Lempar Kritik Tajam, Rossi Minta Yamaha Belajar dari MotoGP 2004
Anindhya Danartikanya | 14 Agustus 2018 10:10
- MotoGP Austria akhir pekan lalu disebut Valentino Rossi sebagai pekan balap terburuk selama ia membela Yamaha. Atas alasan ini, The Doctor kembali melemparkan kritik tajam kepada timnya, meski sang Project Leader YZR-M1, Kouji Tsuya telah meminta maaf secara publik kepada Rossi dan Vinales usai sesi kualifikasi pada Sabtu (11/8).
Tsuya dan jajaran petinggi Yamaha, termasuk Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis dan Direktur Tim Movistar Yamaha MotoGP, Massimo Meregalli mengajukan permintaan maaf usai Yamaha menjalani 21 balapan terakhir tanpa kemenangan, serta usai Rossi dan Vinales terpaksa start dari posisi 14 dan 11 di Red Bull Ring.
Mimpi buruk ini dinyatakan Rossi bukan lagi sebuah kejutan, mengingat ia telah berulang kali bahwa sistem elektronik YZR-M1 di sektor akselerasi merupakan masalah utama yang harus diperbaiki. Tahun lalu, performa Honda dan Ducati tak begitu baik dibanding sekarang, tapi jujur saja waktu itu saya juga tak nyaman dengan sasis dan sisi mekanis M1. Tahun ini, dengan sasis dan distribusi beban, saya nyaman, ungkapnya kepada Crash.net.
Tapi kini elektronik Honda dan Ducati mengalami kemajuan besar dan sayangnya justru di sanalah Yamaha tak mampu. Menurut saya, ini kuncinya. Yamaha harus paham apa yang harus diperbaiki, karena motor kami sejatinya sudah baik, lanjut sembilan kali juara dunia ini.
Harapan usai Permintaan Maaf

Hingga kini, Yamaha belum juga menemukan solusi nyata untuk masalah akselerasi M1, namun Rossi berharap permintaan maaf para petinggi Yamaha merupakan tanda bahwa keluhannya mulai ditanggapi lebih serius.
Semoga, karena saya sudah membicarakan masalah yang sama dengan mereka sejak begitu lama, dan usai satu tahun kami masih punya masalah yang sama. Jadi saya harap mereka berusaha maksimal untuk memperbaikinya dan kami harus lihat apakah beberapa bulan ke depan kami mampu tampil lebih baik, ujarnya.
Belajar dari 2004

Rossi yakin solusi akselerasi tak bisa ditemukan dalam sekejap, namun ia menuntut Yamaha untuk bekerja lebih cepat seperti pada 2004, yakni tahun pertamanya membela Yamaha. Menurutnya, M1 versi 2004 memiliki performa yang cukup buruk meski ia sukses merebut gelar dunia. Meski begitu, berkat kerja keras para teknisi, M1 2005 memiliki keseimbangan motor yang lebih baik.
Saat saya tiba di Yamaha pada 2004, mereka jauh lebih buruk daripada sekarang. Tapi dalam satu tahun saja, mereka bereaksi sangat cepat. Mereka punya cara kerja berbeda, investasi lebih banyak uang, lebih banyak orang terlibat, dan dalam setahun mampu membuat M1 2005, yakni M1 terbaik yang pernah saya kendarai. Jadi kami harus melakukan hal yang sama, tuturnya.
Rossi juga menegaskan bahwa performa M1 2018 nyaris tak ada bedanya dengan M1 2017. Menurut saya, situasi akselerasi kami saat ini sangat mirip dengan Agustus-September tahun lalu. Saya selalu merasa mirip. Memang benar di beberapa lintasan kami tak terlalu 'menderita', tapi di lintasan lain kami sangat kesulitan. Di Brno, saya start dari barisan terdepan dan di Austria saya start dari barisan kelima! pungkasnya. (cn/dhy)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





