Lorenzo Kritik Ban Belakang Michelin dan ECU Yamaha
Editor Bolanet | 24 Oktober 2016 13:15
Sesi latihan dan kualifikasi MotoGP Australia yang diwarnai angin kencang, hujan deras dan suhu dingin, membuat Lorenzo kembali kesulitan beradaptasi dengan Michelin dan harus start dari posisi 12. Saat menjalani balapan, ia pun harus bersusah payah bertarung di posisi papan tengah.
Masalah utamanya? Ban belakang, ujarnya kepada Crash.net. Setelah berkali-kali membawa ban belakang berbeda, harusnya ban ini lebih baik, tapi justru lebih banyak masalah. Saya lebih kesulitan lagi ketimbang rider Yamaha lainnya karena gaya balap saya. Saya lebih smooth dan butuh grip lebih banyak di ban belakang, tuturnya.
Lorenzo pun kini setuju dengan pendapat sang tandem, Valentino Rossi yang menganggap Yamaha tak mengalami kemajuan sejak pertengahan musim ini, terutama di area perangkat elektronik (ECU), di mana justru Honda dan Suzuki kini lebih unggul.
Memang benar, mungkin progres kami begitu kecil ketimbang Honda dan Suzuki, terutama di sektor elektronik. Kami masih sama seperti awal musim. Ini alasan mengapa Cal Crutchlow menang, dan Aleix Espargaro mulai memperebutkan podium. Ini bukan sebuah kebetulan, pungkas Lorenzo. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








