Pemicu-Pemicu Rivalitas 'Marquez vs Vinales' di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 9 Maret 2017 13:15
Bola.net - - MotoGP 2017 diprediksi akan didominasi oleh 'Marc vs Mack', yakni rivalitas baru yang tumbuh di antara rider Repsol Honda, Marc Marquez versus pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales.
Dengan usia yang sama-sama masih belia, Marquez (24 tahun) dan Vinales (22 tahun) diperkirakan akan menjalani pergelutan dahsyat dalam memperebutkan gelar dunia, terhitung sejak musim ini.
Dari pertarungan sejak masa anak-anak, permusuhan antara dua pabrikan yang menaungi mereka, sampai perang kata-kata bisa menjadi trigger persaingan mereka.
Berikut ulasan tim Bola.net soal pemicu-pemicu rivalitas 'Marc vs Mack'.
1 dari 7 halaman
Sejarah Masa Kecil

Siapa sangka keduanya kembali bertemu di kejuaraan balap motor terakbar di dunia saat dewasa, apalagi saat mereka dinaungi oleh dua tim pabrikan paling prestisus?
2 dari 7 halaman
Pertahanan Sang Raja

Status 'raja' ini juga terbukti dari para rival berat Marquez yang menganggapnya sebagai momok menakutkan di MotoGP. Jorge Lorenzo tak jarang bersaing sengit dengannya di lintasan, sementara Valentino Rossi menganggapnya sebagai rival terberat dan kerap berperang mental dengannya.
Kini dengan musuh baru yang berusia nyaris sepantaran, Marquez bakal bertemu dengan Vinales yang digadang-gadang akan menjadi rival utamanya sampai belasan tahun ke depan. Tentu ia takkan mau menyerahkan statusnya sebagai 'raja', apalagi kepada rival masa kecilnya, yang juga sama kuat.
3 dari 7 halaman
Si 'Pendatang Baru'

Bermodal YZR-M1 sebagai senjata, serta rivalitasnya dengan Marquez di masa anak-anak, juara dunia Moto3 2013 ini bertekad dan mengaku sudah sangat siap menggulingkan Marquez dari tahtanya sebagai 'raja' MotoGP.
Tekad Vinales ini bahkan sudah terbukti selama uji coba pascamusim dan pramusim, di mana ia selalu sukses mencatatkan waktu tercepat, bahkan ketika dirinya merasa belum tampil 100%. Nah, apa jadinya bila ia sudah tampil 100%?
4 dari 7 halaman
Honda vs Yamaha

Kedua pabrikan ini pun akan berusaha keras mendukung para pembalapnya demi mengalahkan satu sama lain, menyediakan perangkat terbaik demi membuktikan siapa yang cocok menjadi penguasa dunia roda dua.
5 dari 7 halaman
Tragedi Phillip Island

Uniknya, Marquez sama sekali tak membantah, dan bahkan mengaku bahwa ia memang sengaja membuntuti Vinales demi mempelajari Top Gun sekaligus perilaku motor YZR-M1 terbaru. Insiden inilah yang dianggap sebagai titik awal rivalitas mereka tahun ini.
6 dari 7 halaman
Perang Verbal via Media

Saya akan menjalani rivalitas sengit dengan Marc, dan saya rasa ini akan berjalan menyenangkan. Kalimat-kalimat macam inilah yang kerap keluar dari mulut Vinales kepada media massa, dan Marquez tentu saja menyambutnya dengan 'hangat'.
Marquez sendiri mengakui bahwa Vinales merupakan rival utamanya terhitung sejak musim ini, dan bahkan menyatakan bahwa Vinales merupakan rider paling kuat bila dibandingkan Rossi dan Lorenzo. Rider asal Cervera ini pun siap menghadapi persaingan dengan Top Gun.
7 dari 7 halaman
Generasi Penerus

Uniknya, Rossi dan Lorenzo juga menyajikan salah satu rivalitas terhebat sepanjang masa selama 10 tahun terakhir, hingga Marquez dan Vinales sebagai generasi pembalap yang lebih muda diharapkan dapat memberikan persaingan dan rivalitas yang tak kalah sengit selama beberapa tahun ke depan.
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


















