabrak Rossi sampai terjatuh di MotoGP Argentina pada April lalu.
Sudah Coba Minta Maaf

Usai balap, Marquez segera mendatangi garasi Yamaha untuk meminta maaf pada Rossi, namun nyatanya ia diusir begitu saja. Kepada media massa, Rossi menyebut Marquez meminta maaf semata untuk publikasi dan menyebutnya rider berbahaya dan tak peduli keselamatan rider lain.
Dalam wawancaranya bersama Sky Sport menjelang MotoGP San Marino akhir pekan ini, Marquez pun mengaku ingin kembali berdamai dengan rider 39 tahun tersebut, walau menyayangkan permintaan maafnya disalahartikan.
Saya bakal senang berdamai dengannya. Saya tak punya masalah apa pun dengan Vale. Apa yang terjadi di Argentina lebih 'sunyi', karena sayalah yang melakukan kesalahan dan membuat Vale mendapat nasib buruk. Tapi saya sudah mencoba meminta maaf, ungkapnya.
Pengaruh Teriakan Penonton
Dulu, penggemar Rossi dan Marquez senang bukan kepalang bila keduanya kompak naik podium, namun kini semua telah berubah. Setiap kali Marquez naik podium, ia justru mendapatkan teriakan mencemooh dari penonton, bahkan mendapat tepuk tangan meriah tiap kali ia terjatuh.
Apakah saya terganggu oleh teriakan-teriakan saat di podium? Tidak, tapi saya tak suka. Ini seperti sepak bola. Saya mendukung Barcelona, tapi saat Real Madrid menang dan bermain lebih baik, saya bertepuk tangan untuk mereka yang layak dapat tiga poin, ungkapnya.
Saya tak suka teriakan-teriakan itu, karena kami berkendara di 300 km/jam, mempertaruhkan nyawa setiap kali berkendara. Jika memang penggemar sejati, maka Anda akan suka melihat aksi salip, bukan suka berdasar 'warna' si pembalap. Saya selalu minta penggemar saya menghormati rider lain karena usai satu balapan, akan ada balapan lainnya. Hidup terus berlanjut, tutupnya. (ss/dhy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton PSV vs Bayern: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:19
-
Tempat Menonton Club Brugge vs Marseille: Duel Hidup Mati Menuju Fase Gugur UCL
Liga Champions 29 Januari 2026, 01:14
-
Tempat Menonton Dortmund vs Inter: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:58
-
Tempat Menonton PSG vs Newcastle: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:16
-
Tempat Menonton Eintracht Frankfurt vs Tottenham: Misi 8 Besar The Lilywhites
Liga Champions 29 Januari 2026, 00:04
-
Tempat Menonton Napoli vs Chelsea: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 28 Januari 2026, 23:24
-
Harry Maguire, Kontrak Baru, dan Dilema Manchester United
Liga Inggris 28 Januari 2026, 22:53
-
Misteri Tak Berujung Paul Pogba di Monaco
Liga Eropa Lain 28 Januari 2026, 22:41
-
Giuliana Vigile Mendadak Viral: Asisten Wasit Spek Bidadari dari Serie D Italia
Bolatainment 28 Januari 2026, 21:39
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04










