Marc Marquez Terharu Finis di Portimao, Bagai Main Sepak Bola dengan Senior
Anindhya Danartikanya | 19 April 2021 09:25
Bola.net - Marc Marquez sangat emosional bisa finis dalam MotoGP Portimao, Portugal, Minggu (18/4/2021), sampai-sampai beberapa kali menangis penuh haru usai balap, yakni saat kembali ke garasi dan juga saat wawancara dengan media massa. Via Crash.net, rider Repsol Honda itu menyebut ini memang langkah penting dari masa pemulihannya.
Seperti diketahui, Marquez sempat absen sepanjang musim 2020 dan dua balapan pertama tahun ini akibat cedera patah tulang humerus berkepanjangan. Melihat progres penyembuhannya yang kian baik dalam beberapa bulan terakhir, tim dokter akhirnya memberinya lampu hijau untuk kembali berkompetisi, dimulai dari Portimao.
Aksi 'comeback' Marquez tak buruk walau ia tak mematok target. Start keenam, ia naik ke posisi keempat pada lap pembuka. Tapi secara perlahan ia melorot ke posisi 9 pada pertengahan balap. Ia pun naik dua posisi usai terbantu kecelakaan Alex Rins dan Johann Zarco. Ia akhirnya finis di posisi ketujuh. Baginya, hasil ini bagai kemenangan.
Lelah Tapi Emosional
Sesampainya di garasi, Marquez emosional dan menangis sembari diiringi tepuk tangan salut dari seluruh anggota timnya. "Saya orang yang suka menyimpan emosi sendiri, tapi saat tiba di garasi dengan sambutan para mekanik, saya tak bisa mengendalikannya. Sudah lama sekali saya memimpikan hari ini, finis di balapan MotoGP," tuturnya.
"Ini langkah terbesar dalam rehabilitasi dan pemulihan saya. Kembali merasa sebagai rider MotoGP adalah impian saya, dan saya mewujudkannya hari ini. Saat tiba di garasi, tentu saya kelelahan, namun emosi saya meledak dan tak terkendali. Tapi ini sangat menyenangkan!" lanjut delapan kali juara dunia ini.
Marquez pun mengakui bahwa bagian terberat dalam balapan ini adalah lap-lap awal. Rider berusia 28 tahun ini mengaku merasa tak berada di tempat yang semestinya. "Rasanya seperti di sekolah, saat main sepak bola dengan anak-anak yang lebih tua. Saya tak punya ritme, tak bisa mengendalikan motor, dan kemudian Joan Mir mulai menyalip saya," ujarnya.
Belum Kembali Terbiasa 'Main-Main' Saat Berduel

Marquez mengakui, usai nyaris setahun tak balapan, ia sulit memahami titik pengereman yang tepat ketika melaju di belakang rival, juga sulit memahami cara 'bermain' dengan rider lain saat melakoni aksi saling salip. Ia juga mengaku masih belum terbiasa mencoba-coba garis balap yang lain ketika bertarung dengan para lawannya.
"Ini sangat sulit, karena sesegeranya saya masuk tikungan, saya tak bisa masuk ke garis balap yang lain. Usai enam lap, saya pun ambil napas. Jika tidak, saya takkan finis. Jadi, saya santai saja, tak mau masuk dalam pertarungan," ungkap Marquez, yang pada pertengahan balap mulai bisa menyesuaikan diri dengan situasi kompetisi.
"Saya memperbaiki ritme secara bertahap, dan mencatat lap terbaik pribadi jelang akhir. Saya sempat coba mengejar Aleix (Espargaro) lagi, tapi tiba-tiba tubuh saya bilang 'cukup'. Pada 5-6 lap terakhir, saya hanya duduk di atas motor, mencoba finis. Jadi, finis 13 detik di belakang Fabio (Quartararo) adalah hasil menakjubkan," tutupnya.
Sumber: Crashnet
Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia
Baca Juga:
Psikis Kian Tangguh, Kunci Sukses Fabio Quartararo di MotoGP Portimao
Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Emilia Romagna
Hasil Balap Formula 1 GP Imola: Sempat Bendera Merah, Max Verstappen Menang
Klasemen Sementara Moto2 2021 Usai Seri Portimao, Portugal
Hasil Balap Moto2 Portimao: Raul Fernandez Sabet Kemenangan Perdana
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Xabi Alonso: Bikin Kesalahan Soal Cedera Moises Caicedo
Liga Inggris 8 September 2026, 01:21
-
Christian Pulisic Tak Kunjung Dimainkan Ruben Amorim
Liga Italia 7 September 2026, 23:29
-
Kylian Mbappe Pede Raih Ballon d'Or 2026: Tahun yang Tepat untuk Jadi yang Terbaik
Liga Spanyol 7 September 2026, 21:15
-
Real Madrid Krisis Gelandang saat Jumpa Inter Milan
Liga Champions 7 September 2026, 20:45
-
Arda Guler Absen Lawan Inter Milan, Momen Yan Diomande untuk Unjuk Gigi!
Liga Champions 7 September 2026, 20:18
-
Sudah Kebobolan 6 Gol, Pertahanan Manchester United Punya Masalah Serius?
Liga Inggris 7 September 2026, 19:48
-
Daftar Lengkap 16 Negara Peserta Piala Asia U-20 2027
Tim Nasional 7 September 2026, 18:56
-
Debut Memukau Dion Markx Bersama Persita: Langsung Jadi Man of the Match
Bola Indonesia 7 September 2026, 18:50
-
Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:44
-
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:14
-
Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



