Marquez: Baikan dengan Rossi? Keputusan Tak di Tangan Saya
Editor Bolanet | 17 Juli 2018 14:25
- Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku cukup kagum melihat rider Movistar Yamaha MotoGP masih mampu tampil kompetitif meski telah menginjak 39 tahun. Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya bersama Corriere della Sera.
Marquez yang sukses merebut kemenangan di MotoGP Jerman akhir pekan lalu, dibuntuti oleh Rossi yang finis kedua. Pada klasemen pembalap, Rossi juga berada di peringkat kedua, tertinggal 46 poin dengan 10 seri tersisa musim ini.
Marquez pun mengaku bertanya-tanya soal kiat-kiat Rossi mempertahankan mentalitas dan mencari motivasi, ditambah tekanan dari media dan publik. Ketika Rossi masih aktif balapan dalam usia 39 tahun, Casey Stoner justru memutuskan pensiun dini dalam usia 27 tahun pada 2012 lalu. (cds/dhy)
1 dari 3 halaman
Rossi Sungguh 'Gila'!

Saya menerka-nerka bagaimana ia bisa melakukannya, karena tubuh bisa saja dilatih agar bugar, tapi mentalitas, motivasi, kemampuan menjalani balapan, menghadapi awak media, menahan tekanan, sangat sulit dikendalikan. Sungguh gila. Saya sangat mengaguminya, ujarnya.
2 dari 3 halaman
Peluang Berbaikan

Di sisi lain, Marquez dan Rossi dikenal punya hubungan buruk sejak Rossi menuduhnya bersekongkol dengan Jorge Lorenzo untuk menjegalnya merebut gelar 2015. Mereka sempat berbaikan usai MotoGP Catalunya 2016, namun kembali berselisih usai bertabrakan di Argentina pada April lalu.
Ketika ditanya apakah dirinya dan Rossi akan kembali berbaikan suatu saat nanti, ini jawaban Marquez. Ini tak tergantung pada saya. Usai 2015, kami sempat berbaikan. Kemudian di Argentina ada masalah saat balapan, saya meminta maaf dan saya juga sudah dijatuhi penalti. Memang apa lagi yang harus saya lakukan? ungkapnya.
3 dari 3 halaman
Kedatangan Rival Berat Lain

Selain dengan Rossi, Marquez juga pernah cekcok dengan Lorenzo pada 2013. Tahun depan, keduanya justru bertandem di Repsol Honda, usai Lorenzo memutuskan hengkang dari Ducati Corse. Apakah Marquez gugup kedatangan sang lima kali juara dunia?
Tak masalah. Dengan motor yang sama, dan salah satu yang terkuat dari kami akan mengklarifikasi banyak hal, sementara yang kalah tak punya alasan. Setiap atlet pasti ingin mengalahkan yang terkuat. Saya senang ia datang. Apa Anda pikir Lionel Messi lebih suka main sepak bola di taman dengan anak kecil ketimbang melawan Sergio Ramos? Tak ada yang mau menang mudah, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












