Marc Marquez: Nekat Turun di MotoGP Andalusia Adalah Kesalahan
Anindhya Danartikanya | 7 Desember 2020 00:27
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, akhirnya mengakui bahwa keputusannya untuk kembali dan mencoba turun di MotoGP Andalusia yang digelar di Jerez, 25-26 Juli lalu, hanya dua hari usai operasi lengan, adalah kesalahan. Hal ini ia nyatakan dalam wawancaranya dengan DAZN, yang dikutip Diario AS, Jumat (4/12/2020).
Seperti diketahui, Marquez mengalami kecelakaan hebat dalam MotoGP Spanyol di Jerez pada 19 Juli, dan dirundung patah tulang humerus kanan. Dua hari usai insiden, ia pun menjalani operasi di Barcelona, untuk menanamkan satu plat titanium dan 12 sekrup. Dua hari usai operasi, ia kembali ke Jerez untuk turun di MotoGP Andalusia.
Usai turun di FP3, lengannya bengkak dan memar hingga ia mundur, fokus kembali di Ceko. Sayang, pada 3 Agustus, jelang MotoGP Ceko, Marquez secara menggemparkan harus menjalani operasi kedua usai platnya patah akibat membuka jendela besar di rumah. Sejak itu, proses pemulihannya sangat rumit dan butuh waktu lama.
Belajar Banyak Hal Akibat Cedera
Marquez beberapa kali dikabarkan akan kembali balapan pada beberapa seri. Namun, menjelang MotoGP Valencia pada 15 November lalu, 8 kali juara dunia ini mengaku takkan kembali sampai musim berakhir dan akan fokus pada pemulihan demi kembali dengan kondisi lebih bugar pada 2021.
Demi mewujudkan harapannya itu, Marquez akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi ketiga di Madrid pada Kamis (3/12/2020). Operasi ini dilakukan untuk mengganti plat baru pada lengannya, serta melakukan pencangkokan tulang pinggulnya. Delapan kali juara dunia ini pun mengaku dapat pelajaran berarti dari drama ini.
"Saya belajar banyak hal. Contohnya, coba kembali (di Andalusia) adalah langkah yang buru-buru. Plat saya patah saat hendak membuka pintu geser menuju pekarangan rumah. Tapi patahnya plat itu bukan karena saya membuka jendela, melainkan tekanan yang disebabkan 'comeback' di Jerez. Itu sebuah kesalahan," tutur Marquez.
Sayangkan Tim Dokternya Terlalu Optimistis
Di lain sisi, Marquez sangat menyayangkan bahwa para dokter yang menanganinya pada operasi pertama, yakni dr. Xavier Mir dan timnya, juga memberikan indikasi yang kelewat optimistis bahwa plat titaniumnya cukup kuat untuk diajak mengendarai motor MotoGP dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam dan sangat menuntut fisik.
"Kami, para pembalap, punya kekuatan dan kelemahan, dan kelemahan kami adalah kami tak melihat risiko. Jika tak ambil risiko, maka berarti kami menunjukkan rasa takut. Usai operasi, saya bertanya, 'Kapan saya bisa naik motor lagi?' Itulah saatnya dokter harus tahu cara menahan pembalap dan memintanya realistis," kisahnya.
"Saya pun pergi ke Jerez dengan keyakinan bahwa semua bakal baik-baik saja, karena para dokter bilang begitu, karena saya berani namun bukannya tak berpikir secara logis. Jika mereka bilang platnya bisa patah, saya takkan turun di Jerez dan berkendara 300 km/jam," pungkas pembalap berusia 27 tahun ini.
Sumber: DAZN, Diario AS
Video: Aron Canet Lolos dari Maut Saat Terjatuh di Moto2 Portugal 2020
Baca Juga:
- Tulang Lengan Kena Infeksi, Marc Marquez Dirawat di RS Lebih Lama
- Pertamina Mandalika SAG Team Resmi Diluncurkan, Turun di Moto2 2021
- Joan Mir: Punya Tandem Sekuat Alex Rins Itu Penting!
- 'VR46 Seperti Orang Gila Promosikan Franco Morbidelli ke Tim-Tim Moto2'
- 'Valentino Rossi Dapat Perangkat Baru 3 Balapan Setelah Vinales-Quartararo'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








