Ketika Ing Asavanund Mengguncang Yamaha Sunday Race di Mandalika, Kerumunan Fans Lebih Meriah dari Marc Marquez
Asad Arifin | 19 Juli 2026 14:31
Bola.net - Tak semua pemenang ditentukan oleh posisi finis. Di Yamaha Sunday Race 2026 yang digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, 17-19 Juli, nama yang paling sering diteriakkan penonton justru bukan pembalap yang berdiri di podium.
Sosok itu adalah Ing Asavanund. Pembalap asal Thailand yang juga dikenal sebagai aktor di bawah naungan GMMTV tersebut menghadirkan fenomena yang jarang terjadi dalam sebuah ajang balap nasional maupun regional.
Ketika sesi pitwalk dibuka, arus manusia langsung bergerak menuju paddock tempat Ing berada. Ribuan penggemar memenuhi pitlane, mengangkat telepon genggam, membawa hadiah, hingga berebut kesempatan untuk berfoto dengan idolanya.
Atmosfer itu bahkan mengingatkan pada euforia MotoGP Mandalika. Jika dibandingkan dengan sesi pitwalk MotoGP Mandalika 2025, kerumunan yang mengelilingi paddock Ing Asavanund terasa lebih padat dan lebih lama bertahan, menjadikannya salah satu pemandangan paling mencolok sepanjang Yamaha Sunday Race 2026.
Start dari Belakang, Pulang Membawa Kepuasan

Ing Asavanund datang ke Mandalika bukan hanya untuk memenuhi jadwal sebagai figur publik. Pembalap berusia 20 tahun itu benar-benar ingin menguji kemampuannya menghadapi lintasan baru dan bersaing dengan para rider terbaik Asia-Pasifik.
Hasil akhirnya memang belum membawanya naik podium. Namun, finis di posisi ketujuh pada race pertama dan peringkat kedelapan pada race kedua menjadi pencapaian yang membuatnya puas, mengingat ia harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan.
"Saya rasa hasilnya lebih baik dari yang saya bayangkan. Untuk balapan hari ini dan kemarin, saya sangat senang dengan hasilnya," ucap Ing Asavanund.
"Saat sesi kualifikasi saya tampil kurang baik sehingga harus start dari posisi P17 dan P16. Namun saat balapan saya bisa memperbaiki posisi cukup banyak. Karena itu saya sangat puas dengan hasil yang saya dapatkan," sambungnya.
Belajar Menaklukkan Mandalika yang Cepat

Mandalika menjadi pengalaman baru bagi Ing. Selama ini ia lebih sering membalap di Buriram, Bangkok, dan Pattaya, sehingga karakter sirkuit di Lombok memberikan tantangan yang berbeda.
"Bagi saya ini juga menjadi kesempatan besar untuk keluar dari Bangkok, Thailand, dan mencoba balapan di lintasan baru."
Ia mengaku karakter Mandalika memaksanya beradaptasi dalam waktu singkat. Kesempatan mengenal motor dan lintasan juga sangat terbatas karena seluruh rangkaian hanya terdiri dari dua sesi latihan bebas, satu sesi kualifikasi, dan dua balapan.
"Lintasannya sangat menyenangkan. Banyak penonton yang datang sehingga membuat saya semakin termotivasi."
"Mandalika adalah sirkuit yang sangat cepat. Tikungan stop-and-go tidak terlalu banyak. Biasanya saya lebih menyukai karakter lintasan dengan banyak tikungan stop-and-go, jadi di sini saya harus belajar lebih banyak. Tapi saya sangat menikmati pengalaman ini," kata Ing Asavanund.
Balap Lebih Dulu, Baru Aktor

Di luar lintasan, Ing menjalani kehidupan yang jauh dari kata sederhana. Ia masih berstatus mahasiswa di Thailand, aktif sebagai aktor, dan tetap mengejar mimpinya menjadi pembalap profesional.
"Sekarang saya masih kuliah di Thailand dan juga bekerja sebagai aktor. Jadi memang tidak mudah membagi waktunya. Tapi saya ingin terus mencoba memberikan yang terbaik karena saya sangat menyukai balap motor," kata Ing Asavanund.
"Saya senang melakukan banyak hal, bepergian, bekerja, meskipun saya tidak terlalu suka belajar, tapi itu tetap harus saya jalani."
Meski dikenal luas lewat dunia hiburan, balap justru menjadi cinta pertamanya. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia 12 tahun, jauh sebelum memasuki industri akting.
"Betul (saya memulai balap lebih dulu sebelum jadi aktor). Saya mulai balapan sejak berusia 12 tahun."
Akhir pekan di Mandalika pun menjadi pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan. Bukan hanya karena berhasil memperbaiki posisi saat balapan, tetapi juga karena sambutan luar biasa dari para penggemar Indonesia yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Sangat berbeda. Ini pertama kalinya saya balapan dengan atmosfer seperti ini dan saya benar-benar terkejut. Saya belum pernah merasakan dukungan penonton sebesar ini di Thailand," tutup Ing Asavanund.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aldi Satya Mahendra Tembus 10 Besar di Cremona, Masih Punya Peluang Naik Posisi
Otomotif 30 September 2026, 15:38
-
Yamaha Buka Pabrik Pulo Gadung, Media dan Pelaku Industri Intip Produksi Motor Berstandar Global
Otomotif 29 September 2026, 11:50
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



