Maverick Vinales, Rider MotoGP yang Pernah Jadi 'Anak Buah' Paris Hilton
Anindhya Danartikanya | 15 April 2020 12:55
Bola.net - Sejak menjalani debut MotoGP pada 2015 lalu, Maverick Vinales digadang-gadang menjadi rider yang bisa merontokkan dominasi Marc Marquez di masa depan. Hingga kini, misi itu belum terwujud, namun usianya yang masih 25 tahun membuat Vinales masih punya banyak waktu.
Usai dua musim membela Suzuki, Vinales memutuskan pergi ke Yamaha pada 2017, demi paket motor yang lebih solid untuk memperebutkan gelar. Sampai saat ini, Vinales jadi rider Yamaha tersukses selama tiga musim terakhir, meraih enam kemenangan, melebihi tandemnya yang juga 9 kali juara dunia, Valentino Rossi.
Vinales pun dipastikan bertahan di Monster Energy Yamaha sampai 2022, dijadikan rider utama pabrikan Garpu Tala. Kepercayaan besar ini pun diyakini bakal melecut motivasi Vinales lebih tinggi lagi dalam perebutan gelar dunia, dan hal ini pula yang membuatnya diprediksi akan jadi bintang besar MotoGP di masa depan.
Tim Bola.net pun menyajikan ulasan mengenai deretan fakta unik soal Vinales yang wajib diketahui Bolaneters. Simak ulasannya berikut yuk!
Rival Sengit Marc Marquez Sejak Kecil

Turun di MotoGP sejak 2015, salah satu ambisi Vinales adalah bersaing sengit melawan rivalnya sejak anak-anak, yakni rider Repsol Honda, Marc Marquez.
Hanya dengan selisih usia dua tahun, keduanya pernah bersaing sengit di kejuaraan domestik junior di Spanyol. Kini sama-sama membela dua pabrikan raksasa di kelas balap paling bergengsi, Vinales siap memadamkan dominasi Marquez.
Langsung Menggebrak Sejak Debut di GP125

Sejak pertama kali turun di ajang Grand Prix pada 2011, Vinales tampil menggebrak. Rentetan prestasi gemilang ia raih, termasuk 9 podium dan 4 kemenangan yang ia raih di kelas GP125, membuatnya langsung duduk di peringkat ketiga pada klasemen akhir.
Prestasi ini ia ulang di Moto3 pada 2012, dan akhirnya merebut gelar dunia pada 2013. Vinales pun naik ke Moto2 pada 2014, dan langsung menduduki peringkat ketiga juga, yakni prestasi yang membuat Suzuki langsung tertarik menurunkannya di MotoGP pada 2015.
Pernah Jadi 'Anak Buah' Paris Hilton
Vinales pernah menjadi 'anak buah' selebritis Hollywood, Paris Hilton saat menjalani debut GP125 pada tahun 2011 lalu, di mana ia mengakhiri musim di peringkat ketiga.
Hilton memang dikenal sebagai salah satu sponsor timnya, Blusens-BQR. Pada musim itu, Vinales berhasil mengoleksi 9 podium, yang 4 di antaranya merupakan kemenangan.
Hilton bahkan beberapa kali datang menyaksikan Vinales balapan, yakni di Catalunya dan Valencia, di mana Vinales sukses finis kedua dan meraih kemenangan di masing-masing balapan.
Pernah 'Ngambek' Tak Mau Balapan

Vinales sempat berpeluang besar jadi juara dunia Moto3 2012, namun ia malah 'ngambek' di Malaysia, karena merasa tak dapat dukungan teknis yang baik dari Blusens Avintia. Sudah berada di Sepang, ia malah memutuskan kembali ke Spanyol dan absen dari balapan.
Sempat menyatakan putus hubungan kerja dengan Avintia, Vinales akhirnya meminta maaf dan kembali balapan sepekan kemudian di Australia dan tampil di Valencia. Meski begitu, gelar dunia akhirnya jatuh ke tangan Sandro Cortese. Vinales sendiri harus puas duduk peringkat ketiga, di belakang Luis Salom.
Hanya Setahun Turun di Moto2

Usai meraih gelar dunia di Moto3 2013, Vinales langsung naik ke kelas Moto2. Meski menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Pons Racing, Vinales akhirnya meminta pemutusan kontrak setahun lebih awal.
Keputusan ini ia sambil setelah ia terbukti langsung mampu tampil di papan atas dalam musim debutnya, mengakhiri musim di peringkat ketiga, dan mendapat tawaran dari Suzuki untuk turun di MotoGP 2015.
Persembahkan Kemenangan untuk Suzuki

Menjalani debut MotoGP 2015, Vinales pun diharapkan menjadi bintang masa depan Suzuki. Pengembangan GSX-RR pun difokuskan berdasar masukan-masukannya, meski akhirnya Vinales hengkang ke Yamaha pada awal 2017.
Bersama Vinales, Suzuki mengakhiri penantian delapan tahun dalam meraih kemenangan, yakni di MotoGP Silverstone, Inggris, pada 2016. Ini adalah kemenangan perdana Suzuki sejak MotoGP Le Mans, Prancis, pada 2007, yang mereka raih lewat Chris Vermeulen.
Punya Sepupu yang Juga Pebalap Motor
Vinales memiliki seorang sepupu yang juga pebalap motor, yakni Isaac Vinales yang saat ini turun di World Supersport setelah turun di Moto3 dan Moto2. Isaac berusia dua tahun lebih tua, dan keduanya pernah menjadi rival saat sama-sama turun di Moto3 pada musim 2012-2013.
Sampai sekarang, Vinales Bersaudara masih kerap berlatih bersama, meski turun di dua kejuaraan berbeda. Isaac bahkan ikut menjalani latihan intensif di Qatar selama masa musim dingin lalu.
Namanya Terinspirasi Karakter Utama di Film 'Top Gun'
Kata 'Maverick' pada nama Vinales diberikan oleh sang ayah yang terinspirasi oleh tokoh utama bernama Maverick dalam film 'Top Gun' yang diperankan oleh Tom Cruise.
Judul film ini pulalah yang menjadi julukannya saat ini, bahkan jet tempur menjadi logo Vinales di berbagai perangkat balap dan merchandise untuk penggemarnya.
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





