Joan Mir Sebut Moto2 Bikin 'Matang', Ogah Santai di Suzuki
Anindhya Danartikanya | 28 September 2018 15:50
- Mengikuti jejak-jejak yang ditorehkan Maverick Vinales, Joan Mir akhirnya memutuskan hanya setahun turun di Moto2 sebelum naik ke MotoGP. Mir yang saat ini masih membela Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Moto2, akan menjalani debut di kelas tertinggi musim depan bersama Suzuki Ecstar.
Mir yang, juga seperti Vinales, merupakan juara dunia Moto3, sejak awal tahun ini mengaku tak mau berlama-lama turun di kelas intermediate dan langsung naik ke MotoGP sekalinya mendapat tawaran dari tim pabrikan. Tawaran itu pun datang dari Suzuki, tim yang juga menaungi Vinales pada 2015 lalu.
Meski hanya sebentar di Moto2, Mir menyadari betapa pentingnya kelas tersebut. Ia yakin Moto2 memberikan banyak pelajaran bagi seorang rider agar lebih matang saat naik ke MotoGP. Langkah inilah yang dilewatkan Jack Miller pada 2015, di mana ia langsung naik ke MotoGP usai menjadi runner up Moto3 2014.
Pentingnya Turun di Moto2
Rider Spanyol berusia 20 tahun ini menyatakan bahwa penyeragaman mesin di Moto2 adalah alasan persaingan di kelas tersebut sangat ketat. Dengan begitu, talenta, kemauan dan mentalitas rider lah yang menjadi penentu hasil akhir.
"Saya banyak belajar dari Moto2. Kategori ini memberi saya banyak hal. Pertama, belajar untuk cepat sejak lap pertama, kemudian cara mengendarai motor yang lebih besar, dan lainnya. Moto2 langkah yang sangat penting demi naik ke MotoGP," ungkap rider Spanyol ini kepada Speedweek.
"Moto2 adalah 'sekolah' yang baik, karena semua rider punya perangkat yang mirip. Melaju cepat di atas motor Moto2 itu mudah, jadi malah sulit untuk membuat perbedaan. Itulah alasan mengapa tak ada rider yang meraih gelar dunia Moto2 di tahun pertamanya," lanjutnya.
Ogah Santai, Ingin Buktikan Diri

Saat ini, Mir tengah duduk di peringkat keenam pada klasemen rider Moto2, dan telah jauh dari peluang merebut gelar dunia. Kini, ia pun mulai fokus menjalani persiapan naik ke MotoGP tahun depan, dan ia menolak bersantai-santai ria. Ia yakin dirinya punya tugas menumpuk demi mengembangkan GSX-RR bersama tandem barunya, Alex Rins.
"Naik ke MotoGP bersama Suzuki membuat saya makin 'lapar'. Saya akan membela tim pabrikan Suzuki, jadi jelas saya harus membuktikan apa yang bisa saya lakukan. Memang benar semua berjalan lancar, tapi saya harus memperebutkan kemenangan di setiap balapan," tuturnya.
Saya harus merasa nyaman. Saya bukan tipe orang yang berkata, 'oke, kini aku punya kontrak dengan Suzuki dan aku tak lagi harus bekerja keras'. Saya bukan orang yang seperti itu. Saya selalu memberikan 100%. Lagipula, berkata begitu berarti tak profesional. Itu bukan gaya saya," pungkas Mir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persib 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 20:12
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Dewa United 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 19:41
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 15:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54

















