MotoGP Jepang Jadi Saksi Lanjutan 'Kutukan' Pedro Acosta: Gagal Finis Usai Raih Pole Perdana di Semua Kelas
Anindhya Danartikanya | 7 Oktober 2024 15:30
Bola.net - Apes betul nasib Pedro Acosta dalam MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, 4-6 Oktober 2024. Setelah meraih pole perdananya di kelas para raja, pembalap Red Bull GASGAS Tech 3 ini malah pulang tanpa satu pun poin gara-gara gagal finis di kedua balapan, meneruskan 'kutukan' yang ia alami di Grand Prix.
Pada kualifikasi, Acosta meraih pole pertamanya di MotoGP. Dalam usia 20 tahun 133 hari, ia menjadi pole sitter termuda ketiga sepanjang sejarah kelas tertinggi, di belakang Fabio Quartararo dan Marc Marquez. Sayang, nestapa terjadi dalam balapan Sprint dan balapan Grand Prix.
Dalam Sprint, Acosta sejatinya memiliki keunggulan yang nyaman saat memimpin. Namun, ia jatuh di Tikungan 7 pada Lap 9. Dalam balapan utama, 'El Tiburon' sedang nyaman melaju di posisi kedua. Namun, ia jatuh di Tikungan 14. Ia sempat kembali ke trek, tetapi akhirnya memilih ke pit pada Lap 14.
Terima Nasib dan Ingin 'Move on'

Uniknya, ini 'kutukan' familiar bagi Acosta. Pasalnya, ketika masih berlaga di Moto3 dan Moto2, ia selalu gagal finis setelah meraih pole perdana. Di kelas Moto3 pada 2021, ia meraih pole perdananya di Valencia, tetapi gagal finis. Di kelas Moto2 pada 2022, ia meraih pole perdananya di Le Mans, Prancis, tapi gagal finis lagi.
Lewat Diario AS, Acosta pun mengaku sangat kecewa sial dua kali di Motegi. Namun, ia bertekad bangkit di Seri Australia. "Sungguh disayangkan ini terjadi, karena seharusnya ini menjadi hari yang hebat. Sungguh disayangkan, tetapi saya menerimanya dan move on, karena hal-hal baik akan datang," ungkap rider Spanyol ini.
GP Terburuk yang Seharusnya Jadi GP Terbaik
Juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 ini juga menyatakan Seri Jepang merupakan akhir pekan terburuk yang pernah ia hadapi akibat kesalahannya sendiri. Namun, ia juga meyakini ada sisi positifnya, yakni fakta bahwa MotoGP Jepang merupakan akhir pekan di mana ia paling merasa nyaman mengendarai motor KTM RC16.
"GP ini adalah salah satu GP di mana saya meraih poin paling sedikit, ketika seharusnya menjadi GP terbaik. Ini akhir pekan di mana saya merasa paling kompetitif, dan di mana saya merasa paling nyaman sejauh ini. Kami harus menemukan sensasi ini lagi di Australia, yang bisa jadi trek yang baik juga bagi kami," tutup Acosta.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia Sebut 4 Besar MotoGP 2024 Berpotensi Ulang Rivalitas Legendaris Para 'Alien'
- Daftar Juara Dunia GP125/Moto3 Sepanjang Sejarah: David Alonso Jadi Juara Pertama dari Kolombia!
- Jorge Martin Terima Tantangan Pecco Bagnaia Capai Seri Terakhir MotoGP 2024 dengan Poin Sama
- Marc Marquez Nangis Terharu Gara-Gara Surat David Alonso Sebelum Juarai Moto3 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41












