Jorge Martin: Ducati Tercipta untuk Saya, Kemenangan Styria Bikin Pede Jadi Juara
Anindhya Danartikanya | 20 Agustus 2021 11:01
Bola.net - Rider Pramac Racing, Jorge Martin, menyebut kemenangan di MotoGP Styria memberi lecutan besar bagi rasa percaya dirinya menghadapi masa depan. Hasil itu seolah membuatnya yakin bahwa suatu saat nanti ia bisa menjuarai kelas para raja. Hal ini ia katakan kepada DAZN, seperti yang dikutip Marca pada Rabu (18/8/2021).
Martin memang jadi debutan yang paling disorot musim ini, sejak ia menjalani start luar biasa di Seri Qatar, di mana ia start ke-15 namun langsung merangsek ke posisi 4 pada lap pembuka. Sepekan setelahnya, di Seri Doha, ia bahkan menyabet pole, memimpin balapan selama 18 lap, sebelum finis ketiga dan meraih podium perdana.
Progres Martin pun sangat dinantikan sejak itu. Sayang, ia terjatuh keras dalam sesi FP3 di Portimao, membuatnya mengalami keretakan di delapan tulang berbeda, hingga ia harus absen selama empat balapan. Saat kembali turun lintasan di Catalunya, ia bahkan masih sangat kesakitan sampai-sampai sempat berniat pensiun dini.
Masih Sulit Percaya Dapat Kans Turun di MotoGP

Namun, Martin menjalani proses pemulihan dengan sabar, usai disemangati oleh timnya. Benar saja, setibanya di Seri Styria dan Austria yang digelar di Red Bull Ring, rider 23 tahun ini justru jadi pembalap dengan performa paling mencolok. Ia menyabet pole di kedua seri, menang di Styria dan finis ketiga di Austria.
"Saya harus lebih percaya pada diri sendiri, karena kadang tim melihat saya punya kemampuan untuk menang, namun saya masih kesulitan untuk percaya. Saya sekarang ada di MotoGP dan bahkan masih belum bisa percaya! Jangankan menang, bisa berada di sini saja saya masih takjub," ungkap juara dunia Moto3 2018 ini.
Martin juga menyebut Seri Styria sebagai pekan balap paling 'nyata' dibanding Catalunya, Jerman, dan Belanda, karena di sana lah fisiknya baru terasa bugar. "Yang paling bikin terkesan, balapan ini bukan balapan keenam saya, melainkan balapan ketiga di mana tubuh saya mulai membaik. Melihat ini semua, saya jadi terkesan," ujarnya.
Tak Perlu Repot Adaptasi dengan Ducati

Martin pun menyatakan bahwa dirinya tak mau berhenti pada satu kemenangan saja. Ia ingin meraih lebih banyak lagi trofi demi mewujudkan impiannya jadi juara dunia. Ia pun bersyukur bisa membela Ducati lewat Pramac, karena menurutnya ia tak punya kendala berarti saat mengendarai Desmosedici, walau ia masih berstatus debutan.
"Kemenangan itu takkan bisa direnggut siapa pun dari saya. Saya sudah melakukan pekerjaan yang baik, pulang, dan semua orang berbahagia. Namun, jelas bahwa sebagai pembalap, kami selalu ingin lebih. Jadi, menjadi juara MotoGP adalah impian besar saya," tutur pembalap berjuluk Martinator ini.
"Usai kemenangan itu, saya bisa lihat gelar bakal mendekat. Ini bikin saya percaya diri menyongsong masa depan. Untungnya, Ducati adalah motor yang tak perlu saya apa-apakan demi mempermudah proses adaptasi saya. Ini adalah motor yang diciptakan untuk saya," pungkas Martin.
Sumber: Marca
Baca Juga:
Fabio Quartararo Wujudkan Impian Jumpa Cristiano Ronaldo, Tukar Jersey dan Helm
Thomas Luthi Pensiun dari Moto2, Bakal Jadi Sports Director PrustelGP
MotoGP Malaysia Resmi Dibatalkan, Misano Gelar Dua Balapan
Scott Redding Tegaskan Pisah Baik-Baik dengan Ducati, Dibikin Kagum oleh BMW
Tinggalkan Ducati, Scott Redding Resmi Gabung BMW di WorldSBK 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026
Otomotif 9 Agustus 2026, 07:50
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




