Jorge Lorenzo: Rider Masa Kini Mudah Berteman, Beda dengan Saya dan Valentino Rossi
Anindhya Danartikanya | 15 Agustus 2022 11:49
Bola.net - Jorge Lorenzo menyatakan bahwa MotoGP masa kini kekurangan pembalap dengan kepribadian yang kuat. Ini tak seperti yang terjadi satu dekade lalu, di mana ia, Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner kerap cekcok baik di dalam maupun luar lintasan. Lorenzo menyebut rider masa kini mudah berteman.
Setelah Four Aliens kompak pensiun, memang jarang terjadi ketegangan di antara generasi pembalap MotoGP yang lebih muda. Kalaupun bersitegang, para pembalap ini tak butuh waktu lama untuk kembali berbaikan. Duel-duel sengit mereka di dalam lintasan juga tak sampai memengaruhi hubungan baik mereka di luar lintasan.
"Saya sepakat MotoGP kini kekurangan pembalap berkepribadian kuat. Sekarang, para rider tampaknya berteman baik. Fabio tak bicara dengan Pecco seperti saya bicara dengan Vale. Pecco tak bicara dengan Jorge Martin seperti Vale bicara dengan Casey. Kini, mereka punya hubungan baik," ujar Lorenzo via Cycle World, Jumat (5/8/2022).
Rivalitas di Formula 1 Lebih Terlihat Nyata

Lorenzo tak meremehkan pertemanan di antara pembalap masa kini sebagai pertemanan yang palsu. Ia justru berpendapat bahwa pertemanan mereka memang bisa jadi nyata, didorong oleh tuntutan untuk memiliki citra yang baik di hadapan publik. Hal ini juga terlihat dari keakraban mereka di media sosial, seperti Instagram.
"Saya rasa pertemanan mereka bisa saja nyata berkat Instagram dan kejaran jumlah 'likes'. Di satu sisi, ini bagus untuk MotoGP. Saya sendiri sangat menghormati semua pembalap. Namun, duel-duel agresif lah yang selalu bikin panas fans," ungkap Lorenzo, yang juga merupakan lima kali juara dunia sekaligus MotoGP Legend ini.
"Saya ingat tatapan sengit yang diberikan Sete Gibernau pada Vale di Jerez pada 2005, duel Rossi vs Stoner atau Rossi vs Biaggi. Rivalitas itu ada di udara. Sama dengan Formula 1, di mana rivalitas Lewis Hamilton vs Max Verstappen atau Verstappen vs Charles Leclerc sangat nyata. Anda bisa lihat semua di depan kamera," lanjutnya.
Merasa Kecil Ketika Valentino Rossi Dicintai Banyak Orang

Rivalitas dengan Rossi juga tak dimungkiri Lorenzo terasa sangat berat. Apalagi mereka pernah bertandem di Yamaha pada 2008-2010 dan 2013-2016. Menurutnya, jumlah pendukung Rossi yang masif juga sangat berpengaruh pada kondisi psikis pembalap. Namun, Lorenzo bersyukur tak pernah peduli pada itu semua.
"Menjadi tandem Vale itu berat. Tanpa kepribadian yang kuat, mungkin saya bakal kalah secara psikis karena Vale mendapatkan semua perhatian. Semua orang menyukainya, dan ini membuat Anda merasa sangat kecil," ungkap Lorenzo, yang pensiun pada akhir 2019 lalu.
"Namun, saya punya keinginan, dan sekalinya menutup visor, target saya satu-satunya adalah membuka gas dan menang. Mengalahkan Vale dengan motor yang sama memberi saya kepuasan dan popularitas," tutup rider Spanyol ini, yang dikenal selalu akrab dengan Rossi ketika mereka tidak setim.
Sumber: Cycle World
Baca juga:
Jorge Lorenzo Soal Sepang Clash 2015: Marc Marquez Tak Mau Saya Jadi Juara
Jadwal Siaran Langsung MotoGP Austria di Trans7 dan MNC Sports, 19-21 Agustus 2022
Jadwal Lengkap MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, 19-21 Agustus 2022
Semua Rider Honda Menderita, Marc Marquez: Berarti Ini Sudah Level Darurat
Marc Marquez Beri Kode Bakal Setim Bareng Joan Mir di MotoGP 2023
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



