Kisah Sakit Hati Pol Espargaro: Gagal Gabung Suzuki Gara-Gara Yamaha
Anindhya Danartikanya | 22 September 2020 14:12
Bola.net - Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro, baru-baru ini blak-blakan menyatakan rasa sakit hatinya pada Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, yang tak memenuhi janji untuk memberikan tempat di tim pabrikan Yamaha di MotoGP 2017. Uniknya, janji ini pula yang menggagalkan Espargaro bergabung dengan Suzuki pada 2015.
Sebagai juara dunia Moto3 2013, Polyccio menerima tawaran membela Monster Yamaha Tech 3 pada 2014, dengan kontrak yang terikat langsung dengan Yamaha. Pada tahun tersebut, rider Spanyol ini ternyata mendapatkan tawaran dari Suzuki yang hendak kembali ke MotoGP 2015 usai vakum sejak akhir 2011.
Espargaro pun meminta izin kepada Jarvis untuk hengkang, namun dirayu untuk bertahan dengan alasan bahwa Valentino Rossi akan segera pensiun dan Espargaro akan jadi kandidat terkuatnya. Atas iming-iming ini, Espargaro akhirnya bertahan di Tech 3, membiarkan Suzuki menggaet sang kakak, Aleix Espargaro, dan Maverick Vinales.
Tak Pikir 2 Kali Saat Gabung KTM

"Saat Suzuki kembali ke MotoGP, saya dapat tawaran untuk bergabung dengan mereka, dan kontraknya sama dengan yang ditandatangani kakak saya. Saya pun bicara dengan Lin, yang meminta saya bertahan di tim satelit karena Vale akan pensiun dan Yamaha butuh rider muda. Tapi Lin membantah hal ini di jumpa pers, dan bikin saya sakit hati," ujarnya via Mundo Deportivo, Sabtu (19/9/2020).
Pada pertengahan 2016, Rossi diketahui belum mau pensiun pada 2017, dan Jorge Lorenzo lah yang hengkang ke Ducati. Alih-alih memberikan spot Lorenzo kepada Espargaro, Yamaha justru memberikan tempat itu kepada Vinales. Espargaro pun naik pitam, dan akhirnya menerima tawaran dari Red Bull KTM Factory Racing usai dibantu rayuan sang tandem, Bradley Smith.
"Saat itu, hasil saya di Tech 3 tidaklah sebaik hasil Suzuki saat mereka tiba. Jadi saya berjanji pada diri sendiri: jika ada tawaran membela tim pabrikan lain, saya akan terima tanpa pikir dua kali, tak peduli apa hasil saya nantinya, tak peduli bagaimana performa mereka, dan tak peduli betapa sulitnya perjuangan saya, karena yang saya pedulikan hanyalah hasil baik," kisahnya.
Hanya Peduli Kemenangan
Espargaro pun sama sekali tak menyesali kepindahannya ke KTM pada 2017, yakni saat pabrikan asal Austria tersebut baru memulai proyek MotoGP dan motor RC16 masih dalam tahap pengembangan. Espargaro mengaku lebih baik terseok-seok bersama KTM menuju kesuksesan, ketimbang hanya diiming-imingi janji kosong.
"Yang dipedulikan pembalap muda hanyalah kemenangan. Ini tak hanya terjadi dalam dunia balap motor, tapi di semua jenis olahraga, karena atlet adalah orang yang sangat egois, semua yang terjadi sekeliling kami terjadi hanya untuk diri kami sendiri. Jadi kemenangan adalah hal utama bagi saya, tak peduli berapa langkah mundur yang harus saya tempuh," pungkasnya.
Di tangan Espargaro, kini KTM mulai menjadi salah satu ancaman paling serius di MotoGP. Namun, rider berusia 29 tahun ini telah memutuskan hengkang ke Repsol Honda tahun depan, bertandem dengan musuh terberatnya sejak anak-anak, terutama saat di Moto2, Marc Marquez.
Sumber: Mundo Deportivo
Video: Maverick Vinales Juarai MotoGP Emilia Romagna 2020
Baca Juga:
'Valentino Rossi Mulai Panen Hasil Kerja Keras Bantu Rider Muda Italia'
'Tanpa Marc Marquez, MotoGP Jadi Ketat Karena Rider Lain Sulit Fokus'
Tangguh di MotoGP, Maverick Vinales Malah Takut Naik Motor di Jalanan
Fabio Quartararo Minta Maaf Plastik Helmnya Bikin Jack Miller Gagal Finis
Andrea Dovizioso: Jadi Test Rider Yamaha, Suzuki, atau Justru KTM?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



