Mick Doohan Ingin Jack Miller Jadikan Pecco Bagnaia Motivasi demi Juarai MotoGP 2022
Anindhya Danartikanya | 31 Desember 2021 11:35
Bola.net - Lima kali juara dunia GP500 sekaligus MotoGP Legend, Mick Doohan, berharap Jack Miller menjadikan tandemnya di Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, sebagai dorongan untuk merebut gelar pada 2022. Hal ini ia sampaikan kepada Speedcafe, Minggu (26/12/2021), usai Miller mengakhiri musim 2021 di peringkat keempat.
Peringkat ini sejatinya prestasi terbaik Miller sejak menjalani debut di MotoGP pada 2015. Ia juga meraih 5 podium dan 2 kemenangan. Namun, hasil ini tak memenuhi ekspektasi Ducati. Pasalnya, sebagai yang paling lama mengendarai Desmosedici di antara enam rider Ducati lainnya, ia diharapkan jadi kandidat juara dunia.
"Saya rasa ekspektasinya (pada 2022) adalah merebut gelar dunia. Sungguh, ia tak boleh punya ekspektasi lain dan tak boleh memikirkan hal selain cara bersiap meletakkan diri di posisi itu. Menjadi pemenang balapan merupakan salah satu 'bumbu', namun konsistensi adalah kuncinya," ungkap Doohan.
Karakter Jack Miller Kuat, Bagus Kalau Diimbangi Gelar

Doohan pun menyoroti empat gagal finis yang dialami Miller sepanjang 2021. "Jack harus finis balapan, harus ada di depan. Jika tak bisa menang, ambil posisi terbaik setelahnya, dan itulah yang bisa bikin juara. Ia jelas punya segalanya, punya semua potongan puzzle, ia hanya harus menyatukan semua, dan mewujudkannya," tuturnya.
"Jack bersinar kadang-kadang saja. Ia kurang konsisten. Ia orang baik, karakternya hebat, bagus untuk MotoGP. Jadi, bakal fantastis jika ia konsisten. Sayang, tandemnya lebih kuat pada akhir musim. Tapi semoga itu bisa mendorong Jack tampil lebih baik dan dapat konsistensi," lanjut Doohan, mengingat Bagnaia sukses jadi runner up tahun ini.
Doohan bukan orang pertama yang meyakini bahwa Miller punya talenta hebat menjadi juara dunia MotoGP. Eks tandem sekaligus sahabat The Thriller, Cal Crutchlow, juga cukup vokal menyuarakan pendapat senada. Doohan pun yakin, jika Ducati terus menyediakan motor mumpuni seperti musim ini, Miller bisa tampil mengancam.
Ingin Jack Miller Menginspirasi Generasi Muda Australia
"Jack jelas punya kemampuan merebut jadi juara. Ia jelas cukup cepat, ia hanya harus mencari konsistensi. Jika Ducati bisa meneruskan pengembangan motor, meski motornya musim ini sudah tampil oke di kebanyakan trek, saya rasa Jack ada di posisi kuat demi menjadi kans terbaik kami (Australia) untuk merebut gelar," ujar Doohan.
Doohan juga menyebut kesuksesan Miller bakal krusial bagi balap motor Australia. Seperti yang diketahui, pada 2022 nanti, hanya ada tiga rider Grand Prix dari Negeri Kangguru, yakni Miller, Remy Gardner, dan Joel Kelso. Doohan yakin, jika Miller sukses jadi juara dunia MotoGP, rider-rider muda Australia bakal tertarik mengikuti jejaknya.
"Saya berharap, demi kebaikannya, ia bisa. Ini bakal bagus demi menginspirasi generasi pembalap muda selanjutnya yang ingin ke MotoGP dan menjadikan Jack panutan. Apa yang ia lakukan akan jadi kesempatan bagus untuk menyampaikan pesan, 'Hei, lihatlah, apa pun bisa terjadi'. Menang adalah satu-satunya opsi Jack," pungkasnya.
Sumber: Speedcafe
Baca Juga:
- Sempat Diduga Positif Covid-19, Danilo Petrucci Tetap Ikut Reli Dakar 2022
- MotoGP Rilis Serial Dokumenter Valentino Rossi, Libatkan 30 Sosok Penting
- Bukan Aramco: VR46 Racing Team Gaet Sponsor Anyar untuk MotoGP 2022
- Kevin Schwantz Tersanjung Diidolakan Pedro Acosta: Dia Belum Lahir saat Saya Balapan!
- Ikuti Jejak Idola: Pol Espargaro Beber Alasan Ngefans Berat pada Alex Barros
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





