Menilik Debut Mentereng Marc Marquez di Ducati, Sudah Layak ke Tim Pabrikan di MotoGP 2025?
Anindhya Danartikanya | 15 Mei 2024 11:40
Bola.net - Lima seri sudah berlalu di MotoGP 2024. Marc Marquez tak pelak lagi menjadi salah satu bintang musim ini sejak membela Ducati lewat Gresini Racing. Usai empat musim kelam di Repsol Honda, kini nama Marquez kembali masuk dalam daftar kandidat juara dunia.
Usai lima seri, Marquez kini menduduki peringkat ketiga klasemen pembalap dengan 89 poin, jumlah poin yang juga dikoleksi Enea Bastianini di peringkat keempat. Marquez tertinggal 40 poin dari Jorge Martin yang ada di puncak, dan 2 poin saja di belakang Pecco Bagnaia.
Padahal, di antara empat rider ini, Marquez satu-satunya rider Ducati yang memakai Desmosedici GP23 alias motor lama. Proses adaptasi Marquez juga paling mulus di antara para pengendara GP23 lainnya, yang juga lebih lama di Ducati, yakni Marco Bezzecchi, Fabio di Giannantonio, dan Alex Marquez.
Langsung Acak-Acak Persaingan Papan Atas

Sejak menjalani debutnya di Ducati dan Gresini, Marquez langsung tampil kompetitif dan mengacak-acak persaingan papan atas. Ia selalu ikut meramaikan perebutan podium dan bahkan kemenangan sejak seri pembuka di Qatar, walau terkadang masih terseok-seok mencari kecocokan antara dirinya dan GP23.
Usai masuk lima besar di Sprint dan Grand Prix Qatar, Marquez menebar ancaman di Portugal, di mana ia finis kedua di Sprint. Dalam Grand Prix, Marquez sempat berduel dengan Bagnaia untuk berebut posisi 5, tetapi keduanya bersenggolan dan jatuh. Marquez mampu melanjutkan balapan, tetapi hanya finis ke-16.
Di trek favoritnya, yakni Austin, Texas, Marquez lagi-lagi menjadi momok bagi para rivalnya. Start barisan terdepan untuk pertama kali di atas Ducati, ia finis kedua di Sprint. Ia bahkan sempat memimpin balapan dalam Grand Prix. Sayangnya, ia melakukan kesalahan sendiri, kemudian terjatuh dan gagal finis.
Menggila di Jerez dan Le Mans

Pada pekan balap di Jerez, Spanyol, Marquez secara sensasional meraih pole perdananya bersama Ducati. Hal ini membuatnya percaya diri, dan bahkan secara tegas menyatakan ini adalah tanda bahwa proses adaptasinya dengan Ducati telah berakhir dan telah menemukan kecocokan dengan GP23.
Dalam Sprint, Marquez sempat memimpin, tetapi menjadi salah satu dari 15 rider yang terjatuh akibat trek yang belum kering. Meski begitu, ia tetap mampu finis keenam. Dalam Grand Prix, ia pun menjalani duel sengit dengan Bagnaia memperebutkan kemenangan sampai lap penutup, walau akhirnya harus finis kedua.
Di Le Mans, Prancis, Marquez menjalani kualifikasi yang cukup buruk, hanya duduk di posisi 13. Namun, ia mampu menjalani start dengan baik di Sprint dan Grand Prix, dan finis kedua di kedua balapan. Berkat performa mentereng ini, Marquez pun dipertimbangkan Ducati untuk ditandemkan dengan Bagnaia di tim pabrikan pada 2025.
Menurut Bolaneters, apakah Marquez sudah layak 'naik pangkat' ke Ducati Lenovo Team? Berikut rangkuman hasil Marc Marquez bersama Ducati dan Gresini Racing dalam lima seri pertama MotoGP 2024.
Hasil Marc Marquez di 5 Seri Pertama MotoGP 2024

Seri 1: Losail, Qatar
Kualifikasi: Posisi 6
Sprint: Posisi 5
Grand Prix: Posisi 4
Klasemen: Peringkat 7 (13 poin)
Seri 2: Algarve, Portugal
Kualifikasi: Posisi 8
Sprint: Posisi 2
Grand Prix: Posisi 16
Klasemen: Peringkat 6 (27 poin)
Seri 3: Austin, Amerika Serikat
Kualifikasi: Posisi 3
Sprint: Posisi 2
Grand Prix: Gagal finis
Klasemen: Peringkat 8 (36 poin)
Seri 4: Jerez, Spanyol
Kualifikasi: Pole
Sprint: Posisi 6
Grand Prix: Posisi 2
Klasemen: Peringkat 6 (60 poin)
Seri 5: Le Mans, Prancis
Kualifikasi: Posisi 13
Sprint: Posisi 2
Grand Prix:Posisi 2
Klasemen: Peringkat 3 (89 poin)
Baca Juga:
- Selangit! Ini Harga Motor Ducati Desmosedici GP23 Milik Marc Marquez di MotoGP 2024
- Jadwal Lengkap Formula 1 2024
- Jorge Lorenzo Soal Calon Tandem Pecco Bagaia: Idealnya, 4 Rider Ducati Harus Berseragam Merah
- Enea Bastianini-Franco Morbidelli Tanggapi Omelan Aleix Espargaro: Nggak Ada Senggolan, Terima Saja!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06













