Mengenal 5 Rookie MotoGP 2022, Siapa yang Bakal Bikin Gebrakan?
Anindhya Danartikanya | 2 Maret 2022 09:40
Bola.net - MotoGP 2022 akan segera dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 4-6 Maret mendatang. Kejuaraan balap motor terakbar di dunia ini pun akan diikuti 24 pembalap, yang lima di antaranya merupakan rider berstatus debutan. Persaingan di antara mereka pun layak disaksikan.
Mereka adalah Remy Gardner, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, Fabio di Giannantonio, dan Darryn Binder. Kelimanya pun akan berlomba-lomba untuk memperebutkan gelar debutan terbaik alias rookie of the year.
Mereka juga diharapkan bisa mengulang performa Jorge Martin, sang peraih gelar debutan terbaik 2021, dan juga Enea Bastianini, yang musim lalu sukses meraih podium. Nah, kali ini, siapa yang bakal membuat gebrakan di MotoGP? Yuk, mengenal lebih jauh lima rookie 2022.
Remy Gardner - Tech 3 KTM Factory Racing

Ekspektasi besar sedang dipikul oleh Remy Gardner, yang juga merupakan juara dunia Moto2 2021. Pasalnya, ia mengikuti jejak sang ayah, Wayne Gardner, turun di kelas para raja. Seperti yang diketahui, Wayne merupakan juara dunia GP500 1987. Alhasil, Remy pun diharapkan bisa mengulang prestasi ini.
Tak hanya itu, Gardner merupakan rider Australia kedua yang turun di MotoGP musim ini, yakni setelah Jack Miller yang membela Ducati Lenovo Team. Keduanya pun sama-sama diharapkan bisa mengulang gelar dunia Casey Stoner, yang menjuarai MotoGP 2007 bersama Ducati dan 2011 bersama Repsol Honda.
Sayangnya, masa persiapan Gardner tidaklah terlalu matang. Usai harus susah payah menjalani tes di Misano dan Jerez musim lalu, ia terpaksa menjalani tes pramusim di Sepang dan Mandalika dengan kondisi tak bugar akibat retak pergelangan tangan kanan.
Raul Fernandez - Tech 3 KTM Factory Racing

Raul Fernandez tak pelak lagi merupakan debutan yang paling disorot di MotoGP musim ini. Meski 'hanya' jadi runner up Moto2 musim lalu, ia justru merupakan pembalap dengan hasil yang lebih mentereng daripada Gardner, yang juga tandemnya sendiri selama dua musim terakhir.
Ketika Gardner meraih gelar dunia usai mengoleksi 12 podium, 5 kemenangan, dan 3 pole, Fernandez yang kala itu juga berstatus debutan, justru meraih 12 podium, 8 kemenangan, dan 7 pole. Rider Spanyol ini bahkan mematahkan rekor jumlah kemenangan terbanyak di Moto2 yang tadinya dipegang Marc Marquez pada 2011 (7).
Fernandez akan memulai musim ini dengan tekad balas dendam, mengingat ia merasa dianaktirikan oleh KTM di Moto2. Menurutnya, musim ini adalah kesempatannya untuk membuktikan dirinya lebih kuat dari Gardner. "Target pertama saya adalah bertarung dengan Remy dan menunjukkan siapa yang lebih baik dalam kondisi yang sama," ujarnya.
Marco Bezzecchi - Mooney VR46 Racing Team
Sebelum akhirnya membela Mooney VR46 Racing Team, Marco Bezzecchi tadinya sempat diperebutkan oleh Petronas Yamaha SRT (kini WithU Yamaha RNF) dan Aprilia Racing. Namun, akhirnya ia memilih bernaung di bawah tim milik sang mentor, Valentino Rossi.
Bezzecchi memang anak didik Rossi di VR46 Riders Academy, dan merupakan salah satu yang paling berprestasi. Pada 2018, ia memperebutkan gelar dunia Moto3 dan mengakhiri musim di peringkat 3. Pada 2020, 'Bez' menduduki di peringkat 4 pada klasemen Moto2, dan kembali duduk di peringkat 3 pada 2021.
Musim ini, ia pun akan kembali bertandem dengan rekan sesama anggota VR46 Riders Academy, Luca Marini. Sebelumnya, mereka sudah pernah bertandem di Moto2 pada 2020. Bezzecchi akan mengendarai motor Ducati Desmosedici GP21, yakni motor yang dipakai oleh Pecco Bagnaia dan Jack Miller musim lalu.
Fabio di Giannantonio - Gresini Racing

Fabio di Giannantonio mengaku merasa sangat emosional saat diumumkan naik ke MotoGP 2022 bersama Gresini Racing dan mengendarai motor impiannya, Ducati. Tak hanya itu, ia juga mengikuti jejak idolanya sepanjang masa, Troy Bayliss, yang juga pernah turun di MotoGP bersama Ducati Team pada 2003.
Bergabungnya di Giannantonio di kelas para raja sejatinya sudah dinanti sejak 2020, usai ia menandatangani kontrak untuk kembali ke skuad Gresini di Moto2 2021, yang juga berisi opsi naik ke MotoGP pada 2022. Bagi 'Diggia', Gresini bagai keluarga sendiri sejak di Moto3. Ditambah dapat motor Ducati, impiannya pun terwujud sempurna.
Tak hanya mengikuti jejak Bayliss, di Giannantonio juga uniknya bakal bertandem dengan kawan dan rival masa kecilnya, Enea Bastianini, yang tahun ini menjalani debut MotoGP bersama Avintia Esponsorama. Keduanya juga pernah bertandem di Gresini saat masih turun di Moto3, yakni pada 2016.
Darryn Binder - WithU Yamaha RNF MotoGP Team

Tak pelak lagi bahwa Darryn Binder merupakan debutan kontroversial di MotoGP 2022. Bagaimana tidak? Meski belum konsisten memperebutkan podium dan kemenangan, pembalap asal Afrika Selatan ini mengikuti jejak Jack Miller untuk melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP.
Meski kontraknya hanya berdurasi setahun, Binder mendapatkan kontrak pabrikan, yang berarti langsung terikat dengan Yamaha Motor Racing alih-alih dengan WithU Yamaha RNF. Kontraknya juga memiliki opsi lanjutan untuk musim 2023.
Meski banjir hujatan, pembalap yang akrab disapa 'Daz' ini justru dapat dukungan dari Miller, yang meyakini adik Brad Binder tersebut memang harus menyambar tawaran dari Yamaha, karena kesempatan naik ke MotoGP tak didapat oleh semua orang dan tak datang dua kali.
Baca Juga:
- FIA Tak Sanksi Pembalap Rusia, Nikita Mazepin Tetap Balapan di Formula 1
- Yamaha Targetkan Franco Morbidelli Garang Seperti Sediakala di MotoGP 2022
- Marc Marquez: Saya Memang Cedera Melulu, Tapi Tak Pernah Lupa Gelar ke-9
- Tak Lagi Jadi Acuan Utama Honda, Marc Marquez Justru Bersyukur
- Fakta Unik Seputar MotoGP 2022: 24 Rider, Satu Belum Pernah Menang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







