Offroad Bumi Sempaja Jadi Event Nasional
Editor Bolanet | 30 Maret 2012 18:00
- Kegiatan Djarum Super Bumi Sempaja Offroad (DJBSO) di Samarinda, Kalimantan Timur, naik kelas dari event silaturahmi pembentukan klub menjadi event nasional.
Ini karena sejumlah offroader kaliber nasional yang sebelumnya tak sempat berlaga di event Spirit Tana Paser Offroad Extreme Competition, menyatakan akan turun di DJBSO yang digelar Sabtu-Minggu (31/3-1/4).
Anak-anak sedang menyiapkan mobil. Walau tidak sempat diuji coba, saya akan maksimalkan persiapan agar bisa turun di Samarinda, kata Hendri Kurniawan, offroader tim Zebra Grage Community.
Tim Zebra Grage Community adalah tim utama yang berlaga di seri balapan offroad bergengsi Djarum Super Real Adventure Offroad (DSRAO) yang dipentaskan di sejumlah kota di Indonesia.
Hendri Kurniawan memang sedang berupaya menyelesaikan pembuatan mobil offroad barunya, sebuah mobil berbasis Toyota Land Cruiser namun dengan tenaga gerak dari mesin Jeep Cherokee 4.000 cc.
Para offroader yang pekan lalu meramaikan event Spirit Tana Paser di trek offroad Danau Ungu, Tana Paser, Kabupaten Paser, 24-25 Maret juga memastikan diri ikut balapan di Samarinda.
Om Jin alias Haji Harry Yanto yang merebut tempat ketiga di Paser, juga sudah mendaftarkan diri. Offroader Balikpapan ini bertekad berprestasi lebih baik daripada balapan di Danau Ungu.
Sebagian offroader asal Palu dan Gorontalo yang juga berlaga di Paser bahkan sengaja mengambil jadwal pulang Selasa pekan depan agar bisa ikut event di Samarinda ini.
Mereka masih bertahan di Balikpapan dan akan berangkat bersama-sama, berkonvoi ke Samarinda yang jaraknya 120 km utara Balikpapan.
Teman-teman dari Batulicin dan Banjarmasin juga memastikan akan datang, kata Pangajoang.
Ia berharap Surya Fadli dan Haji Bahrani, dua kampiun dan offroader kaya pengalaman di pentas offroad nasional asal Banjarmasin dan Batulicin benar-benar bisa sampai ke Samarinda dan berkompetisi di Bumi Sempaja.
Jip Forever menggelar Djarum Super Bumi Sempaja Offroad (DJBSO) dengan niat sekedar meramaikan deklarasi pembentukan klub. Ternyata sponsor, pihak Djarum berminat. Ya kami bikin besar sekalian, jelas Pangajoang.
Panitia membuka tujuh Special Competition Stage (SCS) untuk kedua kelas offroad yang dipertandingkan, yaitu offroad ekstrem dan kelas non-winch. SCS 4 akan dilangsungkan malam hari Sabtu mulai pukul 20.00.
Kelas offroad ekstrem untuk peserta yang mobilnya sudah pasang rollbar atau rollcage, ada winch di depan atau di belakang, dan punya sabuk pengaman empat titik, serta wajib pakai helm pengaman kepala bagi driver dan co-driver.
Kelas non-winch, kelas yang spesifikasi mobilnya sedapat mungkin sama dengan mobil offroad ekstrim, hanya saja pada saat berlomba winch atau derek tidak boleh diaktifkan.
Kapasitas mesin memang tidak dibatasi. Dalam offroad, kekuatan dan kapasitas mesin bukan segala-galanya. Mobil kecil, kapasitas mesin kecil, bisa saja menjadi juara dengan faktor kehebatan pengemudi dan nasib baik, kata Windy Politon, Sekretaris Pengurus Daerah Indonesian Offroad Federation (Pengda IOF) Kalimantan Timur. (ant/kny)
Ini karena sejumlah offroader kaliber nasional yang sebelumnya tak sempat berlaga di event Spirit Tana Paser Offroad Extreme Competition, menyatakan akan turun di DJBSO yang digelar Sabtu-Minggu (31/3-1/4).
Anak-anak sedang menyiapkan mobil. Walau tidak sempat diuji coba, saya akan maksimalkan persiapan agar bisa turun di Samarinda, kata Hendri Kurniawan, offroader tim Zebra Grage Community.
Tim Zebra Grage Community adalah tim utama yang berlaga di seri balapan offroad bergengsi Djarum Super Real Adventure Offroad (DSRAO) yang dipentaskan di sejumlah kota di Indonesia.
Hendri Kurniawan memang sedang berupaya menyelesaikan pembuatan mobil offroad barunya, sebuah mobil berbasis Toyota Land Cruiser namun dengan tenaga gerak dari mesin Jeep Cherokee 4.000 cc.
Para offroader yang pekan lalu meramaikan event Spirit Tana Paser di trek offroad Danau Ungu, Tana Paser, Kabupaten Paser, 24-25 Maret juga memastikan diri ikut balapan di Samarinda.
Om Jin alias Haji Harry Yanto yang merebut tempat ketiga di Paser, juga sudah mendaftarkan diri. Offroader Balikpapan ini bertekad berprestasi lebih baik daripada balapan di Danau Ungu.
Sebagian offroader asal Palu dan Gorontalo yang juga berlaga di Paser bahkan sengaja mengambil jadwal pulang Selasa pekan depan agar bisa ikut event di Samarinda ini.
Mereka masih bertahan di Balikpapan dan akan berangkat bersama-sama, berkonvoi ke Samarinda yang jaraknya 120 km utara Balikpapan.
Teman-teman dari Batulicin dan Banjarmasin juga memastikan akan datang, kata Pangajoang.
Ia berharap Surya Fadli dan Haji Bahrani, dua kampiun dan offroader kaya pengalaman di pentas offroad nasional asal Banjarmasin dan Batulicin benar-benar bisa sampai ke Samarinda dan berkompetisi di Bumi Sempaja.
Jip Forever menggelar Djarum Super Bumi Sempaja Offroad (DJBSO) dengan niat sekedar meramaikan deklarasi pembentukan klub. Ternyata sponsor, pihak Djarum berminat. Ya kami bikin besar sekalian, jelas Pangajoang.
Panitia membuka tujuh Special Competition Stage (SCS) untuk kedua kelas offroad yang dipertandingkan, yaitu offroad ekstrem dan kelas non-winch. SCS 4 akan dilangsungkan malam hari Sabtu mulai pukul 20.00.
Kelas offroad ekstrem untuk peserta yang mobilnya sudah pasang rollbar atau rollcage, ada winch di depan atau di belakang, dan punya sabuk pengaman empat titik, serta wajib pakai helm pengaman kepala bagi driver dan co-driver.
Kelas non-winch, kelas yang spesifikasi mobilnya sedapat mungkin sama dengan mobil offroad ekstrim, hanya saja pada saat berlomba winch atau derek tidak boleh diaktifkan.
Kapasitas mesin memang tidak dibatasi. Dalam offroad, kekuatan dan kapasitas mesin bukan segala-galanya. Mobil kecil, kapasitas mesin kecil, bisa saja menjadi juara dengan faktor kehebatan pengemudi dan nasib baik, kata Windy Politon, Sekretaris Pengurus Daerah Indonesian Offroad Federation (Pengda IOF) Kalimantan Timur. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
MU Kalah dari Fulham, Michael Carrick Siap-siap Angkat Koper dari Old Trafford!
Liga Inggris 17 September 2026, 21:16
-
Jose Mourinho Ungkap Sikap yang Tak Boleh Dimiliki Pemain Real Madrid
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:05
-
Demi Real Madrid dan Madridista, Kylian Mbappe Bertekad Menangkan Ballon d'Or 2026
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:04
-
Tinggalkan Manchester United, JJ Gabriel Bakal Gabung Real Madrid?
Liga Inggris 17 September 2026, 20:55
-
MU Kalah dari Brighton, Youri Tielemans Beberkan Penyebabnya
Liga Inggris 17 September 2026, 20:28
-
Real Madrid Bersiap Menyambut Kembalinya Rodrygo
Liga Spanyol 17 September 2026, 20:26
-
MU Babak Belur Lawan Brighton, Michael Carrick: Saya Bertanggung Jawab Penuh!
Liga Inggris 17 September 2026, 20:13
-
MU Limpung, Antonio Conte Bakal Gantikan Michael Carrick?
Liga Inggris 17 September 2026, 19:57
-
MU Kalah dari Brighton, Michael Carrick Kasihan Pada Shea Lacey, Kok Bisa?
Liga Inggris 17 September 2026, 19:42
-
Barcelona Tak Henti Cetak Gol
Liga Spanyol 17 September 2026, 19:23
-
Jurgen Klopp Panggil 44 Pemain untuk UEFA Nations League, Bakal Dibagi Jadi Dua Tim!
Piala Eropa 17 September 2026, 19:18
-
Adem dan Segar! Kelme Rilis Jersey Ketiga Timnas Indonesia
Tim Nasional 17 September 2026, 18:50
-
Pendekatan Khusus Jose Mourinho Bikin Jude Bellingham Kembali jadi Pemain Spesial
Liga Spanyol 17 September 2026, 18:33
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Persik Kediri 18 September 2026
Bola Indonesia 17 September 2026, 17:14
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

