Max Biaggi: Valentino Rossi adalah Pilar Terakhir dari Generasi Saya
Anindhya Danartikanya | 9 Desember 2021 16:33
Bola.net - Empat kali juara dunia GP250 dan dua kali juara WorldSBK, Max Biaggi, tak memungkiri bahwa rivalitasnya dengan Valentino Rossi merupakan salah satu yang tersengit dalam sejarah MotoGP. Namun, dirinya tergugah untuk menghormati momen saat sang sembilan kali juara dunia memutuskan pensiun.
Rossi dan Biaggi memang sudah berseteru bahkan sebelum berlaga di kelas balap yang sama, yakni ketika The Doctor masih turun di GP125 sementara The Roman Emperor masih turun di GP250. Permusuhan mereka pun memuncak ketika Rossi akhirnya menyusul Biaggi ke kelas para raja, yakni GP500/MotoGP.
Ada begitu banyak duel sengit di trek, namun cekcok mereka bahkan kerap berlanjut di luar sirkuit. Meski begitu, saat Rossi mengumumkan keputusan pensiun pada awal Agustus lalu, Biaggi langsung memberikan tribut lewat seluruh media sosialnya, setengah berharap suatu saat nanti mereka bisa berbaikan.
"Jalanilah hidup yang baik, Vale! Kita tak pernah pura-pura saling suka, tapi aku yakin kita bersama-sama menulis halaman yang baik di dunia balap motor. Mungkin di masa depan, dengan segelas anggur yang nikmat, kita bisa tersenyum, mengingat momen-momen yang kita habiskan bersama," tulis Biaggi kala itu via Instagram.
Pesan yang Tulus untuk Valentino Rossi
Lewat Cycle World, Senin (23/10/2021), Biaggi mengaku dirinya menuliskan pesan itu dengan tulus. Ia merasa emosional karena Rossi merupakan pembalap terakhir dari generasinya di MotoGP. "Saat dengar kabar itu, saya merasa harus menghormati momen itu," ungkap pemilik Sterilgarda Max Racing Team Moto3 ini.
"Saya pun langsung menulis pesan tersebut. Itu adalah gestur yang tulus. Vale adalah pilar terakhir dari era kami, penyintas terakhir dari generasi kami. Inilah alasan saya merasa harus segera menulisnya. Namun, saya rasa duel, kemenangan, dan kekalahan kami adalah sebuah saga yang abadi," lanjut Biaggi.
Biaggi tak malu-malu mengakui, meski hubungan pahit mereka tak mengenakkan, ia yakin rivalitas dengan Rossi adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah Grand Prix. Ia juga menyatakan bahwa dirinya kini sama sekali tak sakit hati ketika memandang ke belakang, mengenang duel-duel dan perseteruan mereka.
Makin Tua, Makin Dewasa, Sudut Pandang Berubah

"Kami tak pernah pura-pura jadi teman. Namun, rivalitas kami salah satu yang terindah di sejarah balap motor. Pesan saya tak dimaksudkan untuk mengubah situasi. Tapi, usai bertahun-tahun, wajar saja jika Anda makin dewasa dan mengubah sudut pandang. Jika mengenang masa lalu, kini saya tersenyum dan melihat semua dengan empati," tuturnya.
Dalam wawancara yang sama, Biaggi juga mengungkap pertarungan favoritnya dengan Rossi. Uniknya, pria yang sampai saat ini masih jadi duta Aprilia itu menyebutkan MotoGP Afrika Selatan di Welkom 2004. Seperti yang diketahui, itu adalah balapan favorit Rossi, karena merupakan kemenangan perdananya bareng Yamaha.
"Saya suka Welkom 2004, meski kala itu Vale menang. Saya melakukan kesalahan, tak sadar kalau itu lap terakhir. Saya justru menantikan satu lap lagi untuk aksi salip terakhir. Saya kalah, namun duel itu menakjubkan. Duel menakjubkan lainnya adalah Assen 2001 dengan 500cc. Kala itu, sayalah yang menang," tutup Biaggi.
Sumber: Cycle World
Baca Juga:
Pecco Bagnaia: Jack Miller Bikin Ducati Rileks, Bantu Saya Tampil Lebih Oke
Puas Kiprah Bagnaia-Miller, Ducati Lega Jawab Kritik usai Lepas Dovizioso-Petrucci
Strategi Jitu Mercedes demi Juarai Formula 1: Lewis Hamilton Wajib Menangi Abu Dhabi
Menang saat Masih Rookie, Jorge Martin Merasa Bagai 'Rockstar' MotoGP
Jack Miller: 2021 Tahun Besar Ducati, Pecco Bagnaia Favorit Juara MotoGP 2022
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







