Jorge Lorenzo Kecewa Fans MotoGP Tak Lagi Dimanjakan Rivalitas-Rivalitas Pahit
Anindhya Danartikanya | 1 April 2024 13:13
Bola.net - Lima kali juara dunia, Jorge Lorenzo, menyayangkan para penggemar MotoGP masa kini tak lagi dimanjakan oleh rivalitas-rivalitas bebuyutan dari para pembalap. Menurutnya, generasi pembalap yang ada sekarang lebih mudah berteman, sehingga tak menciptakan rivalitas pahit seperti masa lalu.
Hal ini dinyatakan Lorenzo kepada Mundo Deportivo, Sabtu (13/3/2024), untuk menanggapi pernyataan Pedro Acosta. Debutan Red Bull GASGAS Tech 3 ini mengaku MotoGP membutuhkan rivalitas-rivalitas sengit seperti dulu. Rider 19 tahun itu juga heran banyak rivalnya justru berteman baik.
Lorenzo sendiri diketahui punya banyak rival bebuyutan sepanjang kariernya di Grand Prix. Dari Andrea Dovizioso, Dani Pedrosa, Valentino Rossi, bahkan sampai Marc Marquez. Ia yakin bahwa rivalitasnya dengan para rider tersebut justru membuat orang tertarik menonton MotoGP.
Rivalitas Harus Terjadi di Dalam dan Luar Trek

"Saya sepakat [dengan Acosta], dan saya adalah pembela terbesar rivalitas-rivalitas macam ini, tak hanya di lintasan, melainkan juga di level kata-kata. Duel-duel ini membuat penonton menginginkan hal lebih, ingin menonton balapan dan seluruh pekan balap," ungkap Lorenzo.
Ia pun menyebutkan beberapa rivalitas yang ia kagumi, di antaranya Alain Prost vs Ayrton Senna di Formula 1, Alex Criville vs Mick Doohan di MotoGP, serta Barcelona vs Real Madrid di sepak bola. "Hal ini juga terjadi pada saya dengan Valentino Rossi, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa," ujarnya.
Rivalitas di MotoGP Harus Terjadi Secara Alami
Uniknya, Lorenzo juga memaklumi kepribadian para rider masa kini mungkin berbeda dari para rider masa lalu, sehingga rivalitas tak lagi hal yang mereka pusingkan. "Orang-orang tak mau melihat para rider saling benci, melainkan ingin lihat rivalitas yang kuat. Ini menyajikan bumbu penyedap," tuturnya.
"Namun, rivalitas ini harus terjadi secara alami. Para rider harus mengikuti kepribadian mereka dan cara mereka menjalani hidup. Jadi, jika rivalitas sengit tak bekerja untuk para rider masa kini, maka memang tak cocok untuk mereka," pungkas eks rider Yamaha, Ducati, dan Honda ini.
Sumber: Mundo Deportivo
Baca juga:
Fabio Quartararo Diskusi dengan Semua Tim MotoGP, Sebut Gaji Bukan Masalah
KTM Soal Wildcard Dani Pedrosa: Dia Sendiri yang Bakal Ambil Keputusan Final
Kisah di Balik Warna Kuning Neon Helm Lewis Hamilton: Teruskan Perjuangan Valentino Rossi
Ducati Terancam Ditinggal Pramac dan VR46, Akhir dari 'Ducati Cup' di MotoGP?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












